Kemenhub Pastikan Angkutan Laut PSO Terus Tingkatkan Kualitas Pelayanan

- Pewarta

Wednesday, 25 October 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maritim Indonesia — Dalam rangka memperkuat konektivitas, produktivitas, dan ketepatan waktu layanan kapal di Indonesia, Kementerian Perhubungan cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menggelar Rapat Koordinasi Teknis Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik (PSO) Bidang Angkutan Laut untuk Penumpang Kelas Ekonomi. Acara ini bertujuan untuk memastikan pelayanan angkutan laut PSO terus meningkat demi kesejahteraan dan aksesibilitas masyarakat antar pulau.

Semangat untuk meningkatkan pelayanan angkutan laut PSO di Indonesia menjadi pusat perhatian dalam acara Rapat Koordinasi Teknis yang diadakan di Bandung. Dalam acara ini, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Dr. Capt. Antoni Arif Priadi, M.Sc menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dalam memastikan kualitas layanan PSO yang lebih baik untuk masyarakat.

Pemerintah, melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, telah memberikan mandat kepada PT. Pelni (Persero) untuk melaksanakan Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik (PSO) Bidang Angkutan Laut Penumpang Kelas Ekonomi yang melayani 8 pelabuhan pangkal dan 75 pelabuhan singgah, dengan operasional 26 kapal penumpang. Hingga September 2023, lebih dari 3 juta penumpang telah dilayani.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan berlandaskan pada Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor PM 1 Tahun 2019 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik Bidang Angkutan Laut Penumpang Kelas Ekonomi, Ditjen Hubla memiliki komitmen untuk Melaksanakan pelayaran angkutan laut kelas ekonomi ke seluruh pelosok tanah air dan Menjaga keselamatan dan keamanan penumpang.

“Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut selalu mendorong PT PELNI (Persero) dengan logo dan semangatnya yang baru untuk melaksanakan kegiatan penyelenggaraan PSO dengan berdasarkan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) dalam rangka memberikan layanan terhadap kebutuhan masyarakat akan transportasi laut dengan harga yang terjangkau agar dapat terus berkontribusi dalam memajukan perekonomian masyarakat di seluruh wilayah Indonesia,” ujarnya, di Bandung, Selasa (24/10).

Semangat untuk terus meningkatkan layanan angkutan laut PSO merupakan hal yang sangat penting. Evaluasi berkelanjutan atas implementasi PSO yang telah ada, mendengarkan masukan dari pengguna layanan, dan tindak lanjut yang cepat adalah upaya Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dalam hal ini Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut untuk memastikan bahwa manfaat dari operasional kapal PSO dirasakan oleh masyarakat secara maksimal.

Oleh karena itu, Capt. Antoni menjelaskan bahwa kegiatan “Rapat Koordinasi Teknis Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik (PSO) Bidang Angkutan Laut untuk Penumpang Kelas Ekonomi ini diadakan untuk mengumpulkan masukan berharga dari berbagai narasumber dan pemangku kepentingan yang terkait untuk melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan PSO.

“Kami berharap dengan anggaran yang cukup besar yang telah di keluarkan oleh pemerintah untuk Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik (PSO) Bidang Angkutan Laut untuk Penumpang Kelas Ekonomi ini , PT PELNI (Persero) dalam memperhitungkan produk penyelenggaraan PSO tidak hanya memperhitungkan terhadap tingkat capaian produksi penumpang tetapi juga memperhitungkan dampak terhadap Politik, ekonomi, sosial, pertahanan dan pendidikan” ujarnya.

Dalam rangka peningkatan layanan agar PT PELNI (Persero) terus melakukan sosialisasi terhadap penyesuaian jadwal dan selalu berkolaborasi dengan pemerintah dan stakeholder terkait di semua pelabuhan singgal kapal PSO, serta menerapkan sistem penjualan tiket secara online.

Beberapa hal penting yang Menjadi arahan Bapak Menteri Perhubungan RI adalah :
1. Agar PT PELNI (Persero) melakukan tatakelola BBM dengan baik, dan selalu berkoordinasi dengan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi agar kebutuhan BBM kapal PSO dapat terpenuhi dengan baik dan perencanaannya harus dievaluasi secara terus menerus;
2. Agar PT PELNI (Persero) Melakukan tata kelola Sumber Daya Manusia dengan baik, agar setiap kebijakan yang ada pada Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan PT PELNI (Persero) dapat dipahami dengan baik oleh SDM kantor pusat dan seluruh kantor cabang. Kepala cabang harus memahami secara detail tatacara pelaporan pembiayaan dan sebagainya, dan dapat merubah mindsetnya untuk menjadi pelayan Masyarakat sehingga ini akan menjadi hal penting untuk proses transformasi layanan di PT PELNI (Persero).

Indonesia, sebagai negara kepulauan, sangat membutuhkan transportasi laut yang efisien untuk menghubungkan pulau-pulau dan memobilisasi penduduk. Transportasi laut, terutama dalam kelas ekonomi, memberikan solusi yang efektif dengan tarif terjangkau.

“Kami berharap untuk terus memberikan layanan transportasi laut yang terjangkau dan berkontribusi dalam memajukan perekonomian masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. Terima kasih atas perhatian semua pihak. Kami yakin bahwa dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat mencapai tujuan bersama dalam meningkatkan pelayanan angkutan laut PSO demi kemakmuran masyarakat Indonesia,” tutup Capt. Antoni.

Sebagai informasi, acara ini turut dihadiri oleh Kepala Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan; Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi; Direktur Anggaran Bidang Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan. (idj)

 

Berita Terkait

KSOP Kelas II Cirebon Gandeng Tiga Lembaga Pendidikan, Perkuat Kompetensi SDM Maritim
Kemenhub dan Finnet Indonesia Teken Kerja Sama Payment Gateway untuk Platform Digital MaritimHub
Jaga Kelancaran Arus Barang. Bea Cukai, KSOP dan Pelindo Berkomitmen untuk Mempercepat Pemeriksaan Petikemas
Sampaikan Pesan Presiden Prabowo, Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 kepada Dirjen ILO
EAZI Percepat Pergantian Kapal hingga 70 Persen, TPK Nilam Raih Rekor Bongkar Muat Tertinggi
Dua Tahun Berturut-turut Tak Masuk Daftar Kasus ILC, Menaker: Bukti Dialog Sosial di Indonesia Terwujud
Tingkatkan Tata Kelola Regulasi Maritim, Kemenhub Gelar Konsultasi Publik Rancangan Peraturan Pemanduan Kapal
Wujudkan Prajurit Profesional, Pushidrosal Gelar Bulan Profesi Tahun 2026

Berita Terkait

Thursday, 11 June 2026 - 16:49 WIB

KSOP Kelas II Cirebon Gandeng Tiga Lembaga Pendidikan, Perkuat Kompetensi SDM Maritim

Thursday, 11 June 2026 - 16:42 WIB

Kemenhub dan Finnet Indonesia Teken Kerja Sama Payment Gateway untuk Platform Digital MaritimHub

Thursday, 11 June 2026 - 16:36 WIB

Jaga Kelancaran Arus Barang. Bea Cukai, KSOP dan Pelindo Berkomitmen untuk Mempercepat Pemeriksaan Petikemas

Thursday, 11 June 2026 - 16:16 WIB

Sampaikan Pesan Presiden Prabowo, Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 kepada Dirjen ILO

Wednesday, 10 June 2026 - 15:26 WIB

EAZI Percepat Pergantian Kapal hingga 70 Persen, TPK Nilam Raih Rekor Bongkar Muat Tertinggi

Berita Terbaru