IPCC Bukukan Pertumbuhan Solid di Kuartal I 2025, Laba Bersih Naik 33,3% di Tengah Tekanan Pasar

- Pewarta

Monday, 28 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maritim Indonesia — PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX: IPCC) kembali membuktikan ketangguhannya di tengah tantangan industri otomotif nasional. Dalam Laporan Kinerja Keuangan Triwulan I 2025 yang telah disampaikan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, IPCC berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja yang positif dan solid.
Di tengah penurunan angka wholesales kendaraan sebesar 5,1% menurut data Gaikindo — dengan total 70.892 unit — IPCC justru membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar Rp51,17 miliar, meningkat 33,3% secara year on year (yoy) hingga Maret 2025.

Pencapaian ini tidak lepas dari komitmen IPCC untuk menjalankan bisnis berkelanjutan, sejalan dengan roadmap perusahaan di tahun ini: mengintegrasikan layanan melalui konektivitas yang semakin kuat.

“Pertumbuhan ini adalah hasil nyata dari konsistensi IPCC dalam menerapkan prinsip-prinsip berkelanjutan serta memperhatikan aspek pemberdayaan lingkungan melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL),” ujar Direktur Utama IPCC, Sugeng Mulyadi di Jakarta, Senin (28/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari sisi pendapatan, IPCC mencatatkan kenaikan 15,73% (yoy) menjadi Rp203,27 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp175,64 miliar. Kenaikan ini utamanya didorong oleh pertumbuhan di segmen kendaraan CBU (Completely Built-Up) yang naik 14,78%, dengan proporsi pendapatan internasional sebesar 18,3% dan domestik 3,6%. Secara keseluruhan, kontribusi pendapatan terbagi 80% dari layanan internasional dan 20% domestik.

Distribusi pendapatan per jenis kargo pun menunjukkan dominasi sektor otomotif, dengan rincian: 75% CBU, 10% Truck/Bus, 8% Alat Berat, 5% General Cargo/Spare Parts, dan 1% kargo lainnya. Di tengah dinamika pasar, IPCC tetap mengoptimalkan operasional melalui implementasi sistem PTOS-C di Terminal Internasional dan Domestik Branch Jakarta, sistem keuangan PRAYA, serta penyempurnaan pola bisnis komersial.

“Strategi tambahan seperti layanan PDC (Pre Delivery Centre), Port Stock, dan VPC (Vehicle Processing Centre) pun turut memperkokoh kinerja IPCC di awal tahun ini,” tambah Sugeng.

Lebih jauh, keberhasilan IPCC tidak hanya diukur dari aspek finansial semata. Sebagai bagian dari komitmen ESG dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), IPCC aktif menyalurkan program TJSL di Triwulan I 2025. Program-program tersebut antara lain pemberian APAR (Alat Pemadam Api Ringan) kepada RT di RW 8, 9, dan 10 Kelurahan Kalibaru pada bulan K3 Nasional, bantuan sembako dan santunan anak yatim saat Idulfitri 1446 H, serta dukungan pemberdayaan program kerja Sekretariat RW.

“Semangat ini menjadi motivasi bagi IPCC untuk selalu konsisten dalam memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi lingkungan sekitar,” lanjut Sugeng.

Dari sisi neraca keuangan, IPCC menunjukkan fundamental yang kuat dengan kenaikan aset sebesar 3,11% menjadi Rp1,89 triliun di akhir Maret 2025, dari Rp1,84 triliun pada Desember 2024. Aset lancar perusahaan juga tumbuh 7,56% menjadi Rp974,29 miliar, selaras dengan pertumbuhan pendapatan. Tidak hanya dari bisnis inti, pendapatan dari usaha lainnya — termasuk pengusahaan lahan, bangunan, air, dan listrik — turut berkontribusi maksimal.

Sugeng menambahkan, “Meningkatnya nilai ekspor Indonesia sebesar 6,93% dan impor 5,34% di Q1 2025 menurut data BPS juga menjadi indikator positif bagi kinerja kami.”

Efisiensi dalam penggunaan anggaran dan fokus pada pendapatan langsung, tanpa mengabaikan aspek kesehatan dan keselamatan kerja, menjadi kunci IPCC dalam menjaga profitabilitas. Ini tercermin dari kenaikan EPS dari Rp21,11 menjadi Rp28,14, serta lonjakan Net Profit Margin menjadi 25,2% dari sebelumnya 21,9%. EBITDA Margin pun meningkat signifikan menjadi 43,4%.

Melihat optimisme di sektor otomotif sepanjang sisa tahun ini, IPCC telah menyiapkan berbagai strategi untuk terus memperluas pengelolaan terminal kendaraan, khususnya di wilayah Indonesia tengah dan timur seperti Surabaya dan Lembar, Lombok. Upaya ini diharapkan memperkuat konektivitas antar-terminal, sekaligus menurunkan biaya logistik nasional.

“Masuknya berbagai merek kendaraan listrik ke Indonesia, serta pembangunan ekosistem EV (Electric Vehicle) yang semakin masif, diproyeksikan mampu menyumbangkan lebih dari 70.000 unit kendaraan baru. Ini menjadi peluang besar bagi IPCC untuk semakin mengakselerasi pertumbuhannya,” tutup Sugeng.

Menjadi catatan positif, saham IPCC pada triwulan I 2025 juga mencatatkan kenaikan sebesar 7,74% dibandingkan harga pembuka di awal tahun. Prospek cerah ini menjadi sinyal kuat bagi para investor bahwa IPCC berada di jalur yang tepat menuju pertumbuhan berkelanjutan. (ire djafar)

Berita Terkait

Dua Kapal Survei RI–Australia Jalani Sea Phase CHSE 2025, Fokus pada Penguatan Keamanan Navigasi
Menjaga Warisan Majapahit, Pelindo Marine Gerakkan Generasi Muda Peduli Laut
Wujudkan Kepedulian Sosial, TPK Koja Dorong Budaya Donor Darah di Lingkungan Kerja
SPJM All Out Terapkan Prinsip 5 NO’s, Wujudkan Pelabuhan Bebas Korupsi
Melalui ESPERO 87 Peduli, IWTL Hadirkan Solusi Sederhana Berdampak Nyata Bagi UMKM
Komitmen dan Kontribusi Nyata IWTL, Dukung Penguatan Ekosistem Logistik dan UMKM Daerah
Menyeberangkan Harapan: ASDP Edukasi Gizi Ibu dan Anak di Banyuwangi
Perkuat Konektivitas Laut Wilayah Timur hingga 3T, ASDP Layani 48 Lintasan Penyeberangan di Kupang-NTT

Berita Terkait

Saturday, 15 November 2025 - 00:42 WIB

Dua Kapal Survei RI–Australia Jalani Sea Phase CHSE 2025, Fokus pada Penguatan Keamanan Navigasi

Tuesday, 4 November 2025 - 10:24 WIB

Menjaga Warisan Majapahit, Pelindo Marine Gerakkan Generasi Muda Peduli Laut

Monday, 3 November 2025 - 12:06 WIB

Wujudkan Kepedulian Sosial, TPK Koja Dorong Budaya Donor Darah di Lingkungan Kerja

Monday, 3 November 2025 - 00:44 WIB

SPJM All Out Terapkan Prinsip 5 NO’s, Wujudkan Pelabuhan Bebas Korupsi

Sunday, 2 November 2025 - 12:23 WIB

Melalui ESPERO 87 Peduli, IWTL Hadirkan Solusi Sederhana Berdampak Nyata Bagi UMKM

Berita Terbaru