Maritim Indonesia – Gempabumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,6 mengguncang wilayah Enggano, Bengkulu, pada Sabtu (20/12) pukul 20.13 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Daryono, menjelaskan hasil analisis BMKG menunjukkan episenter gempa berada pada koordinat 5,23° Lintang Selatan dan 102,5° Bujur Timur. Lokasi gempa berada di laut, sekitar 28 kilometer timur laut Enggano, Bengkulu, dengan kedalaman 7 kilometer.
“Dengan memperhatikan lokasi dan kedalaman hiposenter, gempa yang terjadi merupakan gempa dangkal akibat aktivitas Sesar Enggano,” ujar Daryono dalam keterangan resminya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan peta estimasi guncangan BMKG, gempa dirasakan di wilayah Enggano dan Bengkulu dengan intensitas II–III MMI. Getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah, menyerupai getaran akibat truk yang melintas, serta menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
BMKG mencatat hingga Sabtu malam pukul 20.30 WIB, belum terdapat laporan kerusakan bangunan maupun dampak signifikan akibat gempa tersebut. Selain itu, hasil pemantauan juga belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock).
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, serta terus mengikuti informasi resmi dari BMKG melalui kanal komunikasi yang tersedia. (novia)
— idj / idj —







