Pushidrosal Gelar Latihan Selam Navigasi 2025: Tingkatkan Keterampilan Navigasi Bawah Air Prajurit

- Pewarta

Friday, 9 May 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IWTL : Harapannya adalah semangat sinergi dan pemberdayaan yang ditunjukkan dalam acara ini mampu menjadi inspirasi berkelanjutan demi terwujudnya ekosistem logistik nasional yang inklusif, profesional, dan berdaya saing global.

IWTL : Harapannya adalah semangat sinergi dan pemberdayaan yang ditunjukkan dalam acara ini mampu menjadi inspirasi berkelanjutan demi terwujudnya ekosistem logistik nasional yang inklusif, profesional, dan berdaya saing global.

Maritim Indonesia — Dalam rangka meningkatkan kemampuan prajurit di bidang navigasi bawah air, Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) menggelar Latihan Selam Navigasi TA 2025 yang dilaksanakan di perairan Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu Selatan, Rabu (7/5/2025). Latihan ini menjadi bagian penting dari program pembinaan kemampuan prajurit dalam menguasai pengetahuan dan keterampilan teknis selam navigasi sebagai salah satu kompetensi utama prajurit hidrografi.

Komandan Satuan Pembinaan dan Latihan (Dansatbinlat) Pushidrosal, Kolonel Laut (P) Jazim Aziz M. S.T., M.Tr.Hanla., bertindak sebagai Komando Operasional dan Kendali Operasional Latihan, menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan prajurit Pushidrosal dalam penguasaan pengetahuan dan keterampilan praktis navigasi bawah air.

“Latihan ini tidak hanya sebagai bentuk latihan teknis semata, tetapi menjadi momen penting dalam mendukung kesiapsiagaan personel untuk mendukung tugas-tugas Pushidrosal yang semakin kompleks ke depan,” ujar Dansatbinlat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelatihan ini digelar selama sepuluh hari, diikuti oleh 40 personel yang terdiri dari 13 orang panitia/penyelenggara/pendukung, 5 orang instruktur, 2 orang penilai/evaluasi, dan 20 orang peserta perwakilan dari satuan kerja (satker) jajaran Pushidrosal.

Adapun materi pelatihan mencakup pembelajaran teori dan praktik, baik di kelas maupun di lapangan. Materi teori meliputi pemahaman dasar tentang pentingnya navigasi bagi penyelam, faktor yang mempengaruhi perkiraan jarak, perhitungan waktu dan pemakaian udara, serta penggunaan alat ukur seperti tali ukur. Sementara itu, materi praktik mencakup navigasi alami, penggunaan kompas bawah air, komunikasi bawah air (UWT), pengambilan gambar bawah air, navigasi bawah air, hingga penyelaman malam hari di laut.

Latihan ini tidak hanya menguji ketangguhan fisik dan disiplin prajurit, namun juga menajamkan kemampuan berpikir taktis dan responsif di bawah tekanan, khususnya dalam kondisi terbatas dan lingkungan ekstrem bawah air.

Dansatbinlat Pushidrosal menyatakan harapannya agar seluruh peserta latihan mampu meningkatkan efektivitas dalam perencanaan penyelaman. “Peserta harus mampu menguasai metode memperkirakan jarak dengan kayuhan kaki, perhitungan waktu, serta memahami metode navigasi alami dan menggunakan kompas dengan akurat. Termasuk juga navigasi malam hari yang membutuhkan ketelitian dan kepatuhan pada prosedur keselamatan,” ungkapnya.

Latihan ini juga menekankan pentingnya standar zero accident selama pelaksanaan kegiatan, sejalan dengan budaya keselamatan kerja yang dijunjung tinggi oleh Pushidrosal.

Melalui pelatihan ini, Pushidrosal mempertegas komitmennya dalam membentuk prajurit yang profesional, adaptif, dan unggul dalam mendukung tugas-tugas hidro-oseanografi nasional dan internasional. (jagad)

idj / idj

 

Berita Terkait

ABUPI Hadirkan Regulator dan Pelaku Industri dalam Seminar Nasional Kepelabuhanan 2026
ABUPI : Peran Cargo Owners dalam Mendorong Efisiensi Pelabuhan Nasional
Koordinasi Logistik Membaik, Arus Kapal Pasca Lebaran Lebih Terkendali
Seminar Nasional & Rakernas 2026 jadi Momentum, ABUPI Perkuat Sinergi dan Transformasi Pelabuhan Nasional
Penegakan Hukum Pelayaran Makin Kompleks, PPNS Dituntut Lebih Profesional
Kuota Diskon Transportasi Habis Terjual, PELNI Sukses Layani 467 Ribu Penumpa
Kolaborasi Terminal Teluk Lamong dengan KSOP Utama Tanjung Perak, Hadirkan Eazi dalam Transformasi Layanan Operasional Pelabuhan
Industri Maritim Dituntut Adaptif, SDM dan Digitalisasi Jadi Penentu

Berita Terkait

Saturday, 18 April 2026 - 04:01 WIB

ABUPI Hadirkan Regulator dan Pelaku Industri dalam Seminar Nasional Kepelabuhanan 2026

Saturday, 18 April 2026 - 03:51 WIB

ABUPI : Peran Cargo Owners dalam Mendorong Efisiensi Pelabuhan Nasional

Saturday, 18 April 2026 - 02:53 WIB

Koordinasi Logistik Membaik, Arus Kapal Pasca Lebaran Lebih Terkendali

Saturday, 18 April 2026 - 02:42 WIB

Seminar Nasional & Rakernas 2026 jadi Momentum, ABUPI Perkuat Sinergi dan Transformasi Pelabuhan Nasional

Friday, 17 April 2026 - 14:26 WIB

Penegakan Hukum Pelayaran Makin Kompleks, PPNS Dituntut Lebih Profesional

Berita Terbaru