Komitmen Pelabuhan Hijau, Terminal Teluk Lamong Luncurkan Green House Titik Hijau dan Terima Tanaman Langka dari BRIN

- Pewarta

Wednesday, 20 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Operasi PT Terminal Teluk Lamong, Muhammad Syukur

Direktur Operasi PT Terminal Teluk Lamong, Muhammad Syukur

(Kiri-Kanan) Direktur Keuangan, SDM, dan Manajemen Risiko PT Terminal Teluk Lamong, Budi Satriyo & Perwakilan Tim Peneliti Kebun Raya Purworadi BRIN, Sugeng Budiharta
(Kiri-Kanan) Direktur Keuangan, SDM, dan Manajemen Risiko PT Terminal Teluk Lamong, Budi Satriyo & Perwakilan Tim Peneliti Kebun Raya Purworadi BRIN, Sugeng Budiharta

Maritim Indonesia – PT Terminal Teluk Lamong secara resmi meluncurkan Green House “Titik Hijau” sekaligus menerima tanaman langka dari Kebun Raya Purwodadi yang menjadi momentum kick off kerja sama antara PT Terminal Teluk Lamong dengan Pusat Riset Ekologi BRIN. Kegiatan ini juga dalam rangka menyambut peringatan Hari Keanekaragaman Hayati Internasional yang diperingati setiap tanggal 22 Mei.

Green House yang diberi nama “Titik Hijau” PT Terminal Teluk Lamong ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan serta meningkatkan ruang terbuka hijau di kawasan operasional pelabuhan. Berbagai jenis tanaman sayuran hidroponik, buah-buahan, tanaman peneduh, tanaman penyerap polusi hingga tanaman koleksi konservasi telah dikembangkan di area tersebut.

Pada kesempatan ini juga, BRIN Kebun Raya Purwodadi menyerahkan tanaman langka Pala Jawa (Myristica teysmannii) sebagai salah satu spesies pohon langka endemik Pulau Jawa yang berstatus genting sehingga dapat memberikan nilai tambah berupa konservasi keanekaragaman hayati di area PT Terminal Teluk Lamong.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Operasi PT Terminal Teluk Lamong, Muhammad Syukur yang meresmikan kegiatan ini menyampaikan bahwa inisiatif ini menjadi bagian dari langkah perusahaan untuk menghadirkan operasional pelabuhan yang tidak hanya modern dan efisien, tetapi juga ramah lingkungan.

“Peresmian Green House Titik Hijau ini merupakan wujud nyata komitmen PT Terminal Teluk Lamong dalam mendukung pelestarian lingkungan hidup dan peningkatan keanekaragaman hayati. Melalui kolaborasi bersama BRIN, kami berharap kawasan ruang terbuka hijau perusahaan dapat menjadi ekosistem yang lebih produktif, edukatif, dan berkelanjutan,” ujar Syukur.

Pengayaan diversitas tumbuhan di ruang terbuka hijau berbasis ekologi ini diinisiasi oleh tim ESG (Environmental Social Governance) PT Terminal Teluk Lamong dan tenaga kerja yang bertanggungjawab mengelola tanaman di area Perusahaan.

Sementara itu, Perwakilan Tim Peneliti Kebun Raya Purwodadi BRIN, Sugeng Budiharta, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah kolaboratif yang dilakukan PT Terminal Teluk Lamong dalam mendukung pelestarian biodiversitas di kawasan Pelabuhan.

“Dengan bertambahnya para pihak yang memiliki perhatian terhadap konservasi keanekaragaman hayati, kami berharap kebun raya kecil dapat dihadirkan di area kawasan industri dan Pelabuhan. Karena semakin banyak jumlah dan jenis tumbuhan yang ditanam, maka akan semakin besar peluang untuk memberikan manfaat bagi alam semesta.” Ungkap Sugeng.

Melalui kerja sama ini, PT Terminal Teluk Lamong dan BRIN akan mengembangkan berbagai program pengayaan tumbuhan, edukasi lingkungan, perhitungan karbon stok, serta pendampingan teknis pengelolaan ruang terbuka hijau yang berorientasi pada konservasi dan keberlanjutan lingkungan.

Kegiatan ini menegaskan komitmen PT Terminal Teluk Lamong dalam implementasi ESG (Environment, Social, Governance), khususnya pada aspek pelestarian ekosistem daratan dan aksi terhadap perubahan iklim. Kolaborasi dengan BRIN ini juga menunjukkan aksi nyata sinergi antara dunia pelabuhan dan lembaga riset dalam mendukung konservasi keanekaragaman hayati. (ire djafar)

Berita Terkait

Perkuat Tata Kelola BBM, PELNI Bersama KPK Pantau Proses Bunkering Kapal Perintis
Danantara Perkuat Transformasi Pelindo, Laba Semester I 2026 Tumbuh 60%
Jejak Panjang Pengabdian Andi Hartono, dari Kantor Pusat hingga Menjaga Keselamatan Pelayaran di Makassar
Layani Sepenuh Hati, IPCC Dukung Pengiriman Bantuan Kemanusiaan PMI ke Nusa Tenggara Timur
Pushidrosal Perkuat Sinergi Hidro-Oseanografi dan Pertahanan Maritim di Wilayah Perbatasan Nasional
Pascagempa NTT, Kemenhub Optimalkan Transportasi Laut untuk Distribusi Bantuan Kemanusiaan
Buka Posko Bersama Kemenhub, PELNI dan Pelindo Tunjukan Sinergi untuk Galang Bantuan Bencana NTT
Angkut Bantuan, Kemenhub Berikan Potongan Harga 100 Persen Tarif Muatan Barang di Kapal PELNI

Berita Terkait

Friday, 28 August 2026 - 21:26 WIB

Perkuat Tata Kelola BBM, PELNI Bersama KPK Pantau Proses Bunkering Kapal Perintis

Friday, 28 August 2026 - 11:17 WIB

Danantara Perkuat Transformasi Pelindo, Laba Semester I 2026 Tumbuh 60%

Wednesday, 26 August 2026 - 20:28 WIB

Jejak Panjang Pengabdian Andi Hartono, dari Kantor Pusat hingga Menjaga Keselamatan Pelayaran di Makassar

Saturday, 22 August 2026 - 21:58 WIB

Layani Sepenuh Hati, IPCC Dukung Pengiriman Bantuan Kemanusiaan PMI ke Nusa Tenggara Timur

Saturday, 22 August 2026 - 14:17 WIB

Pushidrosal Perkuat Sinergi Hidro-Oseanografi dan Pertahanan Maritim di Wilayah Perbatasan Nasional

Berita Terbaru