Menaker Tekankan Kesehatan Mental Jadi Bagian Penting dalam SMK3

- Pewarta

Thursday, 21 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maritim Indonesia — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa kesehatan mental kini menjadi bagian penting dalam Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Menurut Yassierli, lingkungan kerja tidak cukup hanya aman secara fisik, tetapi juga harus mampu menjaga kesejahteraan dan kesehatan mental pekerja. Hal ini sejalan dengan tren global yang menempatkan kesejahteraan (well-being) sebagai kebutuhan dasar di tempat kerja.

“Jika manusia adalah pusat dari keselamatan dan kesehatan kerja, maka yang perlu kita lindungi bukan hanya fisiknya. Kesehatan mental adalah bagian yang tidak terpisahkan dari keselamatan dan kesehatan kerja yang sesungguhnya,” ujar Yassierli dalam Webinar Ketenagakerjaan memperingati Hari K3 Internasional di Kantor Kemnaker, Jakarta, Selasa (28/4) baru-baru ini.

Yassierli menjelaskan, perhatian terhadap kesehatan mental menjadi semakin penting karena besarnya risiko psikososial di tempat kerja, seperti tekanan kerja berlebihan, jam kerja panjang, konflik di lingkungan kerja, hingga kurangnya dukungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data International Labour Organization (ILO) tahun 2026 menunjukkan bahwa kondisi tersebut berkontribusi terhadap sekitar 840 ribu kematian per tahun secara global, hilangnya 12 miliar hari kerja produktif, serta kerugian ekonomi setara 1,37 persen dari produk domestik bruto (PDB) dunia.

Di Indonesia, tantangan serupa juga terjadi. Data Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan tahun 2018 mencatat lebih dari 19 juta angkatan kerja mengalami gangguan mental emosional dan lebih dari 12 juta mengalami depresi. Pekerja di sektor informal, seperti buruh, sopir, dan pekerja rumah tangga, menjadi kelompok yang paling rentan.

Untuk itu, Yassierli meminta jajaran pengawas ketenagakerjaan memperkuat pengawasan penerapan SMK3 di perusahaan. Pengawasan tidak hanya mencakup aspek keselamatan fisik, tetapi juga beban kerja, jam kerja, dan kondisi psikososial pekerja.

Kemnaker juga mengoptimalkan peran enam Balai K3 di berbagai wilayah sebagai pusat sosialisasi, promosi, dan sertifikasi SMK3, sekaligus sebagai tempat uji untuk memperkuat penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja di dunia usaha.

Selain itu, ia mendorong dinas ketenagakerjaan di seluruh daerah untuk mempercepat penerapan SMK3 di perusahaan dan instansi pemerintah, termasuk melalui peningkatan jumlah dan kapasitas asesor K3.

“Kami ingin memastikan setiap tempat kerja tidak hanya aman, tetapi juga sehat dan nyaman bagi pekerja,” kata Yassierli. (novia)

— idj / idj —

Berita Terkait

Kemnaker Luncurkan Talent and Innovation Hub, Perkuat Kolaborasi Talenta dan Industri untuk Ciptakan Lapangan Kerja
TPK Semarang Salurkan Ban Bekas untuk Dukung Lingkungan dan Fasilitas Latihan
Wujud Kepedulian Sosial, IPCC dan Mitra Berikan Pemeriksaan Gigi Gratis bagi Warga Kurang Mampu
Komitmen Pelabuhan Hijau, Terminal Teluk Lamong Luncurkan Green House Titik Hijau dan Terima Tanaman Langka dari BRIN
PELNI Sukses Layani Keagenan Kapal Pesiar MV Odyssey Berbendera Bahamas di Indonesia
Harkitnas 2026, Pelindo Jadikan Momentum Perkuat Budaya Kerja dan Pelayanan
Perkuat Sinergi, MTI dan Serikat Pekerja Siap Kawal Merger BUMN Logistik
Alami Gangguan Mesin di Selat Sunda, KPLP Evakuasi 28 Penumpang KMP Mutiara Persada III

Berita Terkait

Thursday, 21 May 2026 - 04:04 WIB

Kemnaker Luncurkan Talent and Innovation Hub, Perkuat Kolaborasi Talenta dan Industri untuk Ciptakan Lapangan Kerja

Thursday, 21 May 2026 - 03:43 WIB

Menaker Tekankan Kesehatan Mental Jadi Bagian Penting dalam SMK3

Thursday, 21 May 2026 - 03:30 WIB

TPK Semarang Salurkan Ban Bekas untuk Dukung Lingkungan dan Fasilitas Latihan

Wednesday, 20 May 2026 - 15:21 WIB

Wujud Kepedulian Sosial, IPCC dan Mitra Berikan Pemeriksaan Gigi Gratis bagi Warga Kurang Mampu

Wednesday, 20 May 2026 - 14:58 WIB

Komitmen Pelabuhan Hijau, Terminal Teluk Lamong Luncurkan Green House Titik Hijau dan Terima Tanaman Langka dari BRIN

Berita Terbaru