Peningkatan 29,81% Ekspor Produk Pertanian Dorong Pengembangan Sektor Logistik

- Pewarta

Tuesday, 28 January 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maritim Indonesia – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia secara kumulatif pada periode Januari-Desember 2024 mencapai USD264,70 miliar atau naik 2,29 persen dibanding periode yang sama tahun 2023, sementara ekspor kumulatif nonmigas mencapai USD248,83 miliar atau naik 2,46 persen.

Selama Januari-Desember 2024, ekspor nonmigas Indonesia menurut sektor industri pengolahan meningkat 5,33 persen dibanding Januari-Desember 2023 yang disumbang oleh peningkatan ekspor logam dasar mulia. Ekspor produk pertanian, kehutanan, dan perikanan meningkat 29,81 persen yang disebabkan peningkatan ekspor kopi, sementara ekspor produk pertambangan dan lainnya turun 10,20 persen yang disumbang penurunan ekspor batubara.

Founder & CEO Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi mengatakan peningkatan ekspor kelompok produk pertanian, kehutanan, dan perikanan perlu menjadi pemacu peningkatan ekspornya lebih lanjut mengingat Indonesia mempunyai banyak jenis produk/komoditas dalam kelompok itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengingat sebagian jenis produk/komoditas kelompok itu bersifat mudah rusak (perishable) maka dibutuhkan implementasi rantai dingin (cold chain) secara end-to-end. Untuk penyimpanannya, selain gudang dingin (cold storage), diperlukan juga beberapa teknologi khusus, seperti controlled atmosphere storage (CAS).

Setijadi juga menyoroti kebutuhan teknologi pengemasan dan pengepakan yang mempengaruhi kondisi produk/komoditas, serta proses konsolidasi untuk meningkatkan efisiensi dan ekonomi skala proses pengangkutan dan penyimpanan produk/komoditas karena faktor kapasitas produksi setiap pelaku usaha yang relatif kecil dan ketersebaran wilayahnya.

Hilirisasi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sangat penting dan perlu direncanakan secara komprehensif sebagai strategi pengembangan industri yang berfokus pada pengolahan dan penambahan nilai produk untuk meningkatkan kualitas, kuantitas, dan daya saing produk.

Kontribusi Wilayah

Kepala Laboratorium Supply Chain Management, Program Studi Teknik Industri Universitas Widyatama, Verani Hartati menyoroti kontribusi ekspor yang belum merata antar wilayah.

Berdasarkan data BPS, tiga provinsi berkontribusi hingga mencapai 33,65 persen dari seluruh ekspor nasional pada Januari-Desember 2024, yaitu Jawa Barat yang menyumbang sebesar USD37.872,3 juta (14,31 persen), Jawa Timur sebesar USD25.716,1 juta (9,72 persen), dan Kalimantan Timur sebesar USD25.461,5 juta (9,62 persen).

Verani mendorong peningkatan ekspor berdasarkan produk atau komoditas pertanian, kehutanan, dan perikanan potensial setiap wilayah. Hal ini tidak hanya untuk kepentingan ekspor, tetapi juga untuk pertumbuhan ekonomi masing-masing wilayah.

Program peningkatan ekspor wilayah itu harus didukung dengan peningkatan aksesibilitas dan konektivitas logistik yang dilakukan secara sinergis antar kementerian/lembaga, baik untuk transportasi laut maupun transportasi hinterland.

Peningkatan konektivitas logistik harus dilakukan berdasarkan pemetaan rantai pasok (supply chain mapping) melalui identifikasi wilayah-wilayah pasokan dan negara-negara tujuan ekspor. Selain itu, perlu pengembangan hub & spoke yang tepat, termasuk penetapan pintu-pintu ekspor. (ire djafar)

Berita Terkait

Gelombang Kedua, Kapal PELNI Angkut Ratusan Ton Barang Bantuan ke NTT
Perkuat Tata Kelola BBM, PELNI Bersama KPK Pantau Proses Bunkering Kapal Perintis
Danantara Perkuat Transformasi Pelindo, Laba Semester I 2026 Tumbuh 60%
Pelindo Regional 2 Banten Perkuat Kolaborasi dengan Pengguna Jasa melalui Voice of Customer
Jejak Panjang Pengabdian Andi Hartono, dari Kantor Pusat hingga Menjaga Keselamatan Pelayaran di Makassar
Layani Sepenuh Hati, IPCC Dukung Pengiriman Bantuan Kemanusiaan PMI ke Nusa Tenggara Timur
Pushidrosal Perkuat Sinergi Hidro-Oseanografi dan Pertahanan Maritim di Wilayah Perbatasan Nasional
Pascagempa NTT, Kemenhub Optimalkan Transportasi Laut untuk Distribusi Bantuan Kemanusiaan

Berita Terkait

Saturday, 29 August 2026 - 18:10 WIB

Gelombang Kedua, Kapal PELNI Angkut Ratusan Ton Barang Bantuan ke NTT

Friday, 28 August 2026 - 21:26 WIB

Perkuat Tata Kelola BBM, PELNI Bersama KPK Pantau Proses Bunkering Kapal Perintis

Friday, 28 August 2026 - 11:17 WIB

Danantara Perkuat Transformasi Pelindo, Laba Semester I 2026 Tumbuh 60%

Friday, 28 August 2026 - 10:06 WIB

Pelindo Regional 2 Banten Perkuat Kolaborasi dengan Pengguna Jasa melalui Voice of Customer

Wednesday, 26 August 2026 - 20:28 WIB

Jejak Panjang Pengabdian Andi Hartono, dari Kantor Pusat hingga Menjaga Keselamatan Pelayaran di Makassar

Berita Terbaru