Harumkan Nama Bangsa, Mayor Kridha menjadi Perwira TNI AL Pertama yang Menyelam Hingga 7.161 Meter di Laut Selatan 

- Pewarta

Thursday, 28 March 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maritim Indonesia — Seorang Perwira TNI AL, yakni Mayor Laut (P) Kridha Budhi Handaya tercatat sebagai perwira TNI AL pertama yang menyelam hingga 7.161 meter di Laut Selatan. Perwira yang sehari-harinya berdinas di Pushidrosal sebagai Pabanda Latgabpadma Sopssurta Pushidrosal tersebut ditugaskan sebagai Security Officer (SO) dalam Java Trench Joint Dive Expedition 2024 yang merupakan kerja sama riset China – Indonesia, Kolaborasi antara BRIN dengan Institute of Deep-sea Science and Engineering, Chinese Academy of Sciences (IDSSE-CAS) Sebagai upaya untuk membangkitkan semangat riset laut dalam.

Java Trench Joint Dive Expedition 2024. ini dikoordinasikan oleh Kedeputian Sumber Daya Maritim, Kemenkomarves dengan melibatkan peneliti dari BRIN, Universitas Halu Oleo Kendari, dan Universitas Hang Tuah Surabaya. Ekspedisi ini menggunakan kapal riset RV Tan Suo Yi Hao yang dilengkapi dengan Kapal Selam Mini Human Operated Vehicle (HOV) Fendouzhe dengan kemampuan penyelaman hingga 11.000 meter di bawah permukaan laut.

Tujuan kerja sama riset laut dalam ini adalah untuk mengeksplorasi potensi solusi dan produk inovatif untuk medis atau bioteknologi yang berasal dari laut dalam, serta untuk mempelajari potensi bencana alam dari gempa bumi dan tsunami.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam Ekspedisi ini, Mayor Laut (P) Kridha Budhi Handaya, yang merupakan seorang perwira TNI AL lulusan AAL tahun 2009, yang pernah mengikuti Pendidikan di Mississippi, Amerika Serikat ini mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan penyelaman di Perairan ZEE Indonesia, di Samudera Hindia, Selatan Jawa pada posisi 10.30° LS – 110.55° LT, kurang lebih pada baringan 180° dari Pantai Selatan Gunung Kidul jarak 240 km.

Pada penyelaman tersebut, 3 orang onboard HOV Fendouzhe yaitu Mayor Kridha, Prof. Yu Zhang dan Mr. Hingwu Luo. Mayor Kridha bersama Prof. Yu Zhang berperan sebagai Scientist sedangkan Mr. Hongwu Luo sebagai pilot yang mengoperasi kan HOV.

Penurunan HOV Fendozhe dimulai pukul 08.00 WIB. Dari permukaan hingga kedalaman 7.161 meter diperlukan kurang lebih durasi waktu 2,5 jam. Sampai pada dasar laut Samudera Hindia, HOV Fendozhe mengumpulkan data antara lain sedimentasi, biota laut, batu-batuan, dan sampel lainnya yang akan dianalisis lebih lanjut di laboratorium kapal dan BRIN untuk menemukan solusi dan inovasi baru bioteknologi maupun medis dari perairan laut dalam.

Selanjutnya pada pukul 16.00 WIB HOV kembali ke permukaan dan sampai dengan selamat di kapal survei pada pukul 18.30 WIB. Secara total Mayor Kridha beserta tim kurang lebih 5 jam berada di dasar laut Samudera Hindia pada kedalaman lebih dari 7000 meter. Pengalaman Mayor Kridha dalam melaksanakan penyelaman laut dalam, sangat berharga bagi TNI AL dan Bangsa Indonesia pada umumnya, sebagai motivasi dan penyemangat untuk menguasai teknologi-teknologi riset laut dalam.

Keberanian dan prestasi yang ditorehkan oleh Mayor Kridha menjadikan dirinya sebagai Perwira TNI AL pertama yang melaksanakan penyelaman dengan kapal selam mini pada kedalaman 7.161 meter.

Hanya sedikit orang Indonesia yang memiliki kesempatan tersebut dan merasakan langsung Landas Kontinen Indonesia. Bahkan di dunia, hanya beberapa orang saja yang pernah membuat rekor penyelaman dengan kapal selam mini hingga kedalaman lebih dari 7.000 meter.

Semoga prestasi ini menjadi penyemangat bagi TNI AL dan Stakeholder Maritim terkait untuk semakin meningkatkan kemampuan untuk riset laut dalam, menjaga kedaulatan negara di dasar laut terdalam, serta mengeksplorasi potensi laut dalam untuk kesejahteraan bangsa. (ire djafar)

Berita Terkait

ABUPI Konsolidasikan Kekuatan Nasional, Satukan Stakeholder Perkuat Kolaborasi Jasa Kepelabuhanan
Proses Hukum MT. HASIL Berlanjut ke Tahap II, Bukti Nyata Konsistensi Penegakan Hukum di Perairan Indonesia
TTL Torehkan Prestasi: Kampung Hidroponik Raih Penghargaan TJSL di HUT ke-20 Berita Jatim Award
IPCC Tumbuh 7,35% di Awal 2026, Kinerja Tetap Terjaga di Tengah Tekanan Global
Pushidrosal Hadiri 4th Session of the IHO Assembly 2026 di Monaco, Perkuat Peran Indonesia Dalam Hidrografi Global
Ketua WIMA INA: Awak Kapal Perempuan Bukan Simbol, Tapi Perubahan Nyata
Dirjen Hubla Buka Seminar Nasional Kepelabuhanan Abupi: Perkuat Sinergi, Dorong Transformasi Pelabuhan Nasional
MNP Dilirik Investor Global, Abu Dhabi Ports Group Tinjau Potensi Hub Indonesia Timur
Tag :

Berita Terkait

Sunday, 26 April 2026 - 09:54 WIB

ABUPI Konsolidasikan Kekuatan Nasional, Satukan Stakeholder Perkuat Kolaborasi Jasa Kepelabuhanan

Sunday, 26 April 2026 - 06:24 WIB

Proses Hukum MT. HASIL Berlanjut ke Tahap II, Bukti Nyata Konsistensi Penegakan Hukum di Perairan Indonesia

Thursday, 23 April 2026 - 15:17 WIB

TTL Torehkan Prestasi: Kampung Hidroponik Raih Penghargaan TJSL di HUT ke-20 Berita Jatim Award

Thursday, 23 April 2026 - 09:38 WIB

IPCC Tumbuh 7,35% di Awal 2026, Kinerja Tetap Terjaga di Tengah Tekanan Global

Wednesday, 22 April 2026 - 09:56 WIB

Pushidrosal Hadiri 4th Session of the IHO Assembly 2026 di Monaco, Perkuat Peran Indonesia Dalam Hidrografi Global

Berita Terbaru