Kemenhub dan Asosiasi Pengemudi Duduk Bersama Bahas Solusi ODOL yang Berkeadilan

- Pewarta

Wednesday, 25 June 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maritim Indonesia – Pemerintah terus mendengar dan bergerak. Menyikapi aksi unjuk rasa dari para pengemudi truk yang terjadi di sejumlah daerah terkait penanganan kendaraan over dimension dan over loading (ODOL), Kementerian Perhubungan bersama para stakeholder menggelar diskusi terbuka bersama Asosiasi Pengemudi Angkutan Barang di Kantor Pusat Kemenhub, Selasa (24/6).

Diskusi ini menjadi langkah konkret untuk menampung aspirasi para pengemudi yang selama ini merasa kurang didengar. Beberapa tuntutan utama dalam unjuk rasa tersebut mencakup:

-Tarif pengangkutan yang lebih adil,
-Perlindungan hukum dan jaminan sosial bagi pengemudi,
-Penerapan sanksi pelanggaran yang menyasar pemilik barang dan kendaraan.
-Pemberantasan praktik pungli dan premanisme di lapangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami catat dan terima aspirasi para pengemudi angkutan barang. Melalui kebijakan penanganan kendaraan lebih dimensi dan lebih muatan, kita berharap terciptanya tata kelola angkutan logistik yang berkeadilan dan humanis,” tegas Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan saat membuka diskusi.

Aan menegaskan, kebijakan ODOL ini bukan sekadar urusan teknis, melainkan menyangkut keselamatan jiwa. Beberapa kecelakaan fatal yang melibatkan kendaraan ODOL telah menelan banyak korban, termasuk kasus tragis di Purworejo.

“Ini sudah menjadi perhatian Presiden Republik Indonesia. Seluruh kementerian dan lembaga harus bergerak bersama menyelesaikan persoalan ini dari hulu hingga hilir,” tambahnya.

Lebih lanjut, Aan menjelaskan bahwa kelebihan dimensi dan muatan bukan hanya meningkatkan risiko kecelakaan, tetapi juga memperparah kerusakan infrastruktur, memperpendek usia kendaraan, meningkatkan polusi udara, dan pemborosan BBM.

“Rencana penanganan ODOL akan mengedepankan teknologi. Pendataan angkutan barang akan terintegrasi secara elektronik, pengawasan dilakukan digital, semua untuk kemudahan dan transparansi,” jelasnya.

Diskusi juga dihadiri Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Kemenko Marves, Odo R.M Manuhutu, yang menekankan bahwa perhatian utama pemerintah adalah kesejahteraan pengemudi.

“Kita akan mendorong standardisasi waktu kerja dan upah yang adil bagi para pengemudi. Isu ini bukan baru, namun penyelesaiannya butuh keberanian mengambil langkah holistik,” kata Odo.

Ia mengingatkan bahwa penyelesaian ODOL tidak bisa dilakukan dari hilir semata.

“Penindakan saja tidak cukup. Kita harus mulai dari hulu, dari regulasi-regulasi yang dibuat tiap kementerian/lembaga,” jelasnya.

“Kita harus menghindari dikotomi antara barang dan keselamatan manusia. Jangan sampai ekonomi dijadikan alasan mengorbankan nyawa. Keselamatan harus menjadi orientasi utama dalam logistik,” tandasnya.

Sementara itu, Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho memandang penanganan ODOL sebagai wujud ketertiban nasional.

“Cara bangsa berlalu lintas mencerminkan kualitas peradabannya. Indonesia menuju bebas ODOL harus mempertimbangkan aspek ekonomi, logistik, dan sosial secara menyeluruh,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa over dimension adalah kejahatan lalu lintas yang dilakukan secara sistematis oleh pengusaha atau karoseri, sementara over loading adalah pelanggaran lalu lintas, dan penanganannya pun berbeda.

“Kita boleh hidup di jalan yang lurus, tapi jangan sampai meninggal di jalan yang lurus,” pungkasnya.

Turut hadir dalam diskusi ini Wakil Menteri Perhubungan, Suntana; Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Sukanda; Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Ernita Titis Dewi; jajaran Direktur di Ditjen Hubdat, serta para perwakilan Asosiasi Pengemudi Angkutan Barang. (ire djafar)

Berita Terkait

IPCM Perkuat Fondasi Kinerja: Rakernas 2026 Fokus Pada Integrasi, Efisiensi dan Keunggulan Layanan
Perkuat Layanan Maritim Global, SPJM Teken Kerja Sama Kemitraan Strategis dengan NORDEN A/S
SPSL Group Annual Meeting 2026: Perkuat Transformasi, PT Multi Terminal Indonesia Borong 3 Penghargaan
Tingkatkan Konektivitas Pelayaran, PELNI Rampungkan Implementasi SisKomKap di 25 Kapal Penumpang
PT Multi Terminal Indonesia Pastikan, Kegiatan Pelayanan Operasional Tetap Berjalan Normal Selama Ramadhan
Satukan Tekad, PT Multi Terminal Indonesia Gelar Rapat Kerja Tahun 2026
Pelindo Petikemas Dukung Koperasi Merah Putih Ekspor 50 Ton Arang Tempurung Kelapa ke China
Mudik Gratis Lebaran 2026, Pelindo Siapkan 7.000 Kursi bagi Masyarakat

Berita Terkait

Tuesday, 3 March 2026 - 09:21 WIB

IPCM Perkuat Fondasi Kinerja: Rakernas 2026 Fokus Pada Integrasi, Efisiensi dan Keunggulan Layanan

Tuesday, 3 March 2026 - 08:31 WIB

Perkuat Layanan Maritim Global, SPJM Teken Kerja Sama Kemitraan Strategis dengan NORDEN A/S

Tuesday, 3 March 2026 - 08:13 WIB

SPSL Group Annual Meeting 2026: Perkuat Transformasi, PT Multi Terminal Indonesia Borong 3 Penghargaan

Tuesday, 3 March 2026 - 07:56 WIB

Tingkatkan Konektivitas Pelayaran, PELNI Rampungkan Implementasi SisKomKap di 25 Kapal Penumpang

Tuesday, 3 March 2026 - 07:48 WIB

PT Multi Terminal Indonesia Pastikan, Kegiatan Pelayanan Operasional Tetap Berjalan Normal Selama Ramadhan

Berita Terbaru