Maritim Indonesia — Dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI) menggelar diskusi nasional secara daring, sebagai bagian dari komitmen mendorong penguatan budaya keselamatan di sektor
pelabuhan nasional.
Dalam sambutannya saat membuka Webinar, Ketua Umum ABUPI, Liana Trisnawati menegaskan bahwa penerapan K3 merupakan aspek fundamental yang tidak dapat ditawar dalam operasional pelabuhan. Menurutnya, K3 tidak hanya penting untuk melindungi tenaga kerja, tetapi juga berperan strategis dalam meningkatkan produktivitas, menjaga kelancaran operasional, serta mendukung iklim investasi pelabuhan yang sehat dan berkelanjutan.
“ABUPI memandang K3 bukan sekadar kewajiban regulatif, melainkan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan usaha dan daya saing pelabuhan Indonesia,” ujar Liana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Diskusi yang mengusung tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional di Pelabuhan yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif” ini menghadirkan narasumber yang berpengalaman di bidang kepelabuhanan dan K3, yaitu Drs. Joko M. Slamet, MM., Assessor LSP Pelabuhan; Zainal Abdul Rahman S.H., M.H., Kasubdit Manajemen Informasi dan Operasional Kepelabuhanan Kementerian Perhubungan; serta Ivanda Firdaussy S.TR. K3., HSSE Enforcer PT Pelabuhan Tegar Indonesia (Marunda Center Terminal).
Turut hadir Capt. Korompus dari Asosiasi Pengusaha Bongkar Muat Indonesia (APBMI), para pemangku kepentingan kepelabuhanan, pelaku usaha pelabuhan, asosiasi, dan praktisi K3 dari berbagai wilayah di Indonesia.
Melalui diskusi ini, ABUPI mendorong terbangunnya ekosistem pengelolaan K3 nasional di pelabuhan yang profesional, andal dan kolaboratif, melalui sinergi antara regulator, operator pelabuhan, penyedia jasa, serta seluruh pemangku kepentingan kepelabuhanan.
ABUPI juga menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung implementasi K3 yang konsisten, terukur, dan berkelanjutan demi terwujudnya pelabuhan Indonesia yang aman, efisien, dan berdaya saing global.
“Diskusi ini diharapkan dapat menghasilkan pemahaman bersama serta rekomendasi konkret guna memperkuat penerapan K3 di seluruh pelabuhan Indonesia,” tutup Liana Trisnawati. (ire djafar)







