Giant Sea Wall: Benteng Pantai Utara Jawa Segera Dibangun, Pemerintah Bentuk Badan Otorita Tanggul Laut

- Pewarta

Tuesday, 17 June 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maritim Indonesia – Pemerintah bersiap mengambil langkah konkret menghadapi ancaman rob dan krisis iklim di kawasan Pantai Utara Jawa. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa akan menjadi prioritas utama di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Insyaallah itu akan terlaksana. Tapi mohon juga bersabar karena kami anggarannya dari waktu ke waktu juga sangat terbatas dan ada prioritas sana-sini, tapi bukan berarti kami diam, tidak. Insyaallah kami akan tetap berjuang bersama-sama menyelesaikan segala permasalahan rob,” tegas Menteri Dody, dalam keterangan tertulis, Senin (16/6).

Pernyataan tersebut menandai keseriusan pemerintah dalam menanggulangi bencana rob secara sistematis dan berkelanjutan. Proyek Giant Sea Wall diproyeksikan menjadi infrastruktur pelindung paling vital bagi wilayah-wilayah padat penduduk dan sentra ekonomi di sepanjang pesisir utara Jawa, mulai dari Banten hingga Gresik. Ancaman rob yang makin intens akibat perubahan iklim ekstrem dan penurunan muka tanah telah menjelma menjadi tantangan nyata yang tak bisa diabaikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita tahu bahwa rob ini sudah lama karena memang kondisi dunia sedang begini, suhu dunia sedang naik, perubahan iklim, dan penurunan tanah sehingga terjadi rob. Oleh karena itu, setelah dilantik Presiden Prabowo langsung menginstruksikan kepada para menteri untuk memikirkan Giant Sea Wall dari Banten hingga Gresik,” kata Dody menjelaskan urgensi proyek ini.

Dody juga menggarisbawahi bahwa perhatian Presiden Prabowo terhadap isu rob bukanlah hal yang baru. Sebaliknya, sudah tertuang dengan jelas dalam visi dan misi Presiden sejak masa kampanye. Dengan demikian, langkah untuk membangun Giant Sea Wall adalah janji yang kini sedang bergerak menuju realisasi.

“Ini bukan semata proyek fisik, tetapi simbol negara hadir dan bertindak melindungi rakyatnya dari ancaman nyata yang makin dekat. Giant Sea Wall akan menjadi warisan infrastruktur besar yang melindungi generasi kini dan mendatang,” ujar Dody.

Sebagai bagian dari langkah strategis, pemerintah juga tengah mempersiapkan pembentukan Badan Otorita Tanggul Laut Pantai Utara Jawa, sebuah lembaga khusus yang akan mengoordinasikan, mengelola, dan memastikan pembangunan serta pengoperasian Giant Sea Wall berjalan secara terintegrasi dan berkelanjutan.

Badan otorita ini diharapkan dapat mempercepat proses penanganan dan perlindungan wilayah pesisir dari Jakarta hingga Semarang, termasuk daerah-daerah kritis seperti Demak yang kerap terdampak parah oleh rob.

“Jika tidak diantisipasi dari sekarang, wilayah Pantura bisa terus-menerus mengalami krisis ekologis dan sosial. Giant Sea Wall adalah salah satu instrumen besar negara untuk menyelamatkan masa depan. Kami serius, dan kami ingin masyarakat tahu bahwa pemerintah tidak tinggal diam,” tambah Dody.

Di tengah tantangan anggaran dan prioritas pembangunan lain yang tak kalah mendesak, pemerintah tetap berkomitmen untuk menjadikan proyek tanggul laut ini sebagai agenda penting nasional.

“Kita sedang bicara tentang benteng peradaban. Bukan soal beton semata, tapi tentang bagaimana kita membentengi tanah air dari gempuran zaman dan iklim. Giant Sea Wall adalah bentuk nyata dari kepemimpinan yang berpihak pada rakyat pesisir,” pungkasnya. (edric)

— idj / idj —

Berita Terkait

IPCM Perkuat Fondasi Kinerja: Rakernas 2026 Fokus Pada Integrasi, Efisiensi dan Keunggulan Layanan
Perkuat Layanan Maritim Global, SPJM Teken Kerja Sama Kemitraan Strategis dengan NORDEN A/S
SPSL Group Annual Meeting 2026: Perkuat Transformasi, PT Multi Terminal Indonesia Borong 3 Penghargaan
Tingkatkan Konektivitas Pelayaran, PELNI Rampungkan Implementasi SisKomKap di 25 Kapal Penumpang
PT Multi Terminal Indonesia Pastikan, Kegiatan Pelayanan Operasional Tetap Berjalan Normal Selama Ramadhan
Satukan Tekad, PT Multi Terminal Indonesia Gelar Rapat Kerja Tahun 2026
Pelindo Petikemas Dukung Koperasi Merah Putih Ekspor 50 Ton Arang Tempurung Kelapa ke China
Mudik Gratis Lebaran 2026, Pelindo Siapkan 7.000 Kursi bagi Masyarakat

Berita Terkait

Tuesday, 3 March 2026 - 09:21 WIB

IPCM Perkuat Fondasi Kinerja: Rakernas 2026 Fokus Pada Integrasi, Efisiensi dan Keunggulan Layanan

Tuesday, 3 March 2026 - 08:31 WIB

Perkuat Layanan Maritim Global, SPJM Teken Kerja Sama Kemitraan Strategis dengan NORDEN A/S

Tuesday, 3 March 2026 - 08:13 WIB

SPSL Group Annual Meeting 2026: Perkuat Transformasi, PT Multi Terminal Indonesia Borong 3 Penghargaan

Tuesday, 3 March 2026 - 07:56 WIB

Tingkatkan Konektivitas Pelayaran, PELNI Rampungkan Implementasi SisKomKap di 25 Kapal Penumpang

Tuesday, 3 March 2026 - 07:48 WIB

PT Multi Terminal Indonesia Pastikan, Kegiatan Pelayanan Operasional Tetap Berjalan Normal Selama Ramadhan

Berita Terbaru