Hasil PNBP Perikanan untuk Pemerataan Kesejahteraan Nelayan Indonesia

- Pewarta

Wednesday, 17 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maritim Indonesia – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengaku optimistis perolehan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sumber daya alam perikanan akan tembus hingga Rp 1,19 Triliun hingga akhir tahun 2025. Bukan tanpa alasan, peningkatan ini merupakan imbas dari perbaikan teknis tata kelola pendataan dan penarikan PNBP.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Lotharia Latif menggarisbawahi semakin tinggi penerimaan PNBP SDA perikanan maka semakin besar pula anggaran yang tersedia untuk pembangunan perikanan tangkap. PNBP yang diterima negara, 100% akan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk pembiayaan pembangunan.

“Pengelolaan PNBP ini sebanyak 80% dikelola oleh pemerintah daerah dan 20% dikelola pusat,” ungkapnya dalam Konferensi Pers Capaian Kinerja KKP pada Subsektor Perikanan Tangkap, di Jakarta, Senin (15/12).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Latif menyebut, kegiatan yang dapat dibiayai melalui PNBP antara lain bantuan kepada nelayan, layanan perizinan berusaha termasuk pembukaan gerai perizinan berusaha di sentra nelayan, rehabilitasi sarana dan prasarana pelabuhan perikanan, hingga penguatan pendataan melalui pengadaan enumerator.

Tidak hanya itu, KKP juga mencatat prognosa capaian produksi perikanan tangkap menyentuh 7,85 juta ton hingga 31 Desember 2025. Angka ini meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 7,81 juta ton. Ini sejalan juga dengan perolehan nilai tukar nelayan yang pada November 2025 menyentuh angka 104,94.

Capaian lainnya, pada tahun 2025, KKP juga telah membangun 100 lokasi kampung nelayan merah putih (KNMP), penyaluran bantuan alat penangkapan ikan sebanyak 10.603 unit, mesin kapal perikanan 846 unit, pengembangan kapasitas dan pemberdayaan nelayan hingga penyediaan infrastruktur pelabuhan perikanan yang kompetitif.

“Kami juga terus berkomitmen dalam memberikan peningkatan pelayanan kepada pelaku usaha perikanan serta terus menengahi permasalahan krusial nelayan, diantaranya mengatasi hambatan ekspor rajungan ke USA, penyediaan tata kelola BBM bersubsidi dan terus menerima audiensi dari masyarakat kelautan dan perikanan,” ungkap Latif.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono di berbagai kesempatan menyampaikan transformasi tata kelola perikanan tangkap menjadi salah satu upaya untuk mewujudkan program ekonomi biru dan peningkatan PNBP SDA perikanan. (ire djafar)

Berita Terkait

KM Dorolonda Mulai Layani Pelabuhan Donggala pada 31 Oktober 2026
Strategi Integrated Auto Solutions Perkuat Pertumbuhan IPCC, Trafik Kargo Naik 19,57% hingga Kuartal III 2026
PELNI Raih Penghargaan ESG NOW Leadership Forum & Awards 2026 melalui Inovasi Daur Ulang Life Jacket
Pelindo Regional 4 Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Makassar
Arus Petikemas TTL Tumbuh 12,54 Persen, Tembus 2,29 Juta TEUs hingga September 2026
IPCC dukung Honda Racing Indonesia di Mandalika Festival of Speed 2026
Transformasi green dan smart terminal, TTL raih dua penghargaan internasional
Dukung Kelancaran dan Kesejahteraan Buruh, Sektor Pelabuhan Tanjung Priok Bersatu Sosialisasi Program SINTA BIMA

Berita Terkait

Tuesday, 20 October 2026 - 12:54 WIB

KM Dorolonda Mulai Layani Pelabuhan Donggala pada 31 Oktober 2026

Tuesday, 20 October 2026 - 12:19 WIB

Strategi Integrated Auto Solutions Perkuat Pertumbuhan IPCC, Trafik Kargo Naik 19,57% hingga Kuartal III 2026

Monday, 19 October 2026 - 18:10 WIB

PELNI Raih Penghargaan ESG NOW Leadership Forum & Awards 2026 melalui Inovasi Daur Ulang Life Jacket

Monday, 19 October 2026 - 14:12 WIB

Pelindo Regional 4 Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Makassar

Monday, 19 October 2026 - 11:03 WIB

Arus Petikemas TTL Tumbuh 12,54 Persen, Tembus 2,29 Juta TEUs hingga September 2026

Berita Terbaru