Kenaikan Harga BBM Berdampak pada Layanan Pemanduan dan Penundaan di Pelabuhan

- Pewarta

Thursday, 16 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maritim Indonesia – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), khususnya solar industri yang pada hari ini telah mencapai Rp 30.550 / liter, memberikan tekanan langsung terhadap biaya operasional layanan pemanduan dan penundaan di pelabuhan.

Kondisi ini dirasakan oleh Badan Usaha Pelabuhan (BUP) yang menerima pelimpahan layanan pemanduan dan penundaan di Indonesia, mengingat komponen BBM merupakan salah satu biaya utama dalam pengoperasian kapal tunda, hingga sebesar 25-30%.

Sehubungan dengan hal tersebut, diperlukan penyesuaian tarif layanan yang dilakukan, guna menjaga keberlanjutan usaha dan layanan tetap optimal dan berstandar keselamatan tinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Umum ABUPI, Liana Trisnawati, menyampaikan bahwa, “Fluktuasi harga BBM memberikan tekanan langsung terhadap biaya operasional, khususnya pada layanan pemanduan dan penundaan. Oleh karena itu, diperlukan kajian dan penyesuaian tarif, dengan tetap menjaga keseimbangan antara keberlanjutan usaha dan kualitas layanan.”

Sementara itu, Direktur Utama PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (Cilegon Port), Muhammad Willy, menambahkan bahwa kondisi ini perlu mendapat perhatian bersama.

“Komponen BBM merupakan biaya utama dalam operasional kapal tunda. Tanpa adanya penyesuaian tarif, akan terjadi tekanan terhadap operasional yang berpotensi mempengaruhi kualitas layanan di lapangan,” jelasnya.

DPP INSA (Indonesian National Shipowners’ Association) diharapkan dapat menginisiasi pembahasan bersama para pemangku kepentingan, termasuk BUP dan regulator dalam hal ini Kementerian Perhubungan, untuk mencari solusi penyesuaian tarif yang berimbang.

Sinergi dan koordinasi antar pelaku usaha menjadi kunci dalam menjaga stabilitas layanan pelabuhan di tengah dinamika biaya operasional saat ini.

Hal ini disampaikan sebagai bagian dari upaya semua sektor dan instansi terkait untuk sama-sama bersinergi dalam menjaga keberlangsungan dan kualitas layanan kepelabuhanan nasional. (ire djafar)

Berita Terkait

IPCM Masuk Indeks IDX MES BUMN 17, Perkuat Posisi Sebagai Emiten BUMN Syariah
RAC 2026 Tentukan Arah Organisasi Lima Tahun Mendatang, DPC INSA Jaya Ajak Anggota Berpartisipasi Aktif
Dorong Regenerasi Pelaut Nasional, PELNI Perkuat Kolaborasi dengan Dunia Pendidikan
Semangat Idul Adha Menguatkan Kepedulian, ASDP Salurkan Kurban Hingga Wilayah 3TP
Arus Ekspor Menguat, Kinerja IPCC Awal Kuartal ll Kian Solid dan Tumbuh Hingga 16,01%
Perkuat Perdagangan Intra-Asia, IPC TPK Layani Perdana Service SCJX X-Press Feeders
IPC TPK Tebar Kepedulian Iduladha ke Seluruh Wilayah Operasional
Pelindo Catat Kenaikan Arus Peti Kemas: Segmen Internasional Tembus 11 Persen, Sinyal Positif bagi Ekonomi Indonesia

Berita Terkait

Monday, 1 June 2026 - 02:25 WIB

IPCM Masuk Indeks IDX MES BUMN 17, Perkuat Posisi Sebagai Emiten BUMN Syariah

Sunday, 31 May 2026 - 08:00 WIB

RAC 2026 Tentukan Arah Organisasi Lima Tahun Mendatang, DPC INSA Jaya Ajak Anggota Berpartisipasi Aktif

Friday, 29 May 2026 - 16:39 WIB

Dorong Regenerasi Pelaut Nasional, PELNI Perkuat Kolaborasi dengan Dunia Pendidikan

Friday, 29 May 2026 - 16:13 WIB

Semangat Idul Adha Menguatkan Kepedulian, ASDP Salurkan Kurban Hingga Wilayah 3TP

Friday, 29 May 2026 - 16:04 WIB

Arus Ekspor Menguat, Kinerja IPCC Awal Kuartal ll Kian Solid dan Tumbuh Hingga 16,01%

Berita Terbaru