Maritim Indonesia — Wilayah Laut Maluku, Maluku Utara, diguncang gempabumi tektonik pada Kamis (4/12) sekitar pukul 11.23 WIB. Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut memiliki magnitudo update M5,4.
Episenter gempa berada di koordinat 0,3
1° LS dan 125,70° BT, atau sekitar 169 km tenggara Kota Tutuyan, Bolaang Mongondow Timur. Gempa terjadi di kedalaman 36 km.
Dipicu Aktivitas Sesar di Dasar Laut
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Melihat kedalaman hiposenter dan posisi pusat gempa, BMKG menjelaskan bahwa gempa ini termasuk kategori dangkal yang dipicu aktivitas patahan (faulting) di dasar Laut Maluku. Mekanisme sumber menunjukkan pergerakan geser naik (oblique thrust), yang umum terjadi pada zona-zona tektonik aktif di wilayah tersebut.
Berdasarkan analisis shakemap, guncangan dirasakan di wilayah Mangoli Utara, Kepulauan Sula, dengan intensitas II–III MMI. Getaran terasa nyata di dalam rumah dan digambarkan seperti truk besar yang melintas. Hingga kini, belum ada laporan kerusakan maupun dampak signifikan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.
Tidak Berpotensi Tsunami
BMKG menegaskan bahwa hasil pemodelan menunjukkan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami, sehingga masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada terhadap informasi resmi.
Hingga pukul 11.45 WIB, BMKG juga belum mendeteksi adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).
BMKG Imbau Warga Mengakses Informasi Resmi
Masyarakat diminta memastikan seluruh informasi terkait gempabumi dan tsunami hanya diperoleh melalui kanal resmi BMKG, baik lewat media sosial terverifikasi, situs web bmkg.go.id dan inatews.bmkg.go.id, kanal Telegram InaTEWS_BMKG, maupun aplikasi mobile WRS-BMKG dan InfoBMKG. (novia)
— idj / idj —







