Sofyano Zakaria: Pelindo dan Danantara Punya Peran Strategis Optimalkan Pelabuhan Kijing

- Pewarta

Wednesday, 25 February 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria

Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria

Maritim Indonesia – Pelabuhan Kijing di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, yang berstatus Proyek Strategis Nasional (PSN), terus diproyeksikan menjadi pintu gerbang utama logistik serta ekspor-impor di wilayah tersebut. Optimalisasi konektivitas dan ekosistem logistik dinilai menjadi faktor kunci untuk memaksimalkan peran strategis pelabuhan ini dalam mendukung pertumbuhan ekonomi regional.

Perhatian terhadap pemanfaatan Pelabuhan Kijing juga disampaikan Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, yang mendorong percepatan optimalisasi pelabuhan sebagai pengungkit ekonomi daerah. Sorotan tersebut dipandang sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memastikan potensi keberadaan Pelabuhan Kijing dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Atas hal tersebut, Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria menegaskan, “Sebagai Putra Daerah Kalimantan Barat, saya memandang kritik keras Wakil Gubernur Kalbar terhadap belum optimalnya operasional Pelabuhan Kijing di Kabupaten Mempawah merupakan peringatan serius bagi seluruh pemangku kepentingan.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelabuhan Kijing yang merupakan Proyek Strategis Nasional mulai dibangun pada tahun 2018 dan diresmikan pada 9 Agustus 2022, diproyeksikan menjadi pintu gerbang utama logistik dan ekspor-impor Kalimantan Barat. Namun hingga saat ini operasionalnya belum berjalan optimal akibat lemahnya dukungan infrastruktur konektivitas darat dari dan menuju kawasan pelabuhan serta keterhubungan dengan wilayah hinterland.

“Keberadaan Pelabuhan Kijing sejatinya sangat strategis untuk menekan biaya logistik, meningkatkan daya saing komoditas ekspor Kalbar seperti CPO, alumina dan produk pertanian, membuka lapangan kerja serta mendorong tumbuhnya kawasan industri baru di sekitar pelabuhan. Multiplier effect dari operasional pelabuhan ini diyakini mampu meningkatkan investasi, memperkuat rantai pasok dan mempercepat pertumbuhan ekonomi wilayah pesisir Kalbar”.

“Untuk itu PT Pelindo Persero diharapkan tidak hanya fokus pada operasional terminal, tetapi juga aktif mendorong pengembangan ekosistem logistik melalui kerja sama dengan investor kawasan industri, penyedia jasa logistik serta mempercepat integrasi sistem transportasi multimoda”.

Sofyano juga menambahkan bahwa Danantara sebagai lembaga pengelola investasi negara diharapkan dapat berperan besar dalam pembiayaan pembangunan infrastruktur pendukung seperti jalan tol/logistik corridor menuju kawasan pelabuhan melalui skema investasi strategis nasional.

Sementara itu Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, kata Sofyano, perlu pula memastikan kesiapan tata ruang, pembangunan jalan penghubung, fasilitas umum serta kawasan industri penyangga di sekitar pelabuhan agar tercipta demand logistik yang berkelanjutan.

“Saya berharap , Direktur Utama PT Pelindo, Bapak Achmad Muchtasyar beserta jajaran direksi dapat mengupayakan perhatian serius dari Pemerintah Pusat guna percepatan pembangunan jalan tol serta fasilitas umum pendukung lainnya agar konektivitas angkutan barang dari dan menuju Pelabuhan Kijing dapat berjalan lancar,” ungkap Sofyano.

“Optimalisasi Pelabuhan Kijing bukan hanya soal infrastruktur, tetapi tentang masa depan daya saing ekonomi Kalimantan Barat di tingkat nasional maupun global,” pungkasnya.

Sebagai informasi tambahan, Pelabuhan Kijing telah melayani kapal bulk carrier dan general cargo dengan kapasitas sandar hingga puluhan ribu DWT. Fasilitas pelabuhan dilengkapi terminal multipurpose, fasilitas curah cair, serta dukungan lahan pengembangan kawasan industri. Pelabuhan ini diproyeksikan menjadi hub logistik baru Kalimantan Barat yang terhubung dengan koridor industri dan ekspor nasional. (ire djafar)

Berita Terkait

Gelombang Kedua, Kapal PELNI Angkut Ratusan Ton Barang Bantuan ke NTT
Perkuat Tata Kelola BBM, PELNI Bersama KPK Pantau Proses Bunkering Kapal Perintis
Danantara Perkuat Transformasi Pelindo, Laba Semester I 2026 Tumbuh 60%
Jejak Panjang Pengabdian Andi Hartono, dari Kantor Pusat hingga Menjaga Keselamatan Pelayaran di Makassar
Layani Sepenuh Hati, IPCC Dukung Pengiriman Bantuan Kemanusiaan PMI ke Nusa Tenggara Timur
Pushidrosal Perkuat Sinergi Hidro-Oseanografi dan Pertahanan Maritim di Wilayah Perbatasan Nasional
Pascagempa NTT, Kemenhub Optimalkan Transportasi Laut untuk Distribusi Bantuan Kemanusiaan
Buka Posko Bersama Kemenhub, PELNI dan Pelindo Tunjukan Sinergi untuk Galang Bantuan Bencana NTT

Berita Terkait

Saturday, 29 August 2026 - 18:10 WIB

Gelombang Kedua, Kapal PELNI Angkut Ratusan Ton Barang Bantuan ke NTT

Friday, 28 August 2026 - 21:26 WIB

Perkuat Tata Kelola BBM, PELNI Bersama KPK Pantau Proses Bunkering Kapal Perintis

Friday, 28 August 2026 - 11:17 WIB

Danantara Perkuat Transformasi Pelindo, Laba Semester I 2026 Tumbuh 60%

Wednesday, 26 August 2026 - 20:28 WIB

Jejak Panjang Pengabdian Andi Hartono, dari Kantor Pusat hingga Menjaga Keselamatan Pelayaran di Makassar

Saturday, 22 August 2026 - 21:58 WIB

Layani Sepenuh Hati, IPCC Dukung Pengiriman Bantuan Kemanusiaan PMI ke Nusa Tenggara Timur

Berita Terbaru