Pentahelix Jadi Kunci Atasi Kemacetan di Tanjung Priok

- Pewarta

Wednesday, 23 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maritim Indonesia – Pelabuhan Tanjung Priok, sebagai simpul utama logistik nasional, mengalami kemacetan total yang menghambat pergerakan kapal dan barang. Kondisi ini menuntut penanganan luar biasa, rapat koordinasi digelar dan dipimpin langsung oleh Irjen. Pol. Hermanta, MH, MM, MMar Pejabat Pelaksana Harian Kesatuan Pelaksana Pelabuhan Utama (KSU) Tanjung Priok.

Dalam pertemuan strategis tersebut, beliau menegaskan bahwa solusi tidak bisa ditempuh secara sektoral melainkan harus melalui pendekatan Pentahelix — sebuah model kolaboratif antara unsur pemerintah, dunia usaha, komunitas, akademisi, dan media.

Rapat ini dihadiri oleh tokoh-tokoh kunci sektor maritim dan logistic : Direktur Eksekutif Pelindo Regional 2, EGM Pelindo Cabang Regional 2, Ketua ILFA/ALFI (Indonesia Logistics and Forwarders Association), Ketua INSA JAYA (Indonesia National Shipowners’ Association), serta perwakilan dari terminal JICT, IPC TPK, TPK KODJA, dan NPCT1.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah Strategis : Pemberlakuan Batas YOR

Dalam upaya mengendalikan volume petikemas, disepakati penerapan Yard Occupancy Ratio (YOR) sebagai indikator pengawasan terminal:
– 65% sebagai ambang batas hijau,
– 70% sebagai batas merah yang menuntut intervensi segera.

Penetapan ini diberlakukan sejak hari Senin lalu. Meski sempat terjadi keterlambatan sandar beberapa kapal, langkah cepat mitigasi berhasil mencegah stagnasi total. Penyesuaian ini dirancang untuk mengoptimalkan daya tampung terminal, memperlancar arus keluar-masuk kontainer, serta menekan waktu tunggu kapal (dwelling time) yang menjadi indikator efisiensi Pelabuhan agar macet tidak terjadi lagi diharapkan Perusahaan Pelayaran untuk bersabar dan mendukung langkah strategis ini untuk kepentingan bersama.

Sinergi Multi-Instansi : Tangani Kontainer Longstay

Salah satu penyebab kemacetan adalah kontainer longstay — kontainer yang terlalu lama tertahan di terminal. Untuk mengatasi ini, Pelindo, pengelola terminal, Bea Cukai, dan KSU Tanjung Priok akan mengkonsolidasikan dan menata ulang buffer area. Data kontainer yang tidak segera dikeluarkan dari terminal akan dikumpulkan dalam satu area terpusat sesuai regulasi yang berlaku.

INSA JAYA menyatakan akan menyerahkan daftar kontainer longstay dari para anggotanya untuk mempercepat proses penataan.

Transparansi Informasi dan Evaluasi Komunikasi

Sekretaris DPC Insa Jaya Erwin Yahya Zubir, mengkritik kurangnya keterbukaan dari pihak Pelindo dan terminal NPCT1 dalam menyampaikan potensi masalah.

Menurutnya, kemacetan ini bisa diprediksi lebih awal, terutama mengingat adanya libur nasional selama 16 hari yang tentu meningkatkan risiko penumpukan. Beliau menyesalkan adanya pernyataan yang cenderung

“cuci tangan – menyalahkan pihak lain” dari perwakilan Pelindo saat press release, dan menekankan pentingnya penunjukan juru bicara yang menguasai teknis lapangan, agar komunikasi publik tidak menimbulkan persepsi negative, ujar Mohamad Erwin.

Batas Kewenangan dan Komitmen Bersama
Perlu dicatat bahwa penanganan kemacetan di luar pelabuhan bukan merupakan bagian dari tupoksi Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok  sebagaimana diatur dalam UU No. 17 Tahun 2008. Wilayah luar pelabuhan merupakan tanggung jawab Badan Usaha Pelabuhan (BUP) dan instansi perizinan lalu lintas seperti Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang bertugas sejak tahap Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) dikeluarkan.

Meski demikian, semua pihak berkomitmen mendukung pemulihan penuh kelancaran arus barang dan kapal di Tanjung Priok agar tidak mengalami kemacetan karena Pelabuhan Tanjung Priok merupakan penyumbang lebih dari 60% arus logistik nasional. (ire djafar)

Berita Terkait

Perkuat Tata Kelola BBM, PELNI Bersama KPK Pantau Proses Bunkering Kapal Perintis
Danantara Perkuat Transformasi Pelindo, Laba Semester I 2026 Tumbuh 60%
Jejak Panjang Pengabdian Andi Hartono, dari Kantor Pusat hingga Menjaga Keselamatan Pelayaran di Makassar
Layani Sepenuh Hati, IPCC Dukung Pengiriman Bantuan Kemanusiaan PMI ke Nusa Tenggara Timur
Pushidrosal Perkuat Sinergi Hidro-Oseanografi dan Pertahanan Maritim di Wilayah Perbatasan Nasional
Pascagempa NTT, Kemenhub Optimalkan Transportasi Laut untuk Distribusi Bantuan Kemanusiaan
Buka Posko Bersama Kemenhub, PELNI dan Pelindo Tunjukan Sinergi untuk Galang Bantuan Bencana NTT
Angkut Bantuan, Kemenhub Berikan Potongan Harga 100 Persen Tarif Muatan Barang di Kapal PELNI

Berita Terkait

Friday, 28 August 2026 - 21:26 WIB

Perkuat Tata Kelola BBM, PELNI Bersama KPK Pantau Proses Bunkering Kapal Perintis

Friday, 28 August 2026 - 11:17 WIB

Danantara Perkuat Transformasi Pelindo, Laba Semester I 2026 Tumbuh 60%

Wednesday, 26 August 2026 - 20:28 WIB

Jejak Panjang Pengabdian Andi Hartono, dari Kantor Pusat hingga Menjaga Keselamatan Pelayaran di Makassar

Saturday, 22 August 2026 - 21:58 WIB

Layani Sepenuh Hati, IPCC Dukung Pengiriman Bantuan Kemanusiaan PMI ke Nusa Tenggara Timur

Saturday, 22 August 2026 - 14:17 WIB

Pushidrosal Perkuat Sinergi Hidro-Oseanografi dan Pertahanan Maritim di Wilayah Perbatasan Nasional

Berita Terbaru