Pelabuhan Cirebon Optimalkan Layanan dengan Go Live STID dan SIMON TKBM

- Pewarta

Friday, 26 July 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maritim Indonesia – Dalam rangka optimalisasi pelayanan kepada pengguna jasa, Kantor KSOP Kelas II Cirebon berkolaborasi dengan PT Pelindo menerapkan digitalisasi di lingkungan pelabuhan, salah satunya adalah dengan implementasi aplikasi Single Truck Identification Data (STID) dan Sistem Monitoring Tenaga Kerja Bongkar Muat (SIMON TKBM) yang ditandai dengan pelaksanaan kegiatan Go Live STID dan SIMON TKBM pada hari ini, Jumat (26/7).

Pada sambutannya yang dibacakan oleh Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt. Hartanto, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Capt. Antoni Arif Priadi, mengungkapkan bahwa digitalisasi dan simplifikasi bisnis proses merupakan salah satu upaya Kementerian Perhubungan dalam melakukan pengawasan.

Implementasi aplikasi STID dan SIMON TKBM pada 46 (empat puluh enam) Pelabuhan di Indonesia diharapkan dapat memberikan kemudahan dalam mengidentifikasi semua pelaku bisnis, meningkatkan kinerja pelayanan operasional Pelabuhan, low cost logistic, sterilisasi, serta meningkatkan keamanan dan keselamatan orang dan barang di area Pelabuhan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Diharapkan Pelabuhan Indonesia dapat menjadi pusat distribusi logistik yang efektif dan efisien, yang nantinya tentu akan berdampak pada meningkatnya perekonomian nasional dan daya saing global,” tukasnya.

Dia juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam mewujudkan pelayanan optimal di Pelabuhan. Menurutnya, kolaborasi merupakan kunci utama dalam mensinergikan pelayanan yang berintegritas di Pelabuhan.

“Dengan adanya kolaborasi kita telah menurunkan ego sektoral masing-masing Lembaga guna memudahkan para pelaku usaha menjalankan bisnisnya dan dapat melakukan kontrol serta pengawasan pergerakan logistik dari hulu ke hilir secara efektif dan efisien bagi semua komoditi barang kebutuhan domestik hingga sumberdaya alam,” tegasnya.

Selain itu, Capt. Antoni menyampaikan, bahwa saat ini Indonesia dipercaya oleh beberapa negara untuk menjadi benchmarking terkait penerapan digitalisasi Pelabuhan, antara lain oleh Tanzania, Zanzibar, Brunei Darusalam, serta Timor Leste.

“Tentu kita boleh berbangga, tetapi kita tidak boleh cepat puas dan harus terus meningkatkan kapabilitas kita bersama,” katanya.

“Saya berharap kepada seluruh pemangku kepentingan agar tetap optimis terhadap perbaikan pelayanan, dinamis dalam menghadapi tantangan global, dan selalu mengikuti perkembangan dunia kepelabuhanan dan teknologi penunjangnya agar kita selalu siap untuk mengantisipasi perubahan yang terjadi,” tutupnya.

Kepala Kantor KSOP Kelas II Cirebon, Een Nuraini Saidah, menyampaikan bahwa Penerapan Aplikasi STID dan SIMON TKBM ini dilaksanakan sesuai dengan Instruksi Presiden RI Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional dengan Rencana Aksi Penataan Ekosistem Logistik Nasional 2020-2024, yang bertujuan untuk mempermudah kolaborasi di Pelabuhan dan mendorong setiap entitas di Pelabuhan untuk melakukan digitalisasi.

Een menjelaskan, bahwa Pelabuhan Cirebon termasuk salah satu dari 46 (empat puluh enam) Pelabuhan yang masuk dalam program Rencana Aksi tersebut dan dalam rapor Stranas PK, Pelabuhan Cirebon masih berstatus warna kuning.

“Untuk itu diharapkan dengan langkah-langkah dan upaya yang kami lakukan berkolaborasi dengan PT. Pelindo serta pihak-pihak terkait, Pelabuhan Cirebon dapat segera berubah statusnya menjadi warna hijau,” terang Een.

Terkait dengan penerapan aplikasi SIMON TKBM, Een menerangkan, bahwa di Pelabuhan Cirebon saat ini sebanyak 170 (seratus tujuh puluh) orang dari total 278 (dua ratus tujuh puluh delapan) orang TKBM telah teregistrasi ke dalam aplikasi tersebut.

Sedangkan terkait penerapan aplikasi STID di Pelabuhan Cirebon, hingga 24 Juli 2024 tercatat sebanyak 601 (enam ratus satu) unit truk non peti kemas diberikan kartu STID dari total sebanyak 772 (tujuh ratus tujuh puluh dua) unit truk yang telah teregistrasi. Dan berdasarkan data PT. Pelindo, Pelabuhan Cirebon merupakan pelabuhan pertama kali yang menerapkan STID untuk truk jenis non peti kemas serta telah menggunakan STID Ultimate (satu kartu sudah termasuk SPMK).

“Untuk tahap selanjutnya penerapan STID akan segera diperluas dan diberlakukan juga untuk jenis truk lainnya, kecuali truk peti kemas, di mana untuk Pelabuhan Cirebon tidak memiliki layanan peti kemas,” jelas Een.

Selain itu, Een mengungkapkan bahwa saat ini Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Cirebon bersama-sama dengan PT. Pelindo sedang mempersiapkan Penerapan Auto Gate System di Pelabuhan Cirebon, yang rencananya dapat direalisasikan tahun 2024.

“Tentunya kami sangat membutuhkan dukungan semua pihak terkait untuk mensukseskan implementasi layanan digitalisasi di Pelabuhan Cirebon sebagaimana yang diamanahkan Bapak Presiden Republik Indonesia,” pungkasnya.
(fa)

idj / idj

Berita Terkait

Dukung Pasokan Energi Nasional, PELNI Angkut Lebih dari 335 Ribu Ton Batubara pada Semester I 2026
PELNI Lakukan Penyesuaian Tarif Angkutan Muatan Mulai 1 Juli 2026
Perkuat Layanan Keagenan Kapal, PELNI Gandeng Petani Lokal Dukung Pasok Pangan Maritim
PELNI Catat Kinerja Positif Tahun Buku 2025, Layani Lebih dari 5,1 Juta Penumpang
Hari Pelaut Sedunia, PELNI Tegaskan Komitmen pada Keselamatan dan Kesejahteraan Pelaut
Groundbreaking Dermaga II dan Peningkatan Kapasitas Dermaga I Tanjung Kalian Dorong Konektivitas
Antusiasme Tinggi, Penjualan Tiket Diskon Kapal PELNI Tembus 214 Ribu Penumpang
Jaga Ekosistem Laut Indonesia, ASDP Perkuat Konservasi Terumbu Karang di Pesisir Bau-Bau

Berita Terkait

Thursday, 2 July 2026 - 16:23 WIB

Dukung Pasokan Energi Nasional, PELNI Angkut Lebih dari 335 Ribu Ton Batubara pada Semester I 2026

Tuesday, 30 June 2026 - 11:32 WIB

PELNI Lakukan Penyesuaian Tarif Angkutan Muatan Mulai 1 Juli 2026

Monday, 29 June 2026 - 12:11 WIB

Perkuat Layanan Keagenan Kapal, PELNI Gandeng Petani Lokal Dukung Pasok Pangan Maritim

Friday, 26 June 2026 - 15:32 WIB

PELNI Catat Kinerja Positif Tahun Buku 2025, Layani Lebih dari 5,1 Juta Penumpang

Thursday, 25 June 2026 - 11:58 WIB

Hari Pelaut Sedunia, PELNI Tegaskan Komitmen pada Keselamatan dan Kesejahteraan Pelaut

Berita Terbaru