Indonesia Dorong Penetapan Nusa Penida dan Gili Matra sebagai PSSA di MEPC-82 IMO

- Pewarta

Wednesday, 2 October 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maritim Indonesia – Indonesia mendorong penetapan Pulau Nusa Penida dan Gili Matra di Selat Lombok sebagai Particularly Sensitive Sea Area (PSSA) pada Pertemuan Marine Environment Protection Committee (MEPC) ke-82 di Markas Besar IMO, London, yang berlangsung sejak 30 September hingga 4 Oktober 2024.

Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Capt. Hendri Ginting, sebagai Kepala Delegasi, mengungkapkan pembahasan PSSA tersebut diperkenalkan pada hari kedua pertemuan dan mendapatkan dukungan dari sejumlah negara anggota. Pembahasan dilakukan dalam Technical Group (TG) yang dibentuk khusus untuk isu PSSA dan dipimpin oleh Ms. Stephanie Janneh dari Togo serta Mr. Andrew Birchenough dari IMO sebagai sekretaris.

Dalam TG, Delegasi Indonesia yang terdiri dari perwakilan Direktorat Kenavigasian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, ITS Surabaya, serta instansi terkait lainnya, menyampaikan paparan terkait proposal tersebut. Pimpinan TG menyatakan secara prinsip setuju dengan penetapan PSSA di Nusa Penida dan Gili Matra, dengan draft resolusi akan dibahas lebih lanjut pada hari terakhir MEPC-82.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mayoritas negara anggota IMO, seperti Brasil, Australia, Korea Selatan, Singapura, Meksiko, Tiongkok, hingga Arab Saudi, menyatakan dukungannya terhadap proposal Indonesia. Penetapan PSSA Nusa Penida dan Gili Matra ini merupakan tindak lanjut dari penetapan Traffic Separation Scheme (TSS) di Selat Lombok pada tahun 2019, yang digunakan sebagai Associated Protective Measures (APMs) untuk melindungi wilayah tersebut.

Penetapan PSSA ini penting karena Selat Lombok adalah jalur strategis dengan kekayaan keanekaragaman hayati laut yang rentan terhadap dampak pelayaran internasional. Jika disetujui, Nusa Penida dan Gili Matra akan menjadi PSSA pertama di Indonesia, yang dapat menjadi percontohan bagi kawasan lainnya.

MEPC-82 dipimpin oleh Harry Conway (Liberia) dan Hanqiang Tan (Singapura), dengan agenda utama meliputi penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GHG), pencegahan polusi laut dari kapal, hingga isu perlindungan kawasan laut sensitif. Delegasi Indonesia hadir dipimpin oleh Direktur Perkapalan dan Kepelautan Ditjen Perhubungan Laut, dengan perwakilan dari berbagai instansi terkait. (fa)

 

idj / idj

 

Berita Terkait

Arus Petikemas TTL Tumbuh 12,54 Persen, Tembus 2,29 Juta TEUs hingga September 2026
IPCC dukung Honda Racing Indonesia di Mandalika Festival of Speed 2026
Transformasi green dan smart terminal, TTL raih dua penghargaan internasional
Dukung Kelancaran dan Kesejahteraan Buruh, Sektor Pelabuhan Tanjung Priok Bersatu Sosialisasi Program SINTA BIMA
Pelindo Dukung Digitalisasi Koperasi TKBM, Perkuat Tata kelola dan Keselamatan Kerja di Pelabuhan Tanjung Priok
Pushidrosal dan UKHO Perkuat Kerja Sama di Bidang Hidrografi
Danpushidrosal Terima Alexander Dalrymple Award 2026, Pengakuan atas Kontribusi Hidrografi Indonesia
Pelindo Kenalkan Dunia Maritim kepada Siswa SMPN 129 Jakarta melalui Edukasi Kemaritiman

Berita Terkait

Monday, 19 October 2026 - 11:03 WIB

Arus Petikemas TTL Tumbuh 12,54 Persen, Tembus 2,29 Juta TEUs hingga September 2026

Monday, 19 October 2026 - 10:36 WIB

IPCC dukung Honda Racing Indonesia di Mandalika Festival of Speed 2026

Friday, 16 October 2026 - 16:55 WIB

Transformasi green dan smart terminal, TTL raih dua penghargaan internasional

Friday, 16 October 2026 - 10:31 WIB

Dukung Kelancaran dan Kesejahteraan Buruh, Sektor Pelabuhan Tanjung Priok Bersatu Sosialisasi Program SINTA BIMA

Wednesday, 14 October 2026 - 18:18 WIB

Pelindo Dukung Digitalisasi Koperasi TKBM, Perkuat Tata kelola dan Keselamatan Kerja di Pelabuhan Tanjung Priok

Berita Terbaru