Serikat Pekerja TPK Koja Hadiri Konferensi Pekerja Transportasi Perempuan ITF 2023 di Senegal

- Pewarta

Wednesday, 18 October 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maritim Indonesia — Federasi Pekerja Transportasi Internasional (ITF) dan  merupakan federasi global yang dipimpin oleh afiliasi demokratis yang terdiri dari 670 serikat pekerja di 147 negara, mewakili 18 juta pekerja laki-laki dan perempuan di semua sektor transportasi, beberapa waktu lalu  menyelenggarakan Konferensi Pekerja Transportasi Perempuan ITF 2023 di Saly Senegal pada tanggal 25-27 September 2023.

Perwakilan dari Serikat Pekerja Terminal Petikemas (TPK) Koja, yang juga merupakan anggota ITF berkesempatan mengikuti konferensi tersebut.

Berikut representasi dari Susanti, yang mewakili Serikat Pekerja Terminal Petikemas Koja, pada agenda ITF 2023 di Saly Senegal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya sangat bangga menghadiri Konferensi Pekerja Transportasi Perempuan ITF 2023 ini,” kata Susanti, anggota Serikat Pekerja TPK Koja.

“Saya datang ke Senegal bersama 7 perempuan yang juga berasal dari Indonesia, Pradita Ningrum, Gini Aristi Hardono, Eka Fitri Mulyani dari SPKA, Jacquline Tuwanakotta dari FSPBI, Krisnadewi luh Pasek dari KPI, Ina Oktaviani dari SPDT, Enung Yani sebagai mentor,” jelas Susanti.

Pada Konferensi tersebut Susanti yang bekerja di Terminal Petikemas Koja menjelaskan berbagai layanan pelabuhan di Terminal Petikemas Koja diantaranya operasi kapal, operasi lapangan dan operasi lainnya.

Lebih jauh dijelaskan Santi,  Konferensi ini fokus pada permasalahan perempuan di sektor transportasi. Termasuk juga upaya memberantas eksklusi sistemik, dan menghapus kekerasan terhadap perempuan pekerja transportasi.

“Adapun prioritas lain adalah memastikan biaya teknologi yang diperkenalkan dengan cara memajukan kesetaraan gender, meningkatkan partisipasi dan kepemimpinan perempuan pekerja transportasi dalam hal pengambilan keputusan,” tutur Santi.

Dalam beberapa diskusi, perwakilan dari Indonesia yakni SPKA, bertanya tentang masalah teknologi, SPDT membicarakan tentang permasalahan banjir, sementara FSPBI bertanya tentang situasi tidak adil ketika pegawai perempuan berhalangan atau mengalami menstruasi.

“Selain itu kami juga minta agar kami mendapatkan pelatihan untuk menambah wawasan,” ujarnya.

Seperti diketahui sejauh ini banyak kendala yang dihadapi salah satunya adalah budaya yang dimiliki negara tersebut, yang bisa menyulitkan perempuan untuk mengembangkan kemampuannya.

“Pada kesempatan tersebut kita berdiskusi tentang berbagai masalah dan mencari solusi,” lanjut Santi.

Santi menceriterakan tentang seorang anggota dari Kenya yang berceritera  bahwa dirinya harus berangkat kerja pada pukul 3 pagi dari rumah. Padahal menurutnya, laki-laki pun takut berangkat kerja pada jam segitu karena tidak ada security.

“Saya bilang, beruntung sekali saya kerja di TPK Koja, tidak ada shift untuk pegawai perempuan. Dan kami  sudah mempunyai fasilitas penjemputan bus dari kantor kami, setidaknya kami merasa aman,” ungkap Santi.

Santi menyebut Konferensi Pekerja Transportasi Perempuan ITF 2023 mendapatkan 15 rekomendasi yakni :

1. Konferensi ini membuat rekomendasi-rekomendasi yang berkaitan dengan prioritas untuk periode kongres berikutnya.

2. ITF akan berkomitmen kembali untuk memprioritaskan pengorganisasian dan mobilisasi pekerja transportasi perempuan.

3. Kita harus bangga dengan kemajuan yang kita capai

4. ITF akan terus menentang diskriminasi

5. Kita akan menghadapi persoalan kekuasaan dan kendali yang sudah mengakar dalam masyarakat kita dan budaya industri transportasi.

6. Meningkatkan kesetaraan gender sangat penting bagi keberlanjutan dan ketahanan sektor ini.

7. Kami akan melakukan hal ini dengan memperkuat dan memperluas program kerja bagi perempuan pekerja transportasi.

8. Konferensi mendukung fokus global terhadap tuntutan global lintas sektoral.

9. Memastikan integrasi yang baik sangat penting untuk mewujudkan strategi yang menguntungkan pekerja transportasi perempuan.

10. Konferensi mengakui integrasi komprehensif gender melalui program prioritas transportasi umum (OPT).

11. Terdapat bidang-bidang pekerjaan utama ITF yang merupakan bagian integral dalam memberikan hasil yang maksimal bagi pekerja transportasi perempuan.

12. Komite pekerja transportasi perempuan ITF diberi mandat untuk mendukung Departemen Perempuan ITF dalam mengembangkan dan melaksanakan program kerja untuk mencapai prioritas utama.

13. Program kerja harus mempertimbangkan pertimbangan utama berikut yang terkait dengan perencanaan dan pengembangan strategi.

14. Program kerja juga harus mencakup peluang-peluang berikut untuk memperkuat hasil secara global dan lokal.

15. Laporan kemajuan pelaksanaan pekerja transportasi perempuan.

Di akhir konferensi, beberapa perempuan berdiri untuk menyampaikan kemajuan mereka, tentang seorang anggota yang sekarang berada di parlemen untuk memperjuangkan perempuan, seorang anggota sebagai pemimpin serikat di serikatnya, dan seorang anggota dari India yang dapat mengenakan jilbab tanpa rasa takut.

“Kita bisa terbang setinggi yang kita mau, kami istimewa kuat tanpa menyerah. Jadi jika anda seorang wanita, tarik napas, pejamkan mata, dan katakan pada diri sendiri saya kuat, saya seorang wanita yang luar biasa, karena kami adalah wanita terkuat di dunia,” pungkas Santi.

(red)

Berita Terkait

Pushidrosal Launching S-101 dan Sea Trial Produk S-100 di Teluk Jakarta
Hari Perhubungan Nasional 2026, Pelindo Regional 2 Banten Perkuat Peran Pelabuhan Ciwandan dalam Mendukung Logistik Banten
ABUPI dan BKI Perkuat Sinergi untuk Mendorong Kualitas dan Keselamatan Sektor Kepelabuhanan
ABUPI dan Bank Mandiri, Perkuat Layanan Perbankan untuk Peningkatan Pengembangan Usaha Pelabuhan
ABUPI Memperkuat Jajaran Pengurus Periode 2026–2030, Dorong Konsolidasi Organisasi
ABUPI Gandeng IIEA Dorong Penerapan Standar di Sektor Kepelabuhanan
Perkuat Sinergi Transportasi Kepelabuhanan, ABUPI Jalin Kerja Sama dengan GAPASDAP
ABUPI Menggelar Forum Koordinasi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan

Berita Terkait

Friday, 18 September 2026 - 12:43 WIB

Pushidrosal Launching S-101 dan Sea Trial Produk S-100 di Teluk Jakarta

Friday, 18 September 2026 - 06:15 WIB

Hari Perhubungan Nasional 2026, Pelindo Regional 2 Banten Perkuat Peran Pelabuhan Ciwandan dalam Mendukung Logistik Banten

Thursday, 17 September 2026 - 19:36 WIB

ABUPI dan BKI Perkuat Sinergi untuk Mendorong Kualitas dan Keselamatan Sektor Kepelabuhanan

Thursday, 17 September 2026 - 19:13 WIB

ABUPI dan Bank Mandiri, Perkuat Layanan Perbankan untuk Peningkatan Pengembangan Usaha Pelabuhan

Thursday, 17 September 2026 - 18:49 WIB

ABUPI Memperkuat Jajaran Pengurus Periode 2026–2030, Dorong Konsolidasi Organisasi

Berita Terbaru