Kemenhub Gelar Uji Petik di Makassar, Pastikan Kapal Penumpang Siap Layani Nataru

- Pewarta

Thursday, 13 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemenhub Lakukan Uji Petik Kapal di Makassar Menjelang Angkutan Nataru, Pastikan Keselamatan Pelayaran Jadi Prioritas Utama

Kemenhub Lakukan Uji Petik Kapal di Makassar Menjelang Angkutan Nataru, Pastikan Keselamatan Pelayaran Jadi Prioritas Utama

Maritim Indonesia – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Perkapalan dan Kepelautan melaksanakan kegiatan uji petik kelaiklautan kapal penumpang di Pelabuhan Makassar pada 10 November 2025 sebagai bagian dari upaya memastikan keselamatan pelayaran menjelang masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Kegiatan uji petik tersebut dilakukan terhadap 2 (dua) kapal penumpang, yaitu KM Bukit Siguntang milik PT PELNI (Persero) dan KM Dharma Kartika III milik PT Dharma Lautan Utama (DLU). Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap berbagai aspek teknis dan operasional kapal guna memastikan seluruh kapal yang beroperasi dalam kondisi laik laut dan siap melayani masyarakat dengan aman.

Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Samsuddin, menjelaskan bahwa kegiatan uji petik ini dilaksanakan mengacu pada ketentuan dalam Instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor IR-DJPL 4 Tahun 2025 tentang Uji Kelaiklautan Kapal Penumpang Angkutan Natal Tahun 2025 dan Tahun Baru 2026 yang menjadi pedoman pemeriksaan kapal secara nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami melakukan pemeriksaan mendalam terhadap aspek teknis kapal, aspek keselamatan, kelengkapan dokumen, serta kualifikasi awak kapal. Semua ini bertujuan memastikan kapal dalam kondisi optimal dan memenuhi seluruh persyaratan keselamatan sebelum melayani masyarakat saat periode Nataru,” ujar Samsuddin.

Tim Uji Petik ini dipimpin oleh Kasubdit Kepelautan Direktorat Perkapalan dan Kepelautan, Capt. Hasan Sadili. Dari hasil pemeriksaan, kedua kapal dinyatakan dalam kondisi laiklaut, namun ditemukan beberapa temuan yang perlu segera dilakukan pemenuhan perbaikan oleh operator kapal.

“Secara umum kapal dalam kondisi laiklaut dan siap beroperasi, tetapi ada beberapa temuan yang harus segera dipenuhi oleh perusahaan pelayaran. Kami telah memberikan rekomendasi teknis agar seluruh temuan tersebut diselesaikan,” lanjut Samsuddin.

Ia menegaskan bahwa seluruh ketidaksesuaian hasil uji petik harus sudah dipenuhi paling lambat pada tanggal 30 November 2025.

“Kami tidak akan berkompromi terhadap aspek keselamatan. Setiap temuan, baik yang bersifat teknis maupun administratif, wajib diselesaikan tepat waktu. Keselamatan pelayaran adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar,” tegasnya.

Adapun fokus utama dalam pelaksanaan uji petik meliputi aspek teknis kapal, aspek keselamatan, aspek dokumentasi dan sertifikasi kapal, serta kualifikasi awak kapal.

Samsuddin juga menambahkan bahwa kegiatan serupa akan dilaksanakan di berbagai wilayah pelabuhan lainnya di Indonesia, sebagai langkah preventif dan pengawasan menyeluruh terhadap kesiapan armada menjelang lonjakan penumpang pada masa libur Nataru.

“Makassar menjadi salah satu lokasi kegiatan uji petik ini, dan selanjutnya akan kami lakukan di sejumlah pelabuhan lainnya di Indonesia. Kami ingin memastikan bahwa seluruh kapal penumpang yang beroperasi telah memenuhi aspek keselamatan sesuai ketentuan internasional dan nasional,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, Ditjen Perhubungan Laut menegaskan kembali komitmen untuk menjaga standar keselamatan pelayaran nasional serta memastikan masyarakat dapat menikmati layanan transportasi laut yang aman, selamat, dan nyaman selama masa Angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026. (fa)

 

— idj / idj —

 

 

 

 

Berita Terkait

TPK Koja Apresiasi Kesabaran Pengemudi Truk, Optimistis Layanan Segera Normal
Dari Mangrove hingga Kopi Liberika, IWTL Perkuat Pemberdayaan dan Menumbuhkan Harapan Masyarakat Pesisir Cilacap
Pelindo Marine Latih 73 Nakhoda Kapal Tunda untuk Perkuat Budaya Keselamatan
Perkuat Rantai Pasok di Tanjung Priok, PT Lestari Wijaya Abadi Resmi Kantongi Izin PDPLB
Gelombang Kedua, KM Tidar Turunkan Barang Bantuan di Pelabuhan Lorens Say Maumere
Bersama PELITA 2026, IPCC Rawat Tumbuh Kembang Generasi Bangsa
Wujud Syukur dan Kepedulian Lingkungan, Pelindo Regional 2 Banten Gelar Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim
TPK Koja Pastikan Kelancaran Operasional dan Pelayanan Terminal Tetap Terjaga

Berita Terkait

Friday, 4 September 2026 - 13:54 WIB

TPK Koja Apresiasi Kesabaran Pengemudi Truk, Optimistis Layanan Segera Normal

Friday, 4 September 2026 - 13:29 WIB

Dari Mangrove hingga Kopi Liberika, IWTL Perkuat Pemberdayaan dan Menumbuhkan Harapan Masyarakat Pesisir Cilacap

Thursday, 3 September 2026 - 13:38 WIB

Pelindo Marine Latih 73 Nakhoda Kapal Tunda untuk Perkuat Budaya Keselamatan

Thursday, 3 September 2026 - 07:44 WIB

Perkuat Rantai Pasok di Tanjung Priok, PT Lestari Wijaya Abadi Resmi Kantongi Izin PDPLB

Thursday, 3 September 2026 - 04:55 WIB

Gelombang Kedua, KM Tidar Turunkan Barang Bantuan di Pelabuhan Lorens Say Maumere

Berita Terbaru