Hari Maritim Nasional 2025, Pelindo Regional 4 Kick Off Rehabilitasi Mangrove di Bone

- Pewarta

Tuesday, 23 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maritim Indonesia – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 4 melakukan Kick Off Rehabilitasi Mangrove Tahun 2025 dengan mengusung tema “Pelabuhan Hijau Masyarakat Sejahtera” yang dilaksanakan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, bertepatan dengan peringatan Hari Maritim Nasional, Selasa (23/9).

Aksi nyata yang dilakukan secara serentak di seluruh wilayah kelolaan yang juga merupakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Perusahaan ini menjadi bagian dari komitmen Pelindo dalam mendukung program pemerintah untuk rehabilitasi kawasan pesisir, menjaga keseimbangan ekosistem laut, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir melalui pelestarian lingkungan berkelanjutan.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah Pelindo yang memilih Kabupaten Bone sebagai lokasi pusat kegiatan Kick Off ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut, sehingga masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi dari ekosistem mangrove,” katanya.

Dukungan juga datang dari Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Ulubila Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Sulsel, Andi Ariadi, yang menekankan bahwa kegiatan rehabilitasi mangrove harus dipandang sebagai investasi jangka panjang.

“Mangrove bukan hanya pohon yang kita tanam hari ini, tetapi warisan ekologis bagi generasi mendatang. Kami mengapresiasi kolaborasi Pelindo bersama pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu dalam sambutannya, Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis, menegaskan bahwa kegiatan penanaman mangrove ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam pembangunan pelabuhan yang ramah lingkungan.

“Pelabuhan bukan hanya menjadi pintu gerbang ekonomi, tetapi juga harus menjadi contoh dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Melalui rehabilitasi mangrove, kami ingin memastikan bahwa pembangunan pelabuhan berjalan seimbang dengan kelestarian alam, sehingga masyarakat pesisir turut merasakan manfaatnya,” ujarnya.

General Manager Pelindo Regional 4 Makassar, Iwan Sjarifuddin, juga menjelaskan bahwa mangrove memiliki peran vital dalam melindungi kawasan pesisir dari abrasi, menjaga kualitas air, serta menjadi habitat bagi berbagai biota laut.

“Kami berharap gerakan ini dapat menumbuhkan kesadaran bersama, bahwa menjaga laut dan pesisir bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau Pelindo, tetapi menjadi gerakan kolektif yang melibatkan masyarakat. Dengan demikian, konsep Pelabuhan Hijau benar-benar dapat terwujud dan memberi dampak bagi kesejahteraan masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Pelindo berharap kolaborasi multipihak dapat terus terjalin untuk mendukung program green port sekaligus memperkuat ketahanan pesisir. Penanaman mangrove ini juga menjadi simbol bahwa pembangunan ekonomi dapat berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan, sejalan dengan semangat Hari Maritim Nasional 2025. (aljinan)

 

— idj / idj —

 

Berita Terkait

Penegakan Hukum Pelayaran Makin Kompleks, PPNS Dituntut Lebih Profesional
Kuota Diskon Transportasi Habis Terjual, PELNI Sukses Layani 467 Ribu Penumpa
Kolaborasi Terminal Teluk Lamong dengan KSOP Utama Tanjung Perak, Hadirkan Eazi dalam Transformasi Layanan Operasional Pelabuhan
Industri Maritim Dituntut Adaptif, SDM dan Digitalisasi Jadi Penentu
Kenaikan Harga BBM Berdampak pada Layanan Pemanduan dan Penundaan di Pelabuhan
Pelindo dan Asosiasi Pelabuhan Perkuat Sinergi Layanan Logistik
Pelindo dan Tiran Nusantara Group Jajaki Peluang Kerja Sama
Kinerja Kuartal I 2026 Tumbuh 4,5%, Terminal Teluk Lamong Perkuat Peran di Logistik Nasional

Berita Terkait

Friday, 17 April 2026 - 14:26 WIB

Penegakan Hukum Pelayaran Makin Kompleks, PPNS Dituntut Lebih Profesional

Friday, 17 April 2026 - 13:56 WIB

Kuota Diskon Transportasi Habis Terjual, PELNI Sukses Layani 467 Ribu Penumpa

Friday, 17 April 2026 - 13:09 WIB

Kolaborasi Terminal Teluk Lamong dengan KSOP Utama Tanjung Perak, Hadirkan Eazi dalam Transformasi Layanan Operasional Pelabuhan

Friday, 17 April 2026 - 06:39 WIB

Industri Maritim Dituntut Adaptif, SDM dan Digitalisasi Jadi Penentu

Thursday, 16 April 2026 - 03:49 WIB

Kenaikan Harga BBM Berdampak pada Layanan Pemanduan dan Penundaan di Pelabuhan

Berita Terbaru