ASDP Akuisisi PT Jembatan Nusantara, Prioritaskan Pembelian Perusahaan Bukan Kapal Bekas

- Pewarta

Tuesday, 20 August 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maritim Indonesia – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan dugaan adanya tindak korupsi berkaitan dengan proses kerja sama usaha (KSU) dan akuisisi PT Jembatan Nusantara oleh PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry pada tahun 2019-2022. Akuisisi ini kini sedang diselidiki oleh KPK.

Direktur Perencanaan dan Pengembangan PT ASDP Indonesia Ferry, Harry, menyatakan bahwa PT ASDP telah mengakuisisi PT Jembatan Nusantara, termasuk aset kapal yang dimiliki oleh perusahaan swasta tersebut. Harry menegaskan bahwa sejak awal, tujuan ASDP adalah mengakuisisi perusahaan, bukan sekadar membeli kapal bekas.

“Kami tidak pernah berniat untuk membeli kapal bekas. Yang kami niatkan dan yang pertama kali ditawarkan oleh penjual adalah penjualan perusahaan. Dalam pembelian perusahaan ini, termasuk di dalamnya adalah aset-aset dan liabilitas, termasuk utang,” ujar Harry dalam pernyataan tertulisnya, Senin (19/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Harry menambahkan, PT Jembatan Nusantara memiliki utang perbankan yang tetap berjalan setelah proses akuisisi. ASDP, dalam menilai akuisisi ini, mempertimbangkan aspek bisnis seperti aset, potensi bisnis, nilai pasar, dan valuasi.

Harry memastikan bahwa ASDP telah melakukan kajian mendalam, salah satunya dengan menghitung internal rate of return (IRR) sebagai syarat akuisisi. Selain itu, dalam proses akuisisi, ASDP didampingi oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan.

Dari kajian tersebut, ASDP mendapatkan nilai valuasi yang menjadi dasar dalam negosiasi dengan PT Jembatan Nusantara. Valuasi ini bukan hasil perhitungan internal, melainkan dari penilai independen yang melakukan perhitungan dan observasi secara independen. Harry juga menyebutkan bahwa nilai transaksi akuisisi sebesar Rp 1,27 triliun lebih rendah dari nilai valuasi yang ditetapkan sebesar Rp 1,34 triliun.

Tetap Memberi Pelayanan Optimal

Menanggapi kabar dugaan korupsi dalam proses kerja sama usaha dan akuisisi PT Jembatan Nusantara oleh ASDP yang saat ini sedang diselidiki KPK, Corporate Secretary PT ASDP Shelvy Arifin mengatakan pihaknya memahami dan menghormati proses hukum yang sedang berlangsung.

“Kami akan bekerja sama sepenuhnya dalam penyidikan ini sesuai dengan azas praduga tak bersalah,” ungkapnya kepada redaksi maritimindonesia.co melalui pesan Whatsapp, Selasa (20/8).

“Kami meyakinkan kepada seluruh pengguna jasa layanan bahwa operasional akan tetap berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Shelvy.

“Kami memastikan kepentingan umum serta pelayanan prima pada penyeberangan dan pelabuhan akan tetap terjaga.” pungkasnya.  (ire djafar)

Berita Terkait

Pelindo Sukses Layani 2 Juta Penumpang Laut Selama Nataru 2025/2026
Perkuat Akses dan Nadi Perekonomian Banggai Laut, ASDP Buka Lintasan Perintis Banggai–Paisulamo–Dungkean
Dorong Mobilitas Nataru, Program Stimulus ASDP Terserap 96,17 Persen
Program Diskon Stimulus Ekonomi PELNI Berakhir, Realisasi Kuota Terserap 99 Persen
Evaluasi Nataru ASDP: Arus Lancar Terkendali, Kepuasan Publik Sangat Tinggi
Penugasan Angkutan Barang PELNI Tunjukan Kinerja Positif di 2025
Layanan Peti Kemas TPK Kupang Tetap Berjalan, Perbaikan Alat Dipacu
Perkuat Distribusi Bapokting ke 3TP, PELNI Lepas Pelayaran Perdana Tol Laut Tahun 2026

Berita Terkait

Friday, 16 January 2026 - 13:28 WIB

Pelindo Sukses Layani 2 Juta Penumpang Laut Selama Nataru 2025/2026

Thursday, 15 January 2026 - 11:43 WIB

Perkuat Akses dan Nadi Perekonomian Banggai Laut, ASDP Buka Lintasan Perintis Banggai–Paisulamo–Dungkean

Wednesday, 14 January 2026 - 09:54 WIB

Dorong Mobilitas Nataru, Program Stimulus ASDP Terserap 96,17 Persen

Tuesday, 13 January 2026 - 07:59 WIB

Program Diskon Stimulus Ekonomi PELNI Berakhir, Realisasi Kuota Terserap 99 Persen

Tuesday, 13 January 2026 - 04:46 WIB

Evaluasi Nataru ASDP: Arus Lancar Terkendali, Kepuasan Publik Sangat Tinggi

Berita Terbaru