TTL Gandeng BRIN Petakan Biota Laut Sebagai Implementasi ESG dan Komitmen Pelestarian Ekosistem Pesisir

- Pewarta

Tuesday, 14 July 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maritim Indonesia – PT Terminal Teluk Lamong (PT TTL) memperkuat komitmennya terhadap pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan melalui kerja sama dengan Pusat Riset Sistem Biota (PRSB) – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kolaborasi ini mencakup pelaksanaan program pemetaan Biota Laut (plankton, makrobenthos, dan nekton) di kawasan perairan Teluk Lamong serta penyusunan buku Wildlife Series 2: Biota Laut Kawasan Teluk Lamong.

Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam menghadirkan data ilmiah mengenai kondisi dan keanekaragaman hayati di kawasan perairan Teluk Lamong. Hasil pemetaan akan menjadi referensi penting dalam pengelolaan lingkungan pelabuhan yang berbasis sains, sekaligus memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di lingkungan perusahaan.

Sebanyak tujuh orang peneliti dari Pusat Riset Sistem Biota (PRSB) BRIN telah melaksanakan kegiatan riset lapangan pada 29 Juni hingga 3 Juli 2026 di kawasan perairan PT Terminal Teluk Lamong. Selama lima hari pelaksanaan, tim peneliti melakukan pengambilan sampel dan identifikasi berbagai kelompok biota laut yang meliputi plankton, makrobenthos, dan nekton sebagai dasar penyusunan profil keanekaragaman hayati di kawasan Teluk Lamong.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain menghasilkan data ilmiah, kolaborasi ini juga akan melahirkan publikasi berupa Wildlife Series 2: Biota Laut Kawasan Teluk Lamong, yang mendokumentasikan kekayaan biota laut di kawasan Teluk Lamong. Buku tersebut diharapkan menjadi media edukasi bagi masyarakat, akademisi, pemangku kepentingan, serta menjadi bukti bahwa kawasan pelabuhan dapat berkembang selaras dengan upaya pelestarian lingkungan.

Sekretaris Perusahaan PT Terminal Teluk Lamong, Syaiful Anam menyambut baik Kerjasama ini.

“Sebagai terminal peti kemas yang mengedepankan konsep Green Port, PT Terminal Teluk Lamong meyakini bahwa keberlanjutan harus didukung oleh data dan kajian ilmiah yang kredibel. Melalui kerja sama dengan BRIN, kami ingin memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai kondisi biota laut di kawasan Teluk Lamong, sehingga setiap langkah pengelolaan lingkungan yang kami lakukan memiliki dasar ilmiah yang kuat.” ujar Anam.

Lebih lanjut Anam menyatakan bahwa kehadiran peneliti BRIN yang melakukan riset langsung di lapangan menjadi bagian penting dalam menghasilkan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia berharap hasil riset ini tidak hanya bermanfaat bagi perusahaan, tetapi juga menjadi kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pelestarian ekosistem pesisir di Indonesia.

Sementara itu, Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Sistem Biota BRIN, Dr. Hanung Agus Mulyadi, S.Pi., M.Si., menyampaikan bahwa sinergi ini merupakan langkah penting dalam menghasilkan inovasi berbasis ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat luas bagi lingkungan dan masyarakat.

“Berdasarkan hasil observasi dan pengambilan sampel yang kami lakukan selama kegiatan riset lapangan, secara umum kondisi biota laut di kawasan perairan PT Terminal Teluk Lamong menunjukkan indikasi yang baik. Keanekaragaman biota yang kami temukan, mulai dari plankton, makrobenthos, hingga nekton, menunjukkan bahwa ekosistem di kawasan ini masih mampu mendukung kehidupan berbagai organisme perairan.” ucap Hanung.

“Seluruh sampel yang telah dikumpulkan masih akan melalui tahapan identifikasi dan analisis lebih lanjut di laboratorium untuk memperoleh hasil yang komprehensif. Kami berharap hasil penelitian ini dapat menjadi data ilmiah yang bermanfaat dalam mendukung pengelolaan lingkungan kawasan pelabuhan secara berkelanjutan, sekaligus menjadi referensi bagi upaya konservasi ekosistem pesisir di masa mendatang,” tambah Hanung.

Kerja sama ini juga menjadi bagian dari upaya TTL dalam memperkuat budaya riset, inovasi, dan transparansi pengelolaan lingkungan. Sebagai pelabuhan yang mengusung konsep ramah lingkungan, TTL terus berupaya menghadirkan berbagai inisiatif yang mendukung keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kelestarian ekosistem.

Dari hasil kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan basis data ilmiah mengenai keanekaragaman biota laut di kawasan Teluk Lamong sekaligus meningkatkan kesadaran seluruh pemangku kepentingan akan pentingnya menjaga ekosistem pesisir sebagai bagian dari pembangunan pelabuhan yang berkelanjutan. (ire djafar)

Berita Terkait

12 Penumpang Speedboat SB. Mister Un Berhasil Dievakuasi dengan Selamat
KPK Supervisi Tata Kelola BBM PELNI, Perkuat Transparansi dan Pencegahan Korupsi
Pelindo Regional 2 Banten Catat Tren Pertumbuhan Operasional yang Positif pada Semester I 2026
Hari Anak Nasional, PELNI Hadirkan Edukasi Maritim Melalui Lomba Menggambar dan Mewarnai
Safety Forum Jadi Momentum TPK Teluk Lamong Perkuat Budaya K3 Demi Operasional yang Andal
Program Diskon Tarif Transportasi Dongkrak Mobilitas, Kapal PELNI Layani 677 Ribu Penumpang Selama Libur Sekolah
Pelindo Dorong Tarif Jasa Pemanduan dan Penundaan yang Transparan dan Berkelanjutan
Pushidrosal Perkuat Sinergi dengan Kemendiktisaintek, Dorong Riset Kelautan Nasional

Berita Terkait

Saturday, 25 July 2026 - 20:12 WIB

12 Penumpang Speedboat SB. Mister Un Berhasil Dievakuasi dengan Selamat

Saturday, 25 July 2026 - 17:37 WIB

KPK Supervisi Tata Kelola BBM PELNI, Perkuat Transparansi dan Pencegahan Korupsi

Saturday, 25 July 2026 - 13:22 WIB

Pelindo Regional 2 Banten Catat Tren Pertumbuhan Operasional yang Positif pada Semester I 2026

Saturday, 25 July 2026 - 13:14 WIB

Hari Anak Nasional, PELNI Hadirkan Edukasi Maritim Melalui Lomba Menggambar dan Mewarnai

Thursday, 23 July 2026 - 15:29 WIB

Safety Forum Jadi Momentum TPK Teluk Lamong Perkuat Budaya K3 Demi Operasional yang Andal

Berita Terbaru