Alami Gangguan Mesin di Selat Sunda, KPLP Evakuasi 28 Penumpang KMP Mutiara Persada III

- Pewarta

Tuesday, 19 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KN. Golok–P.206 milik Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas I Tanjung Priok melaksanakan operasi SAR dan evakuasi terhadap 28 penumpang kapal KMP. Mutiara Persada III.
KN. Golok–P.206 milik Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas I Tanjung Priok melaksanakan operasi SAR dan evakuasi terhadap 28 penumpang kapal KMP. Mutiara Persada III.

Maritim Indonesia – Kapal Patroli Negara KN. Golok–P.206 milik Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas I Tanjung Priok melaksanakan operasi SAR dan evakuasi terhadap 28 penumpang kapal KMP. Mutiara Persada III yang mengalami gangguan mesin di wilayah Perairan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Selat Sunda, tepatnya sekitar 2,5 Nautical Mile (NM) timur laut Pulau Tiga.

Berdasarkan laporan, KMP. Mutiara Persada III berangkat dari Pelabuhan Cigading, Banten, pada 14 Mei 2026 pukul 04.15 WIB. Dalam pelayaran, sekitar pukul 09.00 WIB, kapal mengalami gangguan Main Engine (ME) sehingga memerlukan penanganan lebih lanjut guna menjamin keselamatan penumpang dan pelayaran.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud melalui Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP), Triono, memerintahkan Pangkalan PLP Tanjung Priok untuk mengerahkan kapal patroli KPLP untuk mengevakuasi penumpang KMP Mutiara Persada III.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Triono menegaskan bahwa keselamatan penumpang menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan kondisi darurat di laut.

“KN. Golok–P.206 bergerak cepat melaksanakan operasi SAR dan evakuasi sebagai bentuk komitmen KPLP dalam memastikan keselamatan pelayaran serta memberikan perlindungan kepada masyarakat pengguna jasa transportasi laut,” ujar Triono.

Pada 16 Mei 2026 pukul 14.00 WIB, KN. Golok–P.206 bergerak menuju lokasi kejadian. Selanjutnya dilakukan manuver sandar dan proses evakuasi penumpang dari KMP. Mutiara Persada III ke KN. Golok–P.206.

Sebanyak 28 orang penumpang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan tidak ada korban jiwa. Setelah seluruh penumpang dinyatakan clear on board, KN. Golok–P.206 bergerak menuju Pelabuhan Panjang, Lampung dan pada pukul 19.30 WIB sandar di Dermaga C1 Port of Panjang, dilanjutkan serah terima penumpang kepada pihak operator kapal, yaitu PT. ALP pada pukul 19.45 WIB.

Operasi berlangsung pada kondisi cuaca hujan ringan, tinggi gelombang 0,5–0,8 meter, serta kecepatan angin 5–10 knots, dan seluruh proses evakuasi berjalan aman, tertib, dan lancar.

Menurut Triono, seluruh proses evakuasi berjalan sesuai prosedur keselamatan. Sinergi antara personel kapal patroli, operator kapal, dan pihak terkait menjadi kunci seluruh penumpang dapat dievakuasi dengan aman dan selamat

“Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui jajaran KPLP berkomitmen terus memperkuat kesiapsiagaan personel dan armada kapal patroli negara guna mendukung keselamatan dan keamanan pelayaran serta perlindungan lingkungan maritim Indonesia,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok, Fourmansyah, menyampaikan bahwa keberhasilan evakuasi ini menunjukkan kesiapsiagaan personel KPLP dan unsur kapal patroli dalam merespon kondisi darurat di laut.

“Hal ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara melalui Kementerian Perhubungan dalam menjamin keselamatan masyarakat pengguna transportasi laut,” pungkasnya. (ire djafar)

Berita Terkait

Perkuat Tata Kelola BBM, PELNI Bersama KPK Pantau Proses Bunkering Kapal Perintis
Danantara Perkuat Transformasi Pelindo, Laba Semester I 2026 Tumbuh 60%
Jejak Panjang Pengabdian Andi Hartono, dari Kantor Pusat hingga Menjaga Keselamatan Pelayaran di Makassar
Layani Sepenuh Hati, IPCC Dukung Pengiriman Bantuan Kemanusiaan PMI ke Nusa Tenggara Timur
Pushidrosal Perkuat Sinergi Hidro-Oseanografi dan Pertahanan Maritim di Wilayah Perbatasan Nasional
Pascagempa NTT, Kemenhub Optimalkan Transportasi Laut untuk Distribusi Bantuan Kemanusiaan
Buka Posko Bersama Kemenhub, PELNI dan Pelindo Tunjukan Sinergi untuk Galang Bantuan Bencana NTT
Angkut Bantuan, Kemenhub Berikan Potongan Harga 100 Persen Tarif Muatan Barang di Kapal PELNI

Berita Terkait

Friday, 28 August 2026 - 21:26 WIB

Perkuat Tata Kelola BBM, PELNI Bersama KPK Pantau Proses Bunkering Kapal Perintis

Friday, 28 August 2026 - 11:17 WIB

Danantara Perkuat Transformasi Pelindo, Laba Semester I 2026 Tumbuh 60%

Wednesday, 26 August 2026 - 20:28 WIB

Jejak Panjang Pengabdian Andi Hartono, dari Kantor Pusat hingga Menjaga Keselamatan Pelayaran di Makassar

Saturday, 22 August 2026 - 21:58 WIB

Layani Sepenuh Hati, IPCC Dukung Pengiriman Bantuan Kemanusiaan PMI ke Nusa Tenggara Timur

Saturday, 22 August 2026 - 14:17 WIB

Pushidrosal Perkuat Sinergi Hidro-Oseanografi dan Pertahanan Maritim di Wilayah Perbatasan Nasional

Berita Terbaru