Penegakan Hukum Pelayaran Makin Kompleks, PPNS Dituntut Lebih Profesional

- Pewarta

Friday, 17 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompetensi, integritas, dan sinergi lintas lembaga jadi kunci menjawab kompleksitas kasus di sektor maritim
Kompetensi, integritas, dan sinergi lintas lembaga jadi kunci menjawab kompleksitas kasus di sektor maritim

Maritim Indonesia – Penegakan hukum di sektor pelayaran kini dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks. Kondisi tersebut mendorong Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) untuk memperkuat kapasitas Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) agar lebih tangguh, profesional, dan responsif di lapangan.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, menegaskan bahwa peran PPNS tidak lagi bisa dijalankan secara konvensional. Dibutuhkan peningkatan kompetensi yang berkelanjutan, sekaligus integritas yang kuat dalam setiap proses penegakan hukum.

“Penegakan hukum di bidang pelayaran tidak bisa dilakukan secara parsial. Harus ada kolaborasi yang solid dengan aparat penegak hukum lain, baik kepolisian, kejaksaan, maupun instansi terkait,” ujarnya saat membuka kegiatan Diseminasi Penegakan Hukum dan Peningkatan Kemampuan Petugas Penegakan Hukum di Bandung, Selasa (14/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, keberadaan PPNS yang profesional dan akuntabel akan menjadi faktor penentu dalam menciptakan sistem pelayaran yang aman, tertib, dan berkeadilan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga dibekali pemahaman teknis terkait proses penyidikan, mulai dari penyerahan berkas perkara hingga penyerahan tersangka dan barang bukti kepada penuntut umum. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan setiap proses hukum berjalan sesuai prosedur dan memiliki kepastian hukum.

Masyhud menekankan bahwa peningkatan kapasitas harus berjalan beriringan dengan komitmen menjaga integritas.

“Kompetensi tanpa integritas tidak cukup. Keduanya harus berjalan bersama agar penegakan hukum benar-benar memberikan rasa keadilan,” tegasnya.

Sementara itu, Plt. Direktur Kesatuan Pengawas Laut dan Pelayaran (KPLP), Triono, menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 66 perwakilan koordinator wilayah penegakan hukum dari berbagai Unit Pelaksana Teknis Ditjen Hubla.

Ia menilai, penguatan kapasitas ini menjadi langkah penting untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat koordinasi antarpenegak hukum.

“Di lapangan, penanganan kasus seringkali tidak bisa diselesaikan sendiri. Butuh komunikasi yang cepat dan koordinasi yang solid antarinstansi,” tegasnya.

Triono menambahkan, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan bekal praktis bagi para peserta agar lebih siap menghadapi berbagai tantangan penegakan hukum.

“Bukan hanya soal memahami aturan, tapi bagaimana menerapkannya secara tepat dan terukur di lapangan. Itu yang ingin kita dorong melalui kegiatan ini,” tambahnya.

Dengan penguatan ini, Ditjen Hubla optimistis PPNS dapat semakin berperan sebagai garda terdepan dalam penegakan hukum pelayaran, sekaligus memastikan terciptanya keselamatan dan keamanan di sektor maritim nasional. (ire djafar)

Berita Terkait

Kuota Diskon Transportasi Habis Terjual, PELNI Sukses Layani 467 Ribu Penumpa
Kolaborasi Terminal Teluk Lamong dengan KSOP Utama Tanjung Perak, Hadirkan Eazi dalam Transformasi Layanan Operasional Pelabuhan
Industri Maritim Dituntut Adaptif, SDM dan Digitalisasi Jadi Penentu
Kenaikan Harga BBM Berdampak pada Layanan Pemanduan dan Penundaan di Pelabuhan
Pelindo dan Asosiasi Pelabuhan Perkuat Sinergi Layanan Logistik
Pelindo dan Tiran Nusantara Group Jajaki Peluang Kerja Sama
Kinerja Kuartal I 2026 Tumbuh 4,5%, Terminal Teluk Lamong Perkuat Peran di Logistik Nasional
Tarif Disesuaikan, ASDP Perkuat Layanan dan Konektivitas Tarakan–Sebawang

Berita Terkait

Friday, 17 April 2026 - 14:26 WIB

Penegakan Hukum Pelayaran Makin Kompleks, PPNS Dituntut Lebih Profesional

Friday, 17 April 2026 - 13:56 WIB

Kuota Diskon Transportasi Habis Terjual, PELNI Sukses Layani 467 Ribu Penumpa

Friday, 17 April 2026 - 13:09 WIB

Kolaborasi Terminal Teluk Lamong dengan KSOP Utama Tanjung Perak, Hadirkan Eazi dalam Transformasi Layanan Operasional Pelabuhan

Friday, 17 April 2026 - 06:39 WIB

Industri Maritim Dituntut Adaptif, SDM dan Digitalisasi Jadi Penentu

Thursday, 16 April 2026 - 03:49 WIB

Kenaikan Harga BBM Berdampak pada Layanan Pemanduan dan Penundaan di Pelabuhan

Berita Terbaru