Kembali ke Tanah Air, 11 ABK MV Grand Sunny Akhirnya Terima Haknya

- Pewarta

Wednesday, 8 January 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maritim Indonesia – Kementerian Perhubungan dalam hal ini Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Direktorat Perkapalan dan Kepelautan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri – Perlindungan Warga Negara Indonesia berhasil memfasilitasi kepulangan 11 (sebelas) Warga Negara Indonesia yang bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK) MV Grand Sunny.

Kapal yang berbendera Sierra Leone dengan nomor IMO 8784456 tersebut sebelumnya tertahan di Pelabuhan Hongkong sejak Agustus 2023 dan telah kembali ke Jakarta untuk tahap pertama pada tanggal 25 November 2024 untuk 3 (tiga) orang Crew kapal, dan tahap kedua pada tanggal 23 Desember 2024 untuk 8 (delapan) orang Crew Kapal dan total 11 (sebelas) orang Awak Kapal MV. Grand Sunny

Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Capt. Hendri Ginting, mengungkapkan bahwa 11 ABK tersebut sempat tertahan kepulangannya ke Indonesia sejak November 2023. Alasannya karena mereka belum mendapatkan haknya seperti gaji dan asuransi yang seharusnya dibayarkan tepat waktu. Namun, terkendala sehingga mengalami keterlambatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saat ini, kesebelas orang tersebut sudah kembali ke tanah air dengan selamat,” ujar Capt. Ginting, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (7/1).

Adapun 11 orang ABK tersebut diantaranya adalah Ciprianus Purwana Jumadi (master), Guruh Prabowo (chief officer), Ahmad Maulana (2nd officer), Agus Jonathan (chief engineer), Muhamad Ropik (2nd engineer), Anwar Nursyam (3rd engineer), Firman Kurniawan(A/B), Ismail (A/B), Mohammad Rofii (A/B), Abdul Jalil (Oiler), dan Ainun Najib (cook).

Berdasarkan informasi dari Nahkoda KM Grand Sunny, Ciprianus Purwana Juwadi bahwa seluruh paspor milik Crew kapal WNI ditahan oleh perusahaan dan pemilik kapal. Sehingga, mereka terpaksa hidup di kapal sejak Oktober 2023.

Selain itu, para Crew kapal sempat terputus kontaknya dengan pemilik kapal sejak Desember 2023. Perusahaan tidak bisa dihubungi tanpa alasan yang jelas.

“Kami berusaha untuk pulang ke Indonesia dengan menyampaikan aduan melalui surat yang kami sampaikan ke Kementerian Perhubungan dan pemerintah terkait,” ujar Ciprianus.

Dalam hal tersebut, Kementerian Perhubungan selaku pihak pemerintah memastikan kepada pemilik kapal agar seluruh ABK WNI yang bertugas di KM Grand Sunny tersebut mendapatkan hak dan kebutuhannya sesuai dengan masa kerjanya. Termasuk sisa gaji yang belum dibayarkan kepada ABK dan memulangkan semua ABK ke Indonesia. (fa)

idj / idj

Berita Terkait

PELNI Salurkan Ribuan Life Jacket, Perkuat Keselamatan Masyarakat Pesisir
IPCM Perluas Pasar, Perkuat Operasional di Balikpapan dan Tarakan
Danpushidrosal Beri Penghargaan Prajurit Berprestasi
Lima Tahun Bersatu, Terminal Teluk Lamong Terus Tumbuh dan Bertransformasi Bersama Pelindo
SIMOLI V2 dan Otomatisasi VTS Percepat Layanan Navigasi di Tanjung Priok
IPCC Raih Trusted & Popular Brand 2026 untuk Kategori Pengelola Infrastruktur Logistik & Transportasi
107 Prajurit Pushidrosal Naik Pangkat, Danpushidrosal Tekankan Amanah dan Tanggung Jawab
Sistem Buatan Sqiva Indonesia Dukung Operasional Singapore Cruise Centre

Berita Terkait

Thursday, 8 October 2026 - 13:28 WIB

PELNI Salurkan Ribuan Life Jacket, Perkuat Keselamatan Masyarakat Pesisir

Thursday, 8 October 2026 - 13:17 WIB

IPCM Perluas Pasar, Perkuat Operasional di Balikpapan dan Tarakan

Thursday, 8 October 2026 - 11:40 WIB

Danpushidrosal Beri Penghargaan Prajurit Berprestasi

Wednesday, 7 October 2026 - 20:54 WIB

Lima Tahun Bersatu, Terminal Teluk Lamong Terus Tumbuh dan Bertransformasi Bersama Pelindo

Wednesday, 7 October 2026 - 16:16 WIB

SIMOLI V2 dan Otomatisasi VTS Percepat Layanan Navigasi di Tanjung Priok

Berita Terbaru

Berita

Danpushidrosal Beri Penghargaan Prajurit Berprestasi

Thursday, 8 Oct 2026 - 11:40 WIB