PTP Nonpetikemas Cirebon dan Pelindo Gelar Drill ISPS Code sebagai Implementasi Standar Internasional

- Pewarta

Thursday, 29 May 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Langkah Proaktif PTP Nonpetikemas Cirebon dalam menghadapi ancaman dan memperkut keamanan Maritim, bersama Pelindo Regional 2 Cirebon melaksanakan latihan dan simulasi pengamanan ISPS Code di Pelabuhan Cirebon.

Langkah Proaktif PTP Nonpetikemas Cirebon dalam menghadapi ancaman dan memperkut keamanan Maritim, bersama Pelindo Regional 2 Cirebon melaksanakan latihan dan simulasi pengamanan ISPS Code di Pelabuhan Cirebon.

Maritim Indonesia — Dalam upaya memperkuat sistem keamanan maritim di kawasan utara Pulau Jawa, PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) Nonpetikemas Cabang Cirebon bersama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Cirebon melaksanakan Drill Pengamanan ISPS Code di Pelabuhan Cirebon pada minggu ketiga Mei 2025.

Kegiatan ini merupakan simulasi pengamanan fasilitas pelabuhan terhadap potensi ancaman keamanan, sesuai dengan standar International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code. Latihan ini menjadi bentuk komitmen nyata pengelola pelabuhan dalam menjaga keamanan dan kelancaran operasional di tengah meningkatnya aktivitas logistik dan pelayaran.

Branch Manager PT Pelabuhan Tanjung Priok Cabang Cirebon, Hari Priyatna, menyampaikan bahwa pelaksanaan drill ini merupakan kewajiban setiap Badan Usaha Pelabuhan yang telah memiliki Sertifikat SOCPF.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Drill pengamanan ini adalah implementasi ISPS Code yang harus dilaksanakan secara periodik dan berkesinambungan. Tujuannya untuk melatih kesiap siagaan serta memperkuat koordinasi antar personil pengamanan dalam menjaga keamanan fasilitas Pelabuhan Cirebon,” ujar Hari.

Simulasi ini turut melibatkan unsur pengamanan dari internal pelabuhan, dan menjadi salah satu strategi preventif dalam menghadapi berbagai potensi ancaman keamanan, baik dari sisi laut maupun darat. Dengan latihan yang dilakukan secara berkala, diharapkan seluruh elemen pelabuhan memiliki respons yang cepat, terukur, dan sesuai prosedur.

Senada dengan itu, Deputy PFSO Pelindo Regional 2 Cabang Cirebon, Aam Meliana, menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari penguatan sistem pengamanan pelabuhan.

“Simulasi ini merupakan langkah penting untuk menguji kesiapan sistem pengamanan pelabuhan. Selain mengidentifikasi potensi celah keamanan, kegiatan ini juga memperkuat kerja sama lintas instansi agar prosedur tanggap darurat berjalan efektif dan sesuai standar internasional,” tegas Aam.

Pelabuhan Cirebon sendiri memiliki peran strategis sebagai simpul logistik regional di pantai utara Jawa. Terletak di antara Jakarta dan Semarang, pelabuhan ini menjadi jalur vital bagi distribusi barang di wilayah timur Jawa Barat.

PTP Nonpetikemas Cabang Cirebon melayani aktivitas bongkar muat beragam komoditi seperti batubara, pasir silika, gypsum, jagung, RBD olein, aspal, dan komoditas lainnya.

“Pelabuhan ini juga ditunjang oleh infrastruktur memadai, dengan dermaga sepanjang 1.130,8 meter, lapangan penumpukan seluas 2,3 hektare, gudang penumpukan seluas 6.450 meter persegi, serta alat bongkar muat yang terdiri dari 6 unit excavator, 3 unit wheel loader, 2 unit forklift, dan 2 unit rampdoor,” jelasnya.

Melalui pelaksanaan drill ini, PTP Nonpetikemas Cabang Cirebon bersama Pelindo Regional 2 membuktikan komitmennya dalam mengedepankan keamanan dan profesionalisme operasional pelabuhan, guna mendukung kelancaran arus logistik nasional maupun internasional. (ire djafar)

Berita Terkait

Rakernas ABUPI 2026, Fokus pada Strategi dan Aksi Nyata Penguatan Sektor Kepelabuhanan Nasional
ABUPI Perkuat Sinergi dan Integrasi Pemangku Kepentingan untuk Dorong Distribusi Pelabuhan Nasional
ABUPI Hadirkan Regulator dan Pelaku Industri dalam Seminar Nasional Kepelabuhanan 2026
ABUPI : Peran Cargo Owners dalam Mendorong Efisiensi Pelabuhan Nasional
Koordinasi Logistik Membaik, Arus Kapal Pasca Lebaran Lebih Terkendali
Seminar Nasional & Rakernas 2026 jadi Momentum, ABUPI Perkuat Sinergi dan Transformasi Pelabuhan Nasional
Penegakan Hukum Pelayaran Makin Kompleks, PPNS Dituntut Lebih Profesional
Kuota Diskon Transportasi Habis Terjual, PELNI Sukses Layani 467 Ribu Penumpa

Berita Terkait

Saturday, 18 April 2026 - 04:34 WIB

Rakernas ABUPI 2026, Fokus pada Strategi dan Aksi Nyata Penguatan Sektor Kepelabuhanan Nasional

Saturday, 18 April 2026 - 04:13 WIB

ABUPI Perkuat Sinergi dan Integrasi Pemangku Kepentingan untuk Dorong Distribusi Pelabuhan Nasional

Saturday, 18 April 2026 - 04:01 WIB

ABUPI Hadirkan Regulator dan Pelaku Industri dalam Seminar Nasional Kepelabuhanan 2026

Saturday, 18 April 2026 - 03:51 WIB

ABUPI : Peran Cargo Owners dalam Mendorong Efisiensi Pelabuhan Nasional

Saturday, 18 April 2026 - 02:53 WIB

Koordinasi Logistik Membaik, Arus Kapal Pasca Lebaran Lebih Terkendali

Berita Terbaru