Indonesia Perkuat Peran dalam Kolaborasi Penegakan Hukum Laut Melalui MLED 16 di Malaysia

- Pewarta

Friday, 14 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para delegasi dari Indonesia dan berbagai negara kawasan mengikuti sesi diskusi dalam rangkaian 16th Maritime Law Enforcement Dialogue (MLED 16) di Malaysia, Rabu (12/11).

Para delegasi dari Indonesia dan berbagai negara kawasan mengikuti sesi diskusi dalam rangkaian 16th Maritime Law Enforcement Dialogue (MLED 16) di Malaysia, Rabu (12/11).

Maritim Indonesia — Indonesia menegaskan komitmen untuk memperkuat stabilitas keamanan maritim kawasan dengan berpartisipasi aktif dalam 16th Maritime Law Enforcement Dialogue (MLED 16) yang diselenggarakan pada 12–14 November 2025 di Kuching, Sarawak, Malaysia. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Direktur Hukum Bakamla RI, Laksma Bakamla Fenny Akwan, bersama perwakilan dari Kejaksaan Agung RI.

MLED 16 menjadi wadah bagi aparat penegak hukum maritim dari berbagai negara untuk memperkuat kerja sama, menyelaraskan pemahaman hukum laut, serta membangun mekanisme penanganan kejahatan maritim yang lebih efektif.

“Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam mewujudkan komitmen bersama untuk menjaga keamanan dan keselamatan laut yang aman, tertib, dan damai untuk masa depan yang berkelanjutan,” ujar Fenny Akwan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam forum ini, peserta membahas berbagai materi strategis, antara lain implementasi United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982, standar operasional prosedur pengumpulan bukti, dan teknik penuntutan kejahatan maritim. Kegiatan juga dilengkapi dengan table top exercise serta simulasi de-escalating maritime tensions in clandestine ship-to-ship transfer guna meningkatkan kapabilitas dalam menangani aktivitas pemindahan muatan ilegal antar kapal.

MLED 16 diikuti oleh delegasi dari Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam, serta difasilitasi oleh para pakar dari UNODC Global Maritime Crime Program (GMCP), yaitu Kathryn Paik, Afanador Ceballos, Leonardo Bernard, Rodrigo Lorenzo, dan Geoffrey Till.

Partisipasi Indonesia dalam MLED 16 mencerminkan komitmen kuat untuk mendorong kolaborasi regional dalam penegakan hukum laut, sekaligus memperkuat upaya menjaga keamanan perairan di kawasan Asia Tenggara. (rida ayu)

— idj / idj —

Berita Terkait

Kejati Bangka Belitung dan Pelindo Regional 2 Perkuat Sinergi Penanganan Hukum
Jaga Konektivitas di Wilayah 3TP, Kemenhub Pastikan Angkutan Perintis Tetap Berjalan
Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Gelar Program Pelindo Sehat 2026, Berikan Pemeriksaan TBC Gratis dan Santunan Anak Yatim di Kalibaru
Dari Ruang Kelas ke Pelabuhan, GIBEI FEB UNJ Selami Bisnis Logistik Otomotif Lewat Kunjungan Industri ke IPCC
Pelindo Regional 2 Banten Peduli Lingkungan Laut: Gelar Program TJSL, Konservasi Terumbu Karang di Pulau Merak Besar
Sambut HUT ke-13, IPC TPK Bukukan Peningkatan Kinerja Arus Peti Kemas 7 Persen
Pelindo Sambut Menteri Transportasi Arab Saudi, Bahas Potensi Kerja Sama Kepelabuhanan dan Logistik
Pelindo Regional 2 Catat Pertumbuhan Positif di Seluruh Lini Layanan Kepelabuhanan

Berita Terkait

Monday, 20 July 2026 - 23:17 WIB

Kejati Bangka Belitung dan Pelindo Regional 2 Perkuat Sinergi Penanganan Hukum

Sunday, 19 July 2026 - 23:24 WIB

Jaga Konektivitas di Wilayah 3TP, Kemenhub Pastikan Angkutan Perintis Tetap Berjalan

Friday, 17 July 2026 - 15:20 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Gelar Program Pelindo Sehat 2026, Berikan Pemeriksaan TBC Gratis dan Santunan Anak Yatim di Kalibaru

Friday, 17 July 2026 - 13:45 WIB

Dari Ruang Kelas ke Pelabuhan, GIBEI FEB UNJ Selami Bisnis Logistik Otomotif Lewat Kunjungan Industri ke IPCC

Friday, 17 July 2026 - 13:02 WIB

Pelindo Regional 2 Banten Peduli Lingkungan Laut: Gelar Program TJSL, Konservasi Terumbu Karang di Pulau Merak Besar

Berita Terbaru