Wujudkan Pandu Indonesia Mendunia: Ditjen Hubla Luncurkan Logo, Pakaian dan Pose Follow My Lead

- Pewarta

Friday, 21 March 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maritim Indonesia – Sebagai apresiasi terhadap dedikasi para Pandu dalam mendukung terwujudnya keselamatan pelayaran, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut meluncurkan Pembaruan Logo Korps Pandu dan Pakaian Seragam Pandu Indonesia, serta Pose “Follow My Lead!” yang diselenggarakan pada Kamis (21/3) di Ruang Sriwijaya, Kantor Kemenhub.

Mengusung tema “Rebranding, Reborn! Pandu Indonesia Menuju Mendunia” memiliki makna filosofis pada Logo, Pakaian Seragam, dan Pose yang baru saja di-launching. Hal tersebut mencerminkan representasi kesatuan identitas, profesionalisme dan kewibawaan, serta peningkatan pelayanan dan semangat baru guna mendukung keselamatan pelayaran, serta kelancaran operasional kapal di pelabuhan.

Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Capt. Antoni Arif Priadi berharap melalui momentum acara ini dapat membakar semangat para Pandu untuk terus meningkatkan kompetensi, integritas, dan profesionalisme, seiring dengan makin berkembangnya ilmu pengetahuan, teknologi dan regulasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya yakin, dengan komitmen tinggi akan tercipta Pandu Indonesia yang berstandar internasional dan siap mendunia,” ujarnya.

Pelayanan Pemanduan Kapal yang dilakukan oleh Pandu memiliki peran penting untuk menjamin kegiatan kapal dalam bernavigasi pelayaran agar dapat dilaksanakan dengan selamat, tertib, lancar, efektif dan efisien. Namun, perlu digarisbawahi bahwa pentingnya komitmen kita semua dalam meningkatkan keselamatan dan keamanan pelayaran. Keselamatan adalah hal yang tidak bisa ditawar-tawar.

“Setiap pelanggaran terhadap standar keselamatan harus ditindak tegas, karena dapat berdampak fatal pada keselamatan jiwa manusia, aset dan kelangsungan ekosistem laut kita,” tutur Antoni.

Upaya Mitigasi dan Perbaikan Dari Hulu ke Hilir

Kolaborasi yang sinergis antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat sangat diperlukan guna menciptakan ekosistem maritim yang agile, responsif dan aman.

Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan sebagai strategi perbaikan di hulu, antara lain melibatkan lembaga diklat di lingkungan BPSDMP dan lembaga diklat non Kementerian Perhubungan untuk ikut mengemban tanggung jawab guna terwujudnya keselamatan pelayaran melalui peningkatan kualitas lulusan Diklat Pandu yang dihasilkan. Selain itu, perbaikan terhadap sispro/protap oleh Syahbandar agar menjamin kegiatan bernavigasi dan berolah gerak kapal di wilayah kerja masing-masing berjalan aman dan selamat.

“Dalam waktu dekat kami akan melakukan persiapan pembentukan beberapa UPT Ditjen Perhubungan Laut untuk menjadi penyelenggara pemanduan dan penundaan kapal, serta membentuk pelaut-pelaut di lingkungan Ditjen Perhubungan Laut untuk menjadi Pandu ASN,” ungkap Antoni.

Lebih lanjut, Antoni menyampaikan bahwa hal tersebut merupakan langkah mitigatif untuk membantu memenuhi gap layanan yang selama ini terjadi.

“Kepada rekan-rekan Subdit Pemanduan dan Penundaan Kapal Direktorat Kepelabuhanan, Kabag SDM, Kabag Organisasi, agar berkoordinasi dengan Para Syahbandar, dan segera berkolaborasi dengan BPSDMP, Biro SDMO dan Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional Transportasi, dalam rangka merealisasikan langkah mitigatif tersebut,” imbaunya.

Selanjutnya, Antoni menegaskan untuk langkah pembinaan, pengawasan dan penegakan hukum yang tegas oleh Direktorat terkait, dan Inspektorat Jenderal dapat menjadi strategi perbaikan di hilir yang dapat dilakukan guna memastikan kepatuhan terhadap regulasi dalam pelayanan pemanduan dan penundaan kapal.

“Saya ucapkan apresiasi dan terima kasih sebesar-besarnya kepada tim Direktorat Kepelabuhanan dan seluruh pihak yang terlibat dalam setiap tahapan proses desain dan penyusunan regulasi hingga suksesnya acara ini. Tidak lupa, apresiasi dan ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada seluruh hadirin atas partisipasi dan kehadirannya,” tuturnya.

Sebagai penutup, Antoni juga mengimbau kepada seluruh pihak yang terkait agar mengimplementasikan ketentuan tersebut pada kesempatan pertama. (fa)

idj / idj

 

Berita Terkait

Rakernas ABUPI 2026, Fokus pada Strategi dan Aksi Nyata Penguatan Sektor Kepelabuhanan Nasional
ABUPI Perkuat Sinergi dan Integrasi Pemangku Kepentingan untuk Dorong Distribusi Pelabuhan Nasional
ABUPI Hadirkan Regulator dan Pelaku Industri dalam Seminar Nasional Kepelabuhanan 2026
ABUPI : Peran Cargo Owners dalam Mendorong Efisiensi Pelabuhan Nasional
Koordinasi Logistik Membaik, Arus Kapal Pasca Lebaran Lebih Terkendali
Seminar Nasional & Rakernas 2026 jadi Momentum, ABUPI Perkuat Sinergi dan Transformasi Pelabuhan Nasional
Penegakan Hukum Pelayaran Makin Kompleks, PPNS Dituntut Lebih Profesional
Kuota Diskon Transportasi Habis Terjual, PELNI Sukses Layani 467 Ribu Penumpa

Berita Terkait

Saturday, 18 April 2026 - 04:34 WIB

Rakernas ABUPI 2026, Fokus pada Strategi dan Aksi Nyata Penguatan Sektor Kepelabuhanan Nasional

Saturday, 18 April 2026 - 04:13 WIB

ABUPI Perkuat Sinergi dan Integrasi Pemangku Kepentingan untuk Dorong Distribusi Pelabuhan Nasional

Saturday, 18 April 2026 - 04:01 WIB

ABUPI Hadirkan Regulator dan Pelaku Industri dalam Seminar Nasional Kepelabuhanan 2026

Saturday, 18 April 2026 - 03:51 WIB

ABUPI : Peran Cargo Owners dalam Mendorong Efisiensi Pelabuhan Nasional

Saturday, 18 April 2026 - 02:53 WIB

Koordinasi Logistik Membaik, Arus Kapal Pasca Lebaran Lebih Terkendali

Berita Terbaru