TNI AL Siagakan Puluhan Alutsista Amankan Jalur Laut Selama Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

- Pewarta

Thursday, 25 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asops Kasal, Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan dan Dirjen Hubla Kemenhub, Muhammad Masyhud dalam kegiatan Koordinasi Rencana Operasi Patroli Nataru 2025-2026 yang melibatkan unsur Ditjen Perhubungan Laut, TNI AL, Polri, Basarnas, operator pelabuhan, serta pemangku kepentingan lainnya di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta (25/12).
Asops Kasal, Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan dan Dirjen Hubla Kemenhub, Muhammad Masyhud dalam kegiatan Koordinasi Rencana Operasi Patroli Nataru 2025-2026 yang melibatkan unsur Ditjen Perhubungan Laut, TNI AL, Polri, Basarnas, operator pelabuhan, serta pemangku kepentingan lainnya di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta (25/12).

Maritim Indonesia – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) menyiagakan puluhan alat utama sistem senjata (alutsista) beserta ribuan personel guna mengamankan jalur laut nasional selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Pengamanan tersebut merupakan bagian dari Operasi Pengamanan Terpadu yang digelar TNI AL bersinergi dengan Kementerian Perhubungan serta instansi maritim terkait. Operasi ini dilaksanakan di seluruh wilayah perairan Indonesia, mencakup lintas laut, sungai, danau, serta penyeberangan strategis, mulai H-7 Natal 2025 hingga H+7 setelah Tahun Baru 2026.

Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops Kasal), Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan, menjelaskan bahwa keterlibatan TNI AL dalam pengamanan Nataru merupakan wujud nyata pelaksanaan tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP), sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang TNI.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Di masa damai, TNI AL harus hadir secara aktif untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, sekaligus menjaga stabilitas nasional, khususnya di wilayah perairan,” kata Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan dalam kegiatan Koordinasi Rencana Operasi Patroli Nataru 2025-2026 yang melibatkan unsur Ditjen Perhubungan Laut, TNI AL, Polri, Basarnas, operator pelabuhan, serta pemangku kepentingan lainnya di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Rabu  (25/12).

Untuk mendukung pengamanan di titik-titik krusial, terutama pada jalur penyeberangan padat seperti Merak–Bakauheni, TNI AL mengerahkan kekuatan secara masif. Di antaranya, KRI dari Koarmada III, sejumlah Kapal Angkatan Laut (KAL), unsur Patroli Keamanan Laut (Patkamla), Sea Rider, hingga RHIB yang ditempatkan di wilayah Banten dan Lampung.

Secara nasional, seluruh jajaran TNI AL di bawah Koarmada, Kodaeral, hingga Lanal diperintahkan untuk menyiagakan unsur laut dan personel sesuai eskalasi kebutuhan di lapangan. Koordinasi juga dilakukan secara ketat dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, termasuk pengamanan di pelabuhan umum dan objek vital nasional. Bahkan, di kawasan wisata Danau Toba, TNI AL menyiapkan dua unit RHIB untuk mengantisipasi lonjakan aktivitas wisatawan.

Di luar pengamanan khusus Nataru, TNI AL tetap melaksanakan operasi rutin harian dengan melibatkan sekitar 30 hingga 40 KRI guna menjaga kedaulatan wilayah laut Indonesia. Selain itu, TNI AL juga mengambil peran aktif dalam operasi kemanusiaan dan penanggulangan bencana di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Sejak 30 November 2025, TNI AL telah mengerahkan sejumlah KRI untuk bantuan darurat, yang kemudian ditingkatkan hingga melibatkan tidak kurang dari 20 KRI, pesawat Casa, helikopter Panther, serta lebih dari 5.600 personel. Dukungan kemanusiaan juga mencakup pengaktifan kembali RSUD Aceh Timur, distribusi genset, pengerahan pasukan zeni marinir, alat berat, hingga tim trauma healing untuk membantu pemulihan fisik dan psikologis masyarakat terdampak.

Melalui kesiapsiagaan ini, TNI AL menegaskan komitmennya tidak hanya dalam menjaga keamanan jalur laut selama momentum Nataru, tetapi juga hadir memberikan bantuan nyata bagi masyarakat dalam situasi darurat dan pemulihan pascabencana. (ire djafar)

Berita Terkait

Perkuat Konektivitas Maritim, Terminal Teluk Lamong Bukukan Arus Petikemas 2,8 Juta TEUs di Tahun 2025
Menutup 2025, Menyambut 2026: PTP Nonpetikemas Gelar Apresiasi Pelanggan Serentak di Seluruh Cabang
Arus Kapal dan Penumpang Meningkat, Pelindo Regional 4 Catat Kinerja Positif Selama Periode Nataru 2025–2026
Pushidrosal Dukung PSN Tanggul Laut Melalui Survei Hidro-Oseanografi
Alumni Akabri 89 Kirim Bantuan Kemanusiaan Korban Bencana di Sumatera
Mendadak dan Acak, Pushidrosal Gelar Tes Urine Narkoba Pada Personel Saat Apel Pagi
Jaga Kelancaran Arus Balik Nataru, PELNI dan BPH Migas Pantau Pasokan BBM di Bitung
Target Penumpang Tercapai, Penumpang PELNI di 2025 Tembus 5,15 Juta

Berita Terkait

Friday, 9 January 2026 - 14:18 WIB

Perkuat Konektivitas Maritim, Terminal Teluk Lamong Bukukan Arus Petikemas 2,8 Juta TEUs di Tahun 2025

Friday, 9 January 2026 - 14:05 WIB

Menutup 2025, Menyambut 2026: PTP Nonpetikemas Gelar Apresiasi Pelanggan Serentak di Seluruh Cabang

Friday, 9 January 2026 - 13:51 WIB

Arus Kapal dan Penumpang Meningkat, Pelindo Regional 4 Catat Kinerja Positif Selama Periode Nataru 2025–2026

Friday, 9 January 2026 - 13:38 WIB

Pushidrosal Dukung PSN Tanggul Laut Melalui Survei Hidro-Oseanografi

Friday, 9 January 2026 - 13:31 WIB

Alumni Akabri 89 Kirim Bantuan Kemanusiaan Korban Bencana di Sumatera

Berita Terbaru