Peringati HAKORDIA 2025, SPJM Gelar Webinar Ilmiah Anti Korupsi

- Pewarta

Saturday, 20 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maritim Indonesia – PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM), subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang Marine, Equipment (peralatan), Port Services (Layanan Pelabuhan), Docking dan Shipyard mengadakan Webinar Ilmiah untuk memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA).

Webinar ilmiah ini dilaksanakan dengan menggunakan platform Zoom dengan menghadirkan beberapa narasumber yang ahli dibidangnya yaitu : Prof. Dr. Abdul Hamid Habbe, SE. M.Si., Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnsi Unhas, dan Jeji Azizi dari Direktorat Anti Korupsi Badan Usaha KPK RI. Hadir pula Group Head Manajemen Risiko, Tata Kelola dan Kepatuhan Pelindo, Usman Saroni.

SVP Sekretaris Perusahaan SPJM, Tubagus Patrick, menyampaikan bahwa peringatan HAKORDIA melalui webinar ilmiah ini menjadi pengingat penting bagi seluruh insan perusahaan untuk terus memahami korupsi dari berbagai perspektif. Selain itu juga sebagai upaya menyatukan langkah dalam membangun budaya antikorupsi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Korupsi adalah musuh bersama yang hanya dapat diberantas melalui komitmen kolektif dan konsistensi penerapan nilai integritas,” kata Patrick.

“Melalui webinar ilmiah ini, kami berharap seluruh insan SPJM tidak hanya memahami aspek regulatif, tetapi juga menginternalisasi nilai kejujuran, tanggung jawab, dan transparansi sebagai bagian dari budaya kerja sehari-hari,” tambahnya.

Lebih lanjut, Tubagus Patrick menegaskan bahwa SPJM berkomitmen untuk terus mendukung agenda nasional pemberantasan korupsi melalui penguatan sistem tata kelola, peningkatan literasi antikorupsi, serta keteladanan pimpinan di seluruh lini organisasi.
Kegiatan ini merupakan wujud dari komitmen berkelanjutan Perusahaan dalam memperkuat budaya integritas serta mendukung upaya pemberantasan korupsi secara sistemik di lingkungan BUMN.

Webinar ini dibuka oleh Komisaris Utama SPJM, Otto Ardianto dan diikuti oleh jajaran Komisaris dan Direksi SPJM, seluruh karyawan SPJM Group termasuk komisaris dan direksi anak dan cucu perusahaan SPJM. Selain itu, hadir pula perwakilan pengurus Persatuan Istri Pegawai Pelindo (PIP) SPJM Group. Pelaksanaan kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan SPJM terhadap peringatan HAKORDIA yang diperingati setiap 9 Desember sebagai momentum refleksi dalam memerangi korupsi di Indonesia.

Melalui pendekatan ilmiah dan multidisipliner, webinar ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai akar, karakter, serta dampak sistemik praktik korupsi. Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran dan komitmen moral seluruh insan perusahaan terhadap pentingnya integritas, transparansi, dan akuntabilitas dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab profesional sehari-hari.

Narasumber pertama, Usman Saroni, General Head Manajemen Risiko dan Tata Kelola PT Pelabuhan Indonesia (Persero), menyampaikan materi terkait transparansi, akuntabilitas, dan penerapan Good Corporate Governance (GCG) sebagai antitesis korupsi. Ia menekankan bahwa tata kelola yang kuat, didukung manajemen risiko yang efektif, merupakan fondasi utama dalam menciptakan perusahaan yang bersih, berintegritas, dan berdaya saing berkelanjutan

Narasumber kedua, Prof. Dr. Hamid Habbe, SE., M.Si, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin sekaligus Komite Audit SPJM, memaparkan perspektif ilmiah mengenai paradigma dalam memahami akar dan dampak korupsi di Indonesia. Dalam paparannya, Hamid menekankan bahwa korupsi tidak hanya persoalan individual, tetapi juga dipengaruhi oleh konteks sistemik yang membutuhkan pembenahan tata kelola dan penguatan nilai etika secara berkelanjutan.

Sementara itu, Jeji Azizi, Analis Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Direktorat Antikorupsi Badan Usaha Komisi Pemberantasan Korupsi RI (KPK), mengulas secara komprehensif mengenai pencegahan fraud dan gratifikasi di lingkungan korporasi.

Materi yang disampaikan menegaskan pentingnya peran aktif seluruh pegawai dalam mengenali, mencegah, dan melaporkan potensi benturan kepentingan serta praktik gratifikasi sebagai bagian dari sistem pengendalian internal perusahaan.
Dengan terselenggaranya Webinar Ilmiah dalam Rangka Memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA) Tahun 2025 ini, SPJM berharap dapat mendorong transformasi budaya kerja yang bersih dan berintegritas, sekaligus memperkuat peran perusahaan dalam mewujudkan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan serta turut mendukung peningkatan nilai persepsi anti korupsi secara nasional. (ire djafar)

Berita Terkait

Mudik Gratis Lebaran 2026, Pelindo Siapkan 7.000 Kursi bagi Masyarakat
Antisipasi Lonjakan Arus Barang Ramadan, IPC Terminal Petikemas Optimalkan Fasilitas dan Layanan Terminal
Rapat Kerja 2026: Momentum Strategis PT Terminal Teluk Lamong Perkuat Kolaborasi dan Akselerasi Transformasi
Kakorlantas Tinjau Pelabuhan Merak dan Bakauheni, Kesiapan Mudik Lebaran ASDP Diperkuat
Pemerintah Perkuat Sinergi Nasional Hadapi Angkutan Lebaran 2026, Sulawesi Selatan Jadi Simpul Strategis Transportasi Indonesia Timur
Sambut Mudik Lebaran, PELNI Tingkatkan Kualitas Layanan Penumpang
Belum Nikmati Diskon Tiket Lebaran? ASDP Jamin Refund Selisih Tarif
DPRD Barru Dorong Penerapan Timbangan di Pelabuhan Garongkong, Pelindo Regional 4 Siap Berkolaborasi

Berita Terkait

Tuesday, 3 March 2026 - 05:58 WIB

Mudik Gratis Lebaran 2026, Pelindo Siapkan 7.000 Kursi bagi Masyarakat

Tuesday, 3 March 2026 - 05:47 WIB

Antisipasi Lonjakan Arus Barang Ramadan, IPC Terminal Petikemas Optimalkan Fasilitas dan Layanan Terminal

Tuesday, 3 March 2026 - 05:14 WIB

Rapat Kerja 2026: Momentum Strategis PT Terminal Teluk Lamong Perkuat Kolaborasi dan Akselerasi Transformasi

Monday, 2 March 2026 - 15:39 WIB

Kakorlantas Tinjau Pelabuhan Merak dan Bakauheni, Kesiapan Mudik Lebaran ASDP Diperkuat

Monday, 2 March 2026 - 12:25 WIB

Pemerintah Perkuat Sinergi Nasional Hadapi Angkutan Lebaran 2026, Sulawesi Selatan Jadi Simpul Strategis Transportasi Indonesia Timur

Berita Terbaru