Temu Teknis RSO 2025 Kukuhkan Asosiasi, Perkuat Sinergi Keamanan Maritim

- Pewarta

Friday, 22 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Temu Teknis Recognized Security Organization Indonesia (RSO) seluruh Indonesia 2025, memperkuat sinergi dan profesionalisme Implementasi ISPS Code dan menjadi forum strategis antisipasi ancaman keamanan Maritim sekaligus mengukuhkan kepengurusan baru dalam Temu Teknis Nasional yang berlangsung pada tanggal 20–21 Agustus 2025 di Hotel Grand Orchadz Kemayoran, Jakarta.
Temu Teknis Recognized Security Organization Indonesia (RSO) seluruh Indonesia 2025, memperkuat sinergi dan profesionalisme Implementasi ISPS Code dan menjadi forum strategis antisipasi ancaman keamanan Maritim sekaligus mengukuhkan kepengurusan baru, yang berlangsung pada tanggal 20–21 Agustus 2025 di Hotel Grand Orchadz Kemayoran, Jakarta.

Maritim Indonesia – Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pelayaran (KPLP) bersama Asosiasi Recognized Security Organization (RSO) Indonesia menggelar Temu Teknis RSO Seluruh Indonesia pada 20–21 Agustus 2025 di Hotel Grand Orchadz Kemayoran, Jakarta. Kegiatan ini dihadiri 22 RSO yang ditunjuk pemerintah untuk mendukung penerapan ISPS Code di kapal dan fasilitas pelabuhan.

Direktur KPLP, Capt. Hendri Ginting, MM, saat membuka acara menegaskan, temu teknis menjadi forum strategis untuk memperkuat komunikasi antara RSO dan pemerintah.

“Forum ini penting untuk mengidentifikasi sekaligus mengantisipasi potensi ancaman keamanan maritim,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Temu teknis ini juga menghadirkan pemaparan dari Ditjen Perhubungan Laut mengenai regulasi terbaru dan tantangan keamanan pelayaran.

Momentum penting acara ini adalah pengukuhan kepengurusan Asosiasi RSO Indonesia dengan Anang Wibowo sebagai Ketua dan Captain Marcellus Hakeng Jayawibawa sebagai Wakil Ketua. Asosiasi ini diharapkan menjadi wadah profesionalisme sekaligus mitra solutif pemerintah dalam merumuskan kebijakan keamanan maritim.

“Seluruh RSO harus memiliki standar operasional yang sejalan, baik dengan regulasi nasional maupun praktik internasional terbaik,” tegas Anang.

“Kami siap menjadi penghubung antara kebutuhan praktis di pelabuhan dan kebijakan strategis di tingkat nasional. Kami berharap kolaborasi ini dapat memberikan nilai tambah nyata bagi keamanan pelayaran dan perlindungan infrastruktur maritim Indonesia,” tambahnya.

Sementara itu, Captain Hakeng menambahkan asosiasi akan fokus pada penyusunan pedoman teknis, peningkatan SDM, dan pemanfaatan teknologi.

“Kami percaya bahwa kolaborasi antarlembaga RSO dan komunikasi terbuka dengan pemerintah akan memperkuat ekosistem keamanan pelayaran nasional. Asosiasi ini akan menjadi ruang strategis bagi seluruh RSO untuk bertukar praktik terbaik, menyuarakan kebutuhan di lapangan, serta berkontribusi aktif terhadap kebijakan keamanan maritim Indonesia,” ujar Captain Hakeng.

Dikatakan juga, asosiasi ini akan  memprioritaskan penyusunan pedoman teknis terpadu, peningkatan kompetensi SDM melalui pelatihan berkelanjutan, dan mendorong penerapan teknologi dalam sistem keamanan pelabuhan dan kapal.

“Kami ingin menjadi mitra kritis sekaligus solutif bagi pemerintah, bukan sekadar pelaksana, tapi juga kontributor aktif dalam desain kebijakan nasional,” ungkapnya.

Kegiatan ditutup secara resmi oleh Direktur KPLP dengan harapan bahwa Temu Teknis RSO tahun 2025 menjadi tonggak penguatan sinergi dan peningkatan kualitas layanan keamanan pelayaran di Indonesia. Tema “Harmoni, Kolaborasi, Profesional” pun menjadi pesan penting yang akan terus diusung dalam langkah-langkah strategis ke depan. (ire djafar)

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Rakernas ABUPI 2026, Fokus pada Strategi dan Aksi Nyata Penguatan Sektor Kepelabuhanan Nasional
ABUPI Perkuat Sinergi dan Integrasi Pemangku Kepentingan untuk Dorong Distribusi Pelabuhan Nasional
ABUPI Hadirkan Regulator dan Pelaku Industri dalam Seminar Nasional Kepelabuhanan 2026
ABUPI : Peran Cargo Owners dalam Mendorong Efisiensi Pelabuhan Nasional
Koordinasi Logistik Membaik, Arus Kapal Pasca Lebaran Lebih Terkendali
Seminar Nasional & Rakernas 2026 jadi Momentum, ABUPI Perkuat Sinergi dan Transformasi Pelabuhan Nasional
Penegakan Hukum Pelayaran Makin Kompleks, PPNS Dituntut Lebih Profesional
Kuota Diskon Transportasi Habis Terjual, PELNI Sukses Layani 467 Ribu Penumpa

Berita Terkait

Saturday, 18 April 2026 - 04:34 WIB

Rakernas ABUPI 2026, Fokus pada Strategi dan Aksi Nyata Penguatan Sektor Kepelabuhanan Nasional

Saturday, 18 April 2026 - 04:13 WIB

ABUPI Perkuat Sinergi dan Integrasi Pemangku Kepentingan untuk Dorong Distribusi Pelabuhan Nasional

Saturday, 18 April 2026 - 04:01 WIB

ABUPI Hadirkan Regulator dan Pelaku Industri dalam Seminar Nasional Kepelabuhanan 2026

Saturday, 18 April 2026 - 03:51 WIB

ABUPI : Peran Cargo Owners dalam Mendorong Efisiensi Pelabuhan Nasional

Saturday, 18 April 2026 - 02:53 WIB

Koordinasi Logistik Membaik, Arus Kapal Pasca Lebaran Lebih Terkendali

Berita Terbaru