Gelar Aksi “Ocean Clean Up Day”, ASDP Kumpulkan 12 Ton Sampah Plastik

- Pewarta

Monday, 10 April 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

maritimindonesia.co — Dalam rangka memeriahkan HUT ke 50, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), baru-baru ini menggelar program bersih-bersih laut dan pantai dari sampah plastik bertajuk “Ocean Clean Up Day” di 27 Cabang layanan di seluruh Indonesia.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin mengatakan, kegiatan “Ocean Clean Up Day” yang digagas tim Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini merupakan rangkaian HUT ke 50 ASDP yang digelar secara serentak mulai 18 Maret 2023. Ini menjadi bukti konkret partisipasi aktif dari karyawan ASDP terhadap lingkungan, khususnya di wilayah operasional pelabuhan.

“Saat ini salah satu permasalahan yang menjadi perhatian dunia ialah keberadaan sampah plastik di laut yang mengancam ekosistem laut. Dari kegiatan ini, ASDP berhasil mengumpulkan sampah plastik seberat 12.360 kg atau sekitar 12 ton. Sampah tersebut terdiri atas sampah plastik seberat 5.073 kg dan sampah organik 7.287 kg,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya,dikutip dari National Geographic, pada 2040, jumlah akumulasi sampah plastik di lautan diperkirakan mencapai 600 juta ton apabila tidak ada penanganan serius. Dan tidak hanya berdampak pada kerusakan ekosistem laut, sampah plastik juga akan mempengaruhi siklus rantai makanan, yang mana tentunya akan berdampak sangat buruk pada kesehatan manusia dan ekosistem lainnya.

“Permasalahan sampah plastik bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan instansi terkait saja, melainkan seluruh lapisan masyarakat perlu sadar dan berperan aktif serta berkontribusi dalam menangani permasalahan sampah plastik.” tuturnya.

Untuk itu, tambahnya, melanjutkan program kampanye “Laut Bukan Tempat Sampah” yang pernah diusung pada 2021 lalu, ASDP melalui TJSL melanjutkan kampanye tersebut dengan mengajak seluruh cabang untuk turut serta dalam aksi “Ocean Clean Up Day”.

“Program ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Nomor 12, 13, dan 14 tentang Lingkungan dan Penggunaan Plastik,” ungkapnya.

Adapun kegiatan dalam aksi “Ocean Clean Up Day” adalah membersihkan sampah di tepi pantai, membersihkan sampah di laut dengan cara menyelam atau menggunakan perahu, memilah sampah berdasarkan jenis, menimbang sampah yang telah diangkut, dan melaporkan hasil timbangan tersebut ke kantor pusat.

Aktivitas lainnya adalah Cabang mengajak komunitas setempat untuk berpartisipasi dalam kegiatan “Ocean Clean Up Day”​​​​​​​.

“ASDP berharap kehidupan bawah laut tidak terganggu dengan sampah plastik yang digunakan secara tidak bertanggung jawab oleh manusia,” jelas Shelvy.

Selain aksi “Ocean Clean Up Day”​​​​​​​, ASDP juga terus memerangi sampah di laut melalui program TJSL bertema “Save Our Ocean” bekerja sama dengan PlastikPay. Lewat program “Save Our Ocean”, ASDP mengajak masyarakat termasuk karyawan dan pengguna jasa memasukkan botol plastik ke dalam mesin Reverse Vending Machine (RVM). Saat ini, mesin RVM ASDP berada di Jakarta dan Merak, Banten.

Setiap orang yang memasukkan botolnya akan mendapatkan poin di aplikasi PlastikPay, yang bisa ditukarkan dengan uang digital. Selama periode 1 Januari hingga 3 April 2023, Program

“Save Our Ocean” TJSL ASDP berhasil mengumpulkan sampah berupa botol plastik sebanyak 6.392 pieces dengan berat 119,53 kg. Sementara, target program dengan RVM selama satu tahun adalah satu ton sampah plastik. Selain RVM, ASDP juga menempatkan dropbox manual di wilayah Jabodetabek dan Merak,” paparnya.

Dikatakan juga, berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pada 2020, wilayah lautan Indonesia sudah tercemar sebanyak 1.772,7 gram sampah per meter persegi (gr/m2). Dengan total luas lautan Indonesia 3,25 juta km2, maka diperkirakan jumlah sampah di laut Nusantara mencapai 5,75 juta ton.

Jenis sampah yang paling banyak ditemukan adalah sampah plastik, dengan bobot seberat 627,80 gr/m2 atau memiliki proporsi 35,4% dari total sampah di laut Indonesia pada 2020. Selain didominasi sampah plastik, sampah yang berada di laut adalah kaca, keramik, logam, kayu, karet, busa plastik, kertas, kardus, dan lainnya. (red)

(idj/idj)

Berita Terkait

ABUPI Konsolidasikan Kekuatan Nasional, Satukan Stakeholder Perkuat Kolaborasi Jasa Kepelabuhanan
Proses Hukum MT. HASIL Berlanjut ke Tahap II, Bukti Nyata Konsistensi Penegakan Hukum di Perairan Indonesia
TTL Torehkan Prestasi: Kampung Hidroponik Raih Penghargaan TJSL di HUT ke-20 Berita Jatim Award
IPCC Tumbuh 7,35% di Awal 2026, Kinerja Tetap Terjaga di Tengah Tekanan Global
Pushidrosal Hadiri 4th Session of the IHO Assembly 2026 di Monaco, Perkuat Peran Indonesia Dalam Hidrografi Global
Ketua WIMA INA: Awak Kapal Perempuan Bukan Simbol, Tapi Perubahan Nyata
Dirjen Hubla Buka Seminar Nasional Kepelabuhanan Abupi: Perkuat Sinergi, Dorong Transformasi Pelabuhan Nasional
MNP Dilirik Investor Global, Abu Dhabi Ports Group Tinjau Potensi Hub Indonesia Timur

Berita Terkait

Sunday, 26 April 2026 - 09:54 WIB

ABUPI Konsolidasikan Kekuatan Nasional, Satukan Stakeholder Perkuat Kolaborasi Jasa Kepelabuhanan

Sunday, 26 April 2026 - 06:24 WIB

Proses Hukum MT. HASIL Berlanjut ke Tahap II, Bukti Nyata Konsistensi Penegakan Hukum di Perairan Indonesia

Thursday, 23 April 2026 - 15:17 WIB

TTL Torehkan Prestasi: Kampung Hidroponik Raih Penghargaan TJSL di HUT ke-20 Berita Jatim Award

Thursday, 23 April 2026 - 09:38 WIB

IPCC Tumbuh 7,35% di Awal 2026, Kinerja Tetap Terjaga di Tengah Tekanan Global

Wednesday, 22 April 2026 - 09:56 WIB

Pushidrosal Hadiri 4th Session of the IHO Assembly 2026 di Monaco, Perkuat Peran Indonesia Dalam Hidrografi Global

Berita Terbaru