Kementerian Kehutanan, WCS Indonesia dan CMA CGM Perkuat Kolaborasi Cegah Perdagangan Satwa Liar Ilegal Lewat Jalur Logistik

- Pewarta

Thursday, 2 July 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemitraan sejak 2024 telah mendukung 39 operasi gabungan, menyelamatkan 957 satwa dari jaringan perdagangan ilegal sekaligus memperkuat pengawasan di sektor logistik nasional
Kemitraan sejak 2024 telah mendukung 39 operasi gabungan, menyelamatkan 957 satwa dari jaringan perdagangan ilegal sekaligus memperkuat pengawasan di sektor logistik nasional

Maritim Indonesia – Kementerian Kehutanan Republik Indonesia bersama Wildlife Conservation Society (WCS) Indonesia dan CMA CGM Group memperkuat kemitraan dalam upaya mencegah perdagangan ilegal tumbuhan dan satwa liar melalui jalur logistik. Sejak dimulai pada 2024, kolaborasi tersebut telah menghasilkan berbagai capaian nyata dalam mendukung perlindungan keanekaragaman hayati sekaligus memperkuat sistem biosekuriti nasional.

Capaian kemitraan tersebut dipaparkan dalam sebuah kegiatan yang berlangsung di Bandar Lampung dan dilanjutkan dengan kunjungan ke fasilitas Wildlife Detection Dog (WDD) di Kalianda, Lampung Selatan. Dalam kunjungan tersebut, para peserta melihat secara langsung bagaimana anjing pelacak yang telah dilatih secara khusus membantu mendeteksi penyelundupan satwa liar beserta turunannya yang disembunyikan di dalam muatan logistik.

Program WDD merupakan inisiatif WCS Indonesia bersama mitra lokal Jaringan Satwa Indonesia (JSI) untuk mendukung Direktorat Konservasi Spesies dan Genetik (KSG) Kementerian Kehutanan dalam mengungkap perdagangan ilegal tumbuhan dan satwa liar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejak kemitraan dibangun pada 2024, berbagai langkah strategis telah dilakukan, mulai dari pelaksanaan kajian kerentanan di sejumlah pelabuhan guna mengidentifikasi celah penyelundupan, peningkatan kapasitas 127 petugas pelabuhan dan aparat penegak hukum dari berbagai instansi, hingga pengerahan unit anjing pelacak (K9) melalui program WDD yang telah mendukung 39 operasi gabungan bersama pemerintah.

Dari operasi-operasi tersebut, sebanyak 957 satwa berhasil diamankan dari jaringan perdagangan ilegal. Beberapa di antaranya merupakan satwa yang dilindungi, seperti kipasan belang sunda, cucak hijau jawa, dan elang brontok. Sebanyak 770 satwa telah berhasil dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya, sementara sisanya masih menjalani proses rehabilitasi.

Selain menyelamatkan satwa yang dilindungi, upaya tersebut juga berperan penting dalam mencegah penyebaran penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia maupun ke satwa lainnya, sehingga memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem.

Direktur Konservasi Spesies dan Genetik Kementerian Kehutanan, Dr. Ahmad Munawir, S.Hut., M.Si., mengatakan perlindungan tumbuhan dan satwa liar merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan pengawasan terpadu berbasis risiko.

“Jalur logistik menjadi salah satu titik penting yang harus terus diperkuat karena berpotensi dimanfaatkan dalam rantai perdagangan ilegal. Kemitraan ini merupakan langkah strategis untuk mendukung pencegahan, deteksi dini, serta respons terhadap perdagangan ilegal tumbuhan dan satwa liar,” ujarnya.

Menurut Ahmad Munawir, dukungan unit K9, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu meningkatkan kecepatan, ketepatan, dan efektivitas upaya perlindungan satwa liar. Model kerja sama tersebut juga dinilai dapat direplikasi di wilayah lain yang memiliki tingkat risiko tinggi terhadap perdagangan ilegal.

Sementara itu, Senior Manager Wildlife Trade and Policy Program WCS Indonesia, Sofi Mardiah, menilai perlindungan satwa liar tidak dapat dipisahkan dari keamanan rantai pasok logistik.

“Selama satu tahun terakhir kami melihat bahwa perlindungan satwa liar berjalan seiring dengan upaya menjaga integritas rantai pasok. Berkat kolaborasi dengan Kementerian Kehutanan dan dukungan CMA CGM, kesiapan operasional semakin kuat. Program Wildlife Detection Dog membuktikan bahwa deteksi dini di garis depan merupakan faktor penting dalam konservasi,” katanya.

Ia menambahkan, keterlibatan CMA CGM menunjukkan komitmen nyata sektor logistik global dalam memastikan rantai pasok tidak dimanfaatkan untuk kejahatan perdagangan satwa liar.

Presiden Direktur CMA CGM Indonesia, Ikram Ghazali, menegaskan bahwa sebagai perusahaan pelayaran dan logistik global, CMA CGM menyadari rantai pasok memiliki peran penting dalam mencegah berbagai aktivitas ilegal.

“Kemitraan kami dengan Kementerian Kehutanan dan WCS Indonesia mencerminkan komitmen untuk memperkuat pengamanan di seluruh jaringan logistik serta mendukung solusi nyata seperti program Wildlife Detection Dog. Perlindungan keanekaragaman hayati membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara sektor publik dan swasta, dan CMA CGM berkomitmen untuk terus mengambil bagian dalam upaya tersebut di Indonesia,” ujar Ikram.

Melalui kolaborasi ini, ketiga pihak berharap sistem pengawasan terhadap perdagangan ilegal tumbuhan dan satwa liar melalui jalur logistik semakin kuat, sehingga mampu mendukung upaya konservasi keanekaragaman hayati sekaligus menciptakan rantai pasok yang lebih aman, bertanggung jawab, dan berkelanjutan. (ire djafar)

Berita Terkait

Hari Lingkungan Hidup Sedunia: Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Tanam 665 Pohon, Perkuat Komitmen Pelestarian Lingkungan
RUPS Tahunan PT Pelindo Solusi Maritim: Pendapatan Melonjak, Lampaui Target Kinerja 2025
PT Sarana Bandar Logistik Resmi Lepas dari PELNI Group, Masuk Babak Baru Konsolidasi BUMN Logistik
PELNI Lakukan Penyesuaian Tarif Angkutan Muatan Mulai 1 Juli 2026
Ekspor Perdana dari Terminal Kijing Resmi Dimulai, Pelindo Dorong Efisiensi Logistik dan Daya Saing Ekspor Kalimantan Barat
Berthing Window dan Berthing Priority, Strategi Layanan TTL Hadapi Peningkatan Trafik Kapal di TPK Berlian
IPCC Perkuat Sinergi Pendidikan dan Logistik Otomotif
Terminal Kijing Layani Ekspor Perdana dengan Petikemas, Tingkatkan Konektivitas Logistik Nasional

Berita Terkait

Thursday, 2 July 2026 - 13:16 WIB

Kementerian Kehutanan, WCS Indonesia dan CMA CGM Perkuat Kolaborasi Cegah Perdagangan Satwa Liar Ilegal Lewat Jalur Logistik

Thursday, 2 July 2026 - 07:04 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia: Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Tanam 665 Pohon, Perkuat Komitmen Pelestarian Lingkungan

Thursday, 2 July 2026 - 06:38 WIB

RUPS Tahunan PT Pelindo Solusi Maritim: Pendapatan Melonjak, Lampaui Target Kinerja 2025

Tuesday, 30 June 2026 - 14:21 WIB

PT Sarana Bandar Logistik Resmi Lepas dari PELNI Group, Masuk Babak Baru Konsolidasi BUMN Logistik

Tuesday, 30 June 2026 - 11:32 WIB

PELNI Lakukan Penyesuaian Tarif Angkutan Muatan Mulai 1 Juli 2026

Berita Terbaru