Pelindo Mulai Fokus Membangun Kawasan Industri Terintegrasi Pelabuhan di Kuala Tanjung

- Pewarta

Wednesday, 31 January 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Pelindo tahun ini mulai membangun Kawasan Industri Kuala Tanjung yang terintegrasi dengan Pelabuhan Kuala Tanjung. Upaya menjadi traffic stimulator”

Kawasan Industri Kuala Tanjung.
Kawasan Industri Kuala Tanjung.

MaritimIndonesia — PT Pelabuhan Indonesia (Persero)/ Pelindo kini fokus mengembangkan Kawasan Industri Kuala Tanjung (KIKT). Kawasan industri yang berlokasi di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, ini berjarak satu kilometer dari Pelabuhan Kuala Tanjung.

Kawasan Industri Kuala Tanjung dikelola anak perusahaan Pelindo, yakni PT Pelindo Solusi Logistik (SPSL) melalui anak usahanya PT Prima Pengembangan Kawasan (PPK). Sementara itu, Pelabuhan Kuala Tanjung dikelola anak perusahaan Pelindo yang lain, yakni PT Pelindo Multi Terminal (SPMT).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sampai akhir tahun lalu, PT Prima Pengembangan Kawasan sudah membebaskan lahan seluas 57 hektare. Lahan tersebut berada dalam satu hamparan,” kata Direktur Utama PT Pelindo Solusi Logistik (SPSL) Joko Noerhudha di Jakarta, 31 Januari 2024.

Joko menjelaskan, sepanjang tahun 2024, PT PPK akan fokus pada fase pertama, yakni pekerjaan pembersihan lahan dan pematangan lahan yang sudah dibebaskan. “Kita juga sekalian mengurus sertifikat dan perizinannya,” katanya.

Pada fase berikutnya, kata Joko, PT PPK akan fokus pada pekerjaan pembangunan pintu gerbang (gate) dan jalan masuk. Pada fase ketiga, Pelindo akan membereskan pekerjaan infrastruktur dasar. “Kita akan bekerja sama dengan sejumlah BUMN dan perusahaan daerah,” ujar Joko lagi.

Untuk pengadaan listrik, PT PPK akan mengajak PT PLN (Persero). Gas akan disediakan PT Pertagas Niaga, anak perusahaan Pertamina. Jaringan telekomunikasi akan digarap sejumlah provider. Air akan disuplai PDAM Tirta Tanjung, perusahaan daerah milik Kabupaten Batubara.

Berbarengan dengan pekerjaan infrastruktur dasar, PT PPK juga gencar mempromosikan dan memasarkan KIKT melalui berbagai forum kegiatan investasi. Salah satunya adalah dalam North Sumatera Invest Promotion Forum 2023 di Jakarta pada 21 Agustus 2023 lalu.

Pelindo pada 2024 ini akan fokus pada pengembangan kawasan industri yang terintegrasi dengan pelabuhan. “Kita mulai bergerak dari pelayanan pelabuhan (gateway) yang efisien menuju traffic stimulator,” kata Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono di Jakarta, 31 Januari 2024.

Menurut Arif, dengan kondisi ekonomi global dan Indonesia yang cenderung stagnan, lalu lintas arus barang akan meningkat terbatas. Karena itu, Pelindo berkepentingan menaikkan volume lalu lintas arus barang dengan mendorong pelabuhan yang terintegrasi dengan kawasan industri (hinterland) agar pertumbuhan perusahaan bisa meningkat lebih tinggi.

Saat ini, Pelindo sedang mengembangkan tiga pelabuhan yang terintegrasi dengan kawasan industri, yakni Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur, bekerja sama dengan AKR Corporindo, Terminal Kijing di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, dan Kuala Tanjung, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara.

“Tujuannya adalah menciptakan biaya logistik yang lebih efisien dan sekaligus mendorong penguatan ekonomi kawasan,” kata Arif lagi. Dia menambahkan, JIIPE memiliki penyewa-penyewa yang terkoneksi dengan PT Freeport Indonesia. Di JIIPE, Freeport memiliki pabrik pemurnian logam (smelter). Luas kawasan industri di JIIPE mencapai 1.761 hektare.

Di Kijing, Pelindo saat ini sudah menguasai lahan seluas 124 hektare yang disiapkan sebagai kawasan industri. Lokasinya persis di belakang Terminal Kijing. Pelabuhan dan kawasan industri ini bisa mengakomodasi dua komoditas utama Kalimantan Barat, yakni minyak kelapa sawit dan bauksit. Cadangan bauksit di Kalimantan Barat mencapai 67 persen dari total cadangan Indonesia.

Kuala Tanjung sudah menjadi basis industri minyak kelapa sawit dan logam di Sumatera Utara. Keberadaan kawasan industri yang menyatu dengan pelabuhan akan membuat arus barang lancar dan efisien. Apalagi, KIKT juga sudah terhubung dengan Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei melalui jalan tol dan jalur kereta api. (red)

 

idj / idj

 

Berita Terkait

ABUPI Konsolidasikan Kekuatan Nasional, Satukan Stakeholder Perkuat Kolaborasi Jasa Kepelabuhanan
Proses Hukum MT. HASIL Berlanjut ke Tahap II, Bukti Nyata Konsistensi Penegakan Hukum di Perairan Indonesia
TTL Torehkan Prestasi: Kampung Hidroponik Raih Penghargaan TJSL di HUT ke-20 Berita Jatim Award
IPCC Tumbuh 7,35% di Awal 2026, Kinerja Tetap Terjaga di Tengah Tekanan Global
Pushidrosal Hadiri 4th Session of the IHO Assembly 2026 di Monaco, Perkuat Peran Indonesia Dalam Hidrografi Global
Ketua WIMA INA: Awak Kapal Perempuan Bukan Simbol, Tapi Perubahan Nyata
Dirjen Hubla Buka Seminar Nasional Kepelabuhanan Abupi: Perkuat Sinergi, Dorong Transformasi Pelabuhan Nasional
MNP Dilirik Investor Global, Abu Dhabi Ports Group Tinjau Potensi Hub Indonesia Timur

Berita Terkait

Sunday, 26 April 2026 - 09:54 WIB

ABUPI Konsolidasikan Kekuatan Nasional, Satukan Stakeholder Perkuat Kolaborasi Jasa Kepelabuhanan

Sunday, 26 April 2026 - 06:24 WIB

Proses Hukum MT. HASIL Berlanjut ke Tahap II, Bukti Nyata Konsistensi Penegakan Hukum di Perairan Indonesia

Thursday, 23 April 2026 - 15:17 WIB

TTL Torehkan Prestasi: Kampung Hidroponik Raih Penghargaan TJSL di HUT ke-20 Berita Jatim Award

Thursday, 23 April 2026 - 09:38 WIB

IPCC Tumbuh 7,35% di Awal 2026, Kinerja Tetap Terjaga di Tengah Tekanan Global

Wednesday, 22 April 2026 - 09:56 WIB

Pushidrosal Hadiri 4th Session of the IHO Assembly 2026 di Monaco, Perkuat Peran Indonesia Dalam Hidrografi Global

Berita Terbaru