WIMA INA Dorong Masa Depan Maritim yang Inklusif Lewat FGD “Samudra Peluang bagi Perempuan”

- Pewarta

Friday, 30 May 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum  WIMA INA, Dr. Chandra Motik Yusuf, SH., MSc.
Ketua Umum WIMA INA, Dr. Chandra Motik Yusuf, SH., MSc.

 

Maritim Indonesia – Women in Maritime Indonesia (WIMA INA) terus mengukir arah baru bagi masa depan maritim nasional dengan mengusung semangat inklusivitas, ketangguhan, dan inovasi. Komitmen ini diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “An Ocean of Opportunities for Women: Women’s Participation in a Male-Dominated Maritime Industry” yang menjadi bagian dari gelaran Indonesia Maritime Week 2025.

FGD ini merupakan kolaborasi antara WIMA INA, Pertiwi Subholding Integrated Marine Logistics (SH IML), dan Mutiara Pelindo. Acara ini berhasil mengumpulkan lebih dari seratus peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari profesional maritim, akademisi, hingga generasi muda calon pelaut, semua bersatu dalam satu tujuan yaitu membuka jalan bagi perempuan agar dapat berkiprah setara di sektor maritim.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini bukan sekadar diskusi, tapi sebuah gerakan. Bersama mitra kami, WIMA INA berkomitmen untuk mengangkat suara perempuan dan menciptakan masa depan maritim yang merangkul semua kalangan,” ujar Ketua Umum WIMA INA, Dr. Chandra Motik Yusuf, SH., MSc.

Diskusi mengupas berbagai tantangan nyata yang dihadapi perempuan di industri ini, seperti hambatan sistemik, norma budaya yang mengakar, hingga minimnya kebijakan yang berpihak. Namun, forum ini juga membuka pandangan tentang peluang besar di bidang kepemimpinan, pendidikan, dan inovasi yang bisa dimanfaatkan oleh perempuan.

Deretan narasumber yang hadir pun menginspirasi. Ada kisah perempuan yang kini menjadi nahkoda kapal, profesional muda yang berani menembus stereotip, hingga pakar kebijakan yang mendesak perubahan regulasi demi menciptakan ekosistem maritim yang adil dan setara.

Momen bersejarah, WIMA Indonesia memberikan penghargaan kepada Capt. Entin Kartini sebagai 'Perempuan Indonesia Pertama yang Menjadi Nahkoda'. Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung oleh Sekretaris Jenderal International Maritime Organization (IMO), Mr. Arsenio Dominguez.
Momen bersejarah, WIMA Indonesia memberikan penghargaan kepada Capt. Entin Kartini sebagai ‘Perempuan Indonesia Pertama yang Menjadi Nahkoda’. Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung oleh Sekretaris Jenderal International Maritime Organization (IMO), Mr. Arsenio Dominguez.

Dukungan dari pemerintah pun terasa kuat. Direktur Perkapalan dan Kepelautan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Lollan Panjaitan, menyampaikan bahwa Kementerian Perhubungan berkomitmen penuh mendukung keterlibatan perempuan di sektor ini.

“FGD ini adalah katalisator. Laut harus menjadi ruang yang terbuka dan setara, tidak hanya bagi laki-laki, tapi juga perempuan dan generasi maritim masa depan,” tegasnya.

Secara nasional, langkah ke arah perubahan sudah mulai terlihat. Pada tahun 2024, Indonesia mencatat bahwa 2,8% pelautnya adalah perempuan, angka ini memang belum ideal, namun sudah melampaui rata-rata global yang masih di bawah 2%.

Sementara itu, dalam sambutannya Sekretaris Jenderal International Maritime Organization (IMO), Arsenio Dominguez, mengungkapkan bahwa partisipasi perempuan secara global di sektor maritim justru menurun dari 26% pada 2021 menjadi 19% pada 2024.

“Kesadaran saja tidak cukup. Kita butuh tindakan nyata—lebih banyak perempuan di posisi kepemimpinan, lebih banyak peluang, dan kebijakan yang berdasarkan pada data dan pengalaman nyata perempuan,” ujarnya tegas.

Di akhir acara, suasana penuh semangat terasa jelas. FGD ini bukan hanya ruang bertukar pikiran, tapi telah menjadi panggilan aksi bersama. Indonesia siap mengubah arah—bukan hanya untuk perempuan, tetapi demi kemajuan sektor maritim secara keseluruhan.
Dengan figur-figur seperti Chandra Motik Yusuf di garda depan dan generasi baru yang siap tampil, pesan dari forum ini pun menggaung kuat: laut itu luas, dan ada tempat untuk semua. (ire djafar)

Berita Terkait

Dukung Kelancaran dan Kesejahteraan Buruh, Sektor Pelabuhan Tanjung Priok Bersatu Sosialisasi Program SINTA BIMA
Pelindo Dukung Digitalisasi Koperasi TKBM, Perkuat Tata kelola dan Keselamatan Kerja di Pelabuhan Tanjung Priok
Pushidrosal dan UKHO Perkuat Kerja Sama di Bidang Hidrografi
Danpushidrosal Terima Alexander Dalrymple Award 2026, Pengakuan atas Kontribusi Hidrografi Indonesia
Pelindo Kenalkan Dunia Maritim kepada Siswa SMPN 129 Jakarta melalui Edukasi Kemaritiman
Lima Tahun Bersama Pelindo, Terminal Teluk Lamong Kembali Raih Penghargaan Nasional
PELNI dan BPH Migas Perkuat Tata Kelola JBT untuk Dukung Konektivitas Nasional
Inovasi Baru Terminal Teluk Lamong : Luncurkan Lamong Cukur, Terobosan Baru Program TJSL

Berita Terkait

Friday, 16 October 2026 - 10:31 WIB

Dukung Kelancaran dan Kesejahteraan Buruh, Sektor Pelabuhan Tanjung Priok Bersatu Sosialisasi Program SINTA BIMA

Wednesday, 14 October 2026 - 18:18 WIB

Pelindo Dukung Digitalisasi Koperasi TKBM, Perkuat Tata kelola dan Keselamatan Kerja di Pelabuhan Tanjung Priok

Wednesday, 14 October 2026 - 11:45 WIB

Pushidrosal dan UKHO Perkuat Kerja Sama di Bidang Hidrografi

Tuesday, 13 October 2026 - 17:29 WIB

Danpushidrosal Terima Alexander Dalrymple Award 2026, Pengakuan atas Kontribusi Hidrografi Indonesia

Monday, 12 October 2026 - 17:05 WIB

Pelindo Kenalkan Dunia Maritim kepada Siswa SMPN 129 Jakarta melalui Edukasi Kemaritiman

Berita Terbaru

Berita

Pushidrosal dan UKHO Perkuat Kerja Sama di Bidang Hidrografi

Wednesday, 14 Oct 2026 - 11:45 WIB