Maritim Indonesia – Upaya memperkuat sistem distribusi nasional berbasis pelabuhan terus didorong melalui kolaborasi lintas sektor. Hal ini menjadi fokus dalam Sesi III Seminar Nasional Kepelabuhanan 2026 yang digelar Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI).
Mengangkat tema “Kebutuhan, Sinergi, dan Integrasi Pemangku Kepentingan dalam Sistem Distribusi dan Pengangkutan Pelabuhan Nasional”, forum ini menjadi ruang diskusi strategis untuk menyatukan perspektif berbagai pihak dalam meningkatkan efisiensi dan konektivitas layanan pelabuhan.
Sejumlah tokoh dari regulator dan asosiasi strategis dijadwalkan hadir sebagai narasumber, di antaranya Wakil Menteri Perhubungan Komjen Pol. (Purn.) Suntana; Ketua Umum ALFI, M. Akbar Djohan; Ketua Umum ABUPI, Liana Trisnawati; Ketua Umum INSA, Carmelita Hartoto; Ketua Umum APBMI, Juswandi Kristanto; serta Ketua Umum GPEI Benny Soetrisno.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Masing-masing pembicara akan membahas peran sektor yang diwakilinya, mulai dari arah kebijakan integrasi transportasi, kontribusi logistik dalam efisiensi distribusi, hingga penguatan layanan pelabuhan dari hulu ke hilir.
Forum ini juga menyoroti pentingnya keterpaduan layanan antar pemangku kepentingan, termasuk pelayaran, bongkar muat, hingga kebutuhan eksportir, sebagai bagian dari sistem distribusi yang saling terhubung.
ABUPI menilai, tanpa sinergi yang kuat, upaya peningkatan efisiensi logistik akan sulit tercapai. Karena itu, integrasi layanan pelabuhan secara end-to-end menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.
Melalui forum ini, diharapkan lahir berbagai masukan dan rekomendasi konkret yang dapat mendorong perbaikan sistem distribusi nasional, sekaligus meningkatkan daya saing pelabuhan Indonesia di tingkat global.
Dengan semakin solidnya kolaborasi antar pemangku kepentingan, pelabuhan diharapkan mampu berperan lebih optimal sebagai simpul utama dalam mendukung kelancaran arus barang dan pertumbuhan ekonomi nasional. (ire djafar)







