Dari Regulasi hingga Teknologi, IPERINDO Kupas Tantangan dan Peluang Industri Kapal Nasional

- Pewarta

Thursday, 11 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maritim Indonesia — Industri perkapalan kembali menjadi sorotan dalam Seminar Nasional Industri Perkapalan yang digelar IPERINDO di Ruang Garuda Lantai 2, Kementerian Perindustrian, Kamis (11/12). Kegiatan ini menghadirkan Menteri Perindustrian, Dr. Agus Gumiwang Kartasasmita, sebagai keynote speaker, serta sejumlah pemangku kepentingan dari sektor maritim, industri, pelayaran, hingga perikanan.

Mengusung tema “Penguatan Industri Kapal Nasional untuk Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi dan Teknologi Kapal Masa Depan”, seminar ini membahas langkah-langkah strategis untuk memperkuat industri perkapalan nasional dalam mendukung target Pemerintah menuju pertumbuhan ekonomi 8% dan kontribusi sektor industri pada level 25–30% di era Indonesia Emas 2045.

Ketua Umum IPERINDO, Ir. Anita Puji Utami, dalam sambutannya menegaskan bahwa industri perkapalan merupakan sektor kunci dalam menjaga konektivitas nasional, distribusi logistik, pertahanan negara, serta pertumbuhan industri turunan seperti baja, mesin, dan komponen kapal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebagai negara maritim, kebutuhan pembangunan, perawatan, dan modernisasi kapal terus meningkat. Industri kapal nasional harus menjadi produsen yang mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus memiliki daya saing global,” ujar Anita.

Ia menjelaskan, ekosistem industri kapal kini bergerak ke fase yang semakin strategis seiring meningkatnya permintaan kapal untuk program tol laut, energi, pertambangan, hingga sektor perikanan. Saat ini IPERINDO menaungi 265 perusahaan yang tersebar di 15 provinsi, dengan kapasitas reparasi mencapai 36.000 dock space per tahun dan pembangunan kapal sekitar 900 dock space per tahun.

Forum ini juga menyoroti sejumlah tantangan, mulai dari dominasi kapal impor, kebutuhan pembiayaan yang lebih kompetitif, hingga perlunya harmonisasi regulasi serta konsistensi penerapan TKDN. Di sisi lain, galangan nasional telah mulai mengadopsi teknologi digital, meningkatkan kapasitas produksi, dan memperluas kemampuan rantai pasok komponen dalam negeri.

Penasehat IPERINDO, Bambang W. Djojohadikusumo, yang sekaligus membuka acara, menekankan besarnya peluang pasar pembangunan kapal di dalam negeri. Mulai dari rencana pembangunan 80 kapal tanker Pertamina, ratusan set tug and barge untuk sektor minerba, hingga lebih dari 2.500 kapal perikanan dalam beberapa tahun ke depan.

“Potensi ini dapat menjadi motor penggerak sektor industri, dengan catatan tersedia skema pembiayaan yang kompetitif, harmonisasi kebijakan, dan keberpihakan pada pembangunan kapal dalam negeri,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal ILMATE, Dr. Setia Diarta, menyampaikan bahwa sektor industri manufaktur masih memegang peran sentral dalam perekonomian nasional. Ia menegaskan perlunya peningkatan daya saing melalui inovasi teknologi, efisiensi produksi, dan kemitraan strategis agar industri perkapalan Indonesia mampu bersaing di pasar global.

Seminar ini menghadirkan lima narasumber yang membahas berbagai topik strategis, mulai dari arah kebijakan industri perkapalan, potensi pasar kapal nasional, modernisasi armada perikanan, kebutuhan armada logistik nasional, hingga pengembangan teknologi kapal masa depan seperti zero emission dan digitalisasi.

Melalui forum ini, IPERINDO berharap tersusun rekomendasi konkret untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai negara produsen kapal yang mandiri dan berdaya saing, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan teknologi maritim nasional. (ire djafar)

Berita Terkait

Bersama PELITA 2026, IPCC Rawat Tumbuh Kembang Generasi Bangsa
Wujud Syukur dan Kepedulian Lingkungan, Pelindo Regional 2 Banten Gelar Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim
TPK Koja Pastikan Kelancaran Operasional dan Pelayanan Terminal Tetap Terjaga
Gelombang Kedua, Kapal PELNI Angkut Ratusan Ton Barang Bantuan ke NTT
Perkuat Tata Kelola BBM, PELNI Bersama KPK Pantau Proses Bunkering Kapal Perintis
Danantara Perkuat Transformasi Pelindo, Laba Semester I 2026 Tumbuh 60%
Pelindo Regional 2 Banten Perkuat Kolaborasi dengan Pengguna Jasa melalui Voice of Customer
Pelindo dan BNN Perkuat Edukasi Antinarkoba bagi Pelajar

Berita Terkait

Monday, 31 August 2026 - 20:41 WIB

Bersama PELITA 2026, IPCC Rawat Tumbuh Kembang Generasi Bangsa

Monday, 31 August 2026 - 20:22 WIB

Wujud Syukur dan Kepedulian Lingkungan, Pelindo Regional 2 Banten Gelar Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim

Monday, 31 August 2026 - 14:21 WIB

TPK Koja Pastikan Kelancaran Operasional dan Pelayanan Terminal Tetap Terjaga

Saturday, 29 August 2026 - 18:10 WIB

Gelombang Kedua, Kapal PELNI Angkut Ratusan Ton Barang Bantuan ke NTT

Friday, 28 August 2026 - 21:26 WIB

Perkuat Tata Kelola BBM, PELNI Bersama KPK Pantau Proses Bunkering Kapal Perintis

Berita Terbaru