Dari FGD SP TPK Koja: Wujudkan LKS Tripartit Sektoral dan Bentuk Lembaga Pendidikan dan Bantuan Hukum Struktual Bagi Pekerja

- Pewarta

Monday, 15 January 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maritim Indonesia — Serikat Pekerja TPK Koja (SP TPK Koja) dan pekerja TPK Koja hingga saat ini tetap berkomitmen bersama untuk menjaga kemajuan usaha dan kondusifitas dilingkungan perusahaan. Hal tersebut terlihat dengan adanya profesionalisme para pekerja yang telah dibuktikan dengan meningkatnya produktivitas throughput TPK Koja selama tahun 2023.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum SP TPK Koja, Farudi dalam sambutannya di acara Forum Group Discussion (FGD) yang digelar oleh SP TPK Koja, di Ruang Serba Guna Kantor TPK Koja Jakarta Utara, Minggu (14/01).

“Kedepan, soliditas seluruh serikat pekerja di sektor pelabuhan wajib terbentuk dan diwujudkan, dan itu sudah menjadi keharusan dan kewajiban kita semua,” kata Farudi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

FGD yang mengangkat tema “Optimalisasi Produktivitas & Sinergitas Antara Perusahaan dan Serikat Pekerja Pada Sektor Pelabuhan Di Indonesia”, dihadiri oleh lintas Serikat Pekerja di lingkungan Pelabuhan Indonesia dan Otoritas Pelabuhan Indonesia; KSOP Utama Tanjung Priok yang diwakili oleh Ibu Ami (Kasi Kepelabuhanan), Ketua SP TPK Surabaya, Hendro; SP JICT; SP TKBM, Syukur; SP NPCT 1; SP TPK Teluk Lamong; Sekar JICT; SP IKT dan Paguyuban Supir Truk, 3 Federasi Serikat Pekerja, international Trade Worker’s Federation (ITF), para aktivis buruh, akademisi dan praktisi hukum.

“Walaupun perwakilan dari manajemen KSO TPK Koja berhalangan hadir, namun kami mengucapkan terimakasih atas kedatangan bapak ibu, serta teman-teman semua, tentu saja kehadiran kita semua disini hari ini telah menunjukkan profesionalisme kita sebagai pekerja, yang siap berkomitmen untuk bersama-sama bersinergi menjaga kondusifitas dalam upaya meningkatkan dan mengoptimalkan produktivitas perusahaan,” ungkap Farudi.

Dikatakan Farudi, kondisi yang dialami SP TPK Koja adalah gambaran nyata kondisi pekerja di Pelabuhan, yang mana didalamnya masih ada potensi ketidakadilan distribusi hak pekerja yang produktif namun mendapatkan degradasi hak sepihak.

Namun di lain sisi, lanjut Farudi, meskipun situasi ini menyedihkan SP TPK Koja dan Pekerja tetap berkomitmen menjaga kemajuan perusahaan dan senantiasa menjaga agar lingkungan kerja di perusahaan tetap kondusif, aman dan terkendali.

Kasi Kepelabuhanan KSOP Utama Tanjung Priok, Ami, sebagai salah satu pembicara dalam FGD tersebut menjelaskan, pihaknya selaku Pemerintah akan memastikan seluruh kegiatan di pelabuhan telah memiliki aturan yang jelas.

“KSOP Utama Tanjung Priok selaku Regulator dapat memberikan dukungan sesuai aturan yang berlaku, terutama dalam upaya memastikan kondusifitas tetap terjaga agar produktivitas kinerja meningkat,” jelas Ami.

Faisal Rizza, pembicara yang mewakili kalangan akademisi mengatakan, produktivitas dan kesejahteraan harus seiring sejalan, berdasarkan Undang Undang nomor 21/2000 tugas dan tanggung jawab telah melekat bagi seluruh anggota Serikat Pekerja.

“Oleh karena itu, perlindungan berikut kesejahteraan anggota harus menjadi prioritas bersama. Selain itu pendekatan dialog sosial juga harus selalu dikedepankan, salah satunya mendorong pembentukan LKS Tripartit Sektor Pelabuhan sebagai wadah resminya,” tutur Faisal Rizza.

Masykur Isnan, selaku pembicara dari kalangan praktisi hukum dan Tim Hukum SP TPK Koja, menegaskan bahwa pendekatan berbasis massa perlu digalang sebagai bagian dari langkah strategis dan taktikal bagi serikat pekerja di sektor Pelabuhan.

“Tinggal bagaimana kita bisa memainkan momentum,” ujarnya.

Pararel dengan hal tersebut, lanjut Masykur, basis intelektual juga perlu dibangun melalui sistem pendidikan dan bantuan hukum structural dan sistematis, serikat pekerja kekinian harus memiliki 2 hal utama, yaitu basis massa dan basis intelektual.

Dalam FGD tersebut dirumuskan terbentuknya soliditas seluruh serikat pekerja sektor Pelabuhan Indonesia dalam wadah bersama dalam waktu sesegera mungkin, mendorong terwujudnya LKS Tripartit Sektoral dan membentuk Lembaga Pendidikan dan Bantuan Hukum struktual bagi pekerja. (ire djafar)

Berita Terkait

Forum Komunikasi DPD–DPD dan DPA–DPA IKAL Lemhannas RI Gelar Rakornas, Sepakati Pembentukan Tim Reformasi
Kereta Api Petani dan Pedagang Siap Dioperasikan, Tarif Hanya Rp3 Ribu, Ini Syarat dan Ketentuan Penggunanya
Tingkatkan Kelancaran Penyeberangan Jelang Nataru, ASDP Operasikan Layanan Kapal Express Melalui Dua Dermaga di Merak-Bakauheni
Komitmen Implementasi Prinsip Keberlanjutan, IPCM Raih Tiga Penghargaan pada ESG Initiative Awards 2025
ASDP Jaga Denyut Mobilitas dan Bantu Pemulihan Bencana di Sumatera di Situasi Cuaca Ekstrem
IFBEX 2025 Resmi Dibuka: Sinergi Franchise dan Teknologi Digital Dorong Lahirnya Wirausaha Masa Depan
Pelindo Regional 4 Terima Penyerahan Izin Operasi dari Kemenhub
Danpushidrosal Tinjau Pembangunan KRI Canopus-936 di Galangan Abeking dan  Rasmussen, Jerman

Berita Terkait

Sunday, 30 November 2025 - 14:10 WIB

Forum Komunikasi DPD–DPD dan DPA–DPA IKAL Lemhannas RI Gelar Rakornas, Sepakati Pembentukan Tim Reformasi

Sunday, 30 November 2025 - 13:47 WIB

Kereta Api Petani dan Pedagang Siap Dioperasikan, Tarif Hanya Rp3 Ribu, Ini Syarat dan Ketentuan Penggunanya

Sunday, 30 November 2025 - 13:37 WIB

Tingkatkan Kelancaran Penyeberangan Jelang Nataru, ASDP Operasikan Layanan Kapal Express Melalui Dua Dermaga di Merak-Bakauheni

Sunday, 30 November 2025 - 08:05 WIB

Komitmen Implementasi Prinsip Keberlanjutan, IPCM Raih Tiga Penghargaan pada ESG Initiative Awards 2025

Saturday, 29 November 2025 - 15:36 WIB

ASDP Jaga Denyut Mobilitas dan Bantu Pemulihan Bencana di Sumatera di Situasi Cuaca Ekstrem

Berita Terbaru