
Maritim Indonesia – Upaya mendorong kesetaraan di sektor maritim kembali mendapat penguatan. PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM), yang merupakan bagian dari Pelindo Group, menggelar inaugurasi awak kapal perempuan bertepatan dengan Hari Kartini di Gedung Kepanduan, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (21/4).
Momentum yang bertepatan dengan peringatan Hari Kartini ini tidak hanya menjadi seremoni simbolik, tetapi juga mencerminkan perubahan nyata dalam membuka akses bagi perempuan untuk berkarier di atas kapal, termasuk di kapal tunda yang selama ini identik dengan pekerja laki-laki.
Ketua Women in Maritime Indonesia (WIMA INA), Dr. Chandra Motik Yusuf, menegaskan bahwa langkah ini merupakan sinyal kuat perubahan di industri maritim nasional. Menurutnya, kehadiran awak kapal perempuan saat ini bukan lagi hal yang perlu dipertanyakan, melainkan sesuatu yang memang sudah seharusnya terjadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini bukan sekadar seremoni. Ini bukti bahwa perempuan memiliki kapasitas dan tempat yang sama di industri maritim,” ujarnya.
Ia juga menilai langkah yang dilakukan IPCM dapat menjadi contoh konkret bagi pelaku industri lainnya untuk lebih berani membuka ruang yang setara dan berbasis kompetensi.

Dalam kegiatan tersebut, lima perempuan resmi bergabung sebagai awak kapal IPCM, yaitu Dwi Anggrayni, Ainun Ibrahim, Al Dinnul Aida, Putri Aprilia, dan Sulis Susanti. Kehadiran mereka menjadi bagian dari perubahan kultur kerja di sektor pelayaran yang kini semakin inklusif.
Acara inaugurasi turut dihadiri dan dibuka oleh jajaran direksi IPCM, termasuk Shanti Puruhita dan Reini Delfianti, yang juga merepresentasikan kepemimpinan perempuan di lingkungan perusahaan.
Langkah ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya dalam menciptakan lingkungan kerja yang adil dan berkelanjutan.
Lebih jauh, WIMA INA berharap langkah seperti ini dapat terus diperluas, sehingga semakin banyak perempuan yang terlibat dan berkontribusi dalam pembangunan sektor kemaritiman nasional.
Dengan semakin terbukanya peluang, industri maritim Indonesia diharapkan tidak hanya tumbuh dari sisi bisnis, tetapi juga berkembang dengan sumber daya manusia yang lebih beragam dan setara. (ire djafar)







