Perkuat Tata Kelola BBM, PELNI Bersama KPK Pantau Proses Bunkering Kapal Perintis

- Pewarta

Friday, 28 August 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maritim Indonesia – PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemantauan proses pengisian bahan bakar minyak (BBM) atau bunkering pada KM Sabuk Nusantara 92 di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya pada Jumat (28/8).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pengawasan penggunaan dan pengelolaan BBM yang sebelumnya telah dilakukan bersama KPK di Jakarta pada Juli lalu. Pemantauan di Surabaya menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat pengawasan BBM di lingkungan operasional PELNI.

Proses pemantauan bunkering dihadiri oleh Vice President Hukum dan Kepatuhan PELNI, Agustinus Prima; Vice President BBM PELNI l, Romadhoni; Kepala Cabang PELNI Surabaya, Roni Abdullah; Manager Integrated Terminal (IT) Surabaya PT Pertamina Patra Niaga, Indriati Purba Lestari, serta perwakilan surveyor dari Sucofindo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekretaris Perusahaan PELNI Ditto Pappilanda mengatakan pengawasan terhadap pengelolaan BBM merupakan bagian penting dari komitmen perusahaan dalam memperkuat tata kelola dan memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan.

“PELNI berkomitmen untuk terus memperkuat pengawasan dan memastikan pengelolaan BBM dilakukan secara transparan dan akuntabel. Kolaborasi dengan KPK dan para pihak terkait menjadi bagian penting untuk memastikan proses di lapangan berjalan sesuai prosedur dan prinsip tata kelola perusahaan yang baik,” ujar Ditto.

Ditto menambahkan penguatan tata kelola dilakukan tidak hanya melalui pengawasan di lapangan, tetapi juga melalui pencatatan dan pengendalian penggunaan BBM selama kapal beroperasi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penggunaan BBM dapat dipantau dengan baik dan dipertanggungjawabkan.

Sebagai informasi, Surabaya menjadi lokasi kedua pemantauan proses bunkering oleh KPK setelah sebelumnya dilakukan di Cabang PELNI Jakarta. Pemantauan ini merupakan bagian dari rangkaian pengawasan yang dilakukan secara bertahap di sejumlah cabang PELNI untuk melihat pelaksanaan proses bunkering dan pengelolaan BBM di lapangan.

Melalui pengawasan yang berkelanjutan dan kolaborasi dengan berbagai pihak, PELNI terus berupaya meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan sebagai bagian dari penerapan tata kelola perusahaan yang baik. (ire djafar)

 

Berita Terkait

Danantara Perkuat Transformasi Pelindo, Laba Semester I 2026 Tumbuh 60%
Jejak Panjang Pengabdian Andi Hartono, dari Kantor Pusat hingga Menjaga Keselamatan Pelayaran di Makassar
Layani Sepenuh Hati, IPCC Dukung Pengiriman Bantuan Kemanusiaan PMI ke Nusa Tenggara Timur
Pushidrosal Perkuat Sinergi Hidro-Oseanografi dan Pertahanan Maritim di Wilayah Perbatasan Nasional
Pascagempa NTT, Kemenhub Optimalkan Transportasi Laut untuk Distribusi Bantuan Kemanusiaan
Buka Posko Bersama Kemenhub, PELNI dan Pelindo Tunjukan Sinergi untuk Galang Bantuan Bencana NTT
Angkut Bantuan, Kemenhub Berikan Potongan Harga 100 Persen Tarif Muatan Barang di Kapal PELNI
EPI Perkuat Keandalan Layanan OPS melalui SLA-SLG, Dukung Transformasi Green Port Tanjung Priok

Berita Terkait

Friday, 28 August 2026 - 21:26 WIB

Perkuat Tata Kelola BBM, PELNI Bersama KPK Pantau Proses Bunkering Kapal Perintis

Friday, 28 August 2026 - 11:17 WIB

Danantara Perkuat Transformasi Pelindo, Laba Semester I 2026 Tumbuh 60%

Wednesday, 26 August 2026 - 20:28 WIB

Jejak Panjang Pengabdian Andi Hartono, dari Kantor Pusat hingga Menjaga Keselamatan Pelayaran di Makassar

Saturday, 22 August 2026 - 21:58 WIB

Layani Sepenuh Hati, IPCC Dukung Pengiriman Bantuan Kemanusiaan PMI ke Nusa Tenggara Timur

Saturday, 22 August 2026 - 14:17 WIB

Pushidrosal Perkuat Sinergi Hidro-Oseanografi dan Pertahanan Maritim di Wilayah Perbatasan Nasional

Berita Terbaru