Kolaborasi Terminal Teluk Lamong dengan KSOP Utama Tanjung Perak, Hadirkan Eazi dalam Transformasi Layanan Operasional Pelabuhan

- Pewarta

Friday, 17 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maritim Indonesia – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak sosialisasikan program Optimalisasi Pemanfaatan Zona Labuh atau Express Anchorage Zone Service (EAZI). Inisiatif ini dibarengi dengan sosialisasi pembaruan Sistem Operasional dan Prosedur (SISPRO) Pelayanan Jasa Pemanduan dan Penundaan Kapal guna merespons dinamika lalu lintas kapal yang semakin padat di Perairan Wajib Pandu Kelas I Tanjung Perak.

Langkah strategis ini untuk meningkatkan standar keselamatan pelayaran sekaligus mendorong efisiensi layanan, khususnya pada terminal petikemas dalam pengelolaan PT Terminal Teluk Lamong yaitu TPK Teluk Lamong, TPK Berlian dan TPK Nilam.

sosialisasi ini dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan kepelabuhanan, mulai dari kantor KSOP Utama Tanjung Perak, Kantor Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Tanjung Perak, KSOP Kelas II Gresik, Pelindo Regional 3, Sub Regional Jawa, hingga asosiasi pengguna jasa seperti INSA dan ISAA serta pengguna jasa kepelabuhanan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, menegaskan bahwa keberhasilan inovasi di pelabuhan sangat bergantung pada kuatnya kolaborasi antar pemangku kepentingan.

“Kami menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang luar biasa dari seluruh pemangku kepentingan di Tanjung Perak. Kolaborasi ini memastikan setiap tahapan program Optimalisasi Pemanfaatan Zona Labuh 2 atau EAZI berjalan lancar, sehingga menghasilkan efisiensi nyata bagi pelayanan kapal yaitu dengan berkurangnya waktu ship to ship dan Port Stay,” ujar David.

Dalam sosialisasi tersebut juga disampaikan teknis ketentuan penggunaan layanan EAZI yaitu salah satunya panjang kapal (LOA) maksimal 150 meter, waktu tunggu maksimal adalah 6 (enam) jam sejak waktu berlabuh serta proses Ship to Ship kapal lepas dan kapal yang akan sandar maksimal 1 jam. Lebih lanjut, bahwa program ini juga menitikberatkan pada transparansi dan digitalisasi layanan melalui integrasi pelaporan secara real-time antara sistem Inaportnet milik Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, khususnya di bawah Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dengan sistem Phinnisi platform digital layanan kapal milik PT Pelabuhan Indonesia (Persero).

Hal ini merupakan bagian dari visi besar TTL dalam mewujudkan ekosistem Smart Port yang mampu meminimalkan waktu tunggu kapal (waiting time) dan menekan biaya logistik nasional.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Kantor KSOP Utama Tanjung Perak, Agustinus Maun menyampaikan optimisme terhadap implementasi program EAZI. Menurutnya, pemanfaatan Zona Labuh 2 akan membuat pelayanan kapal jauh lebih efektif dan menjadi motor penggerak pertumbuhan volume petikemas serta peningkatan ekonomi Jawa Timur.

“Tugas utama KSOP adalah memperlancar arus barang dan orang. Oleh karena itu, kami terus mencari inovasi untuk meningkatkan layanan. Dengan program EAZI, operasional kapal menjadi lebih efisien dan akuntabel,” tegasnya.

Bagi pengguna jasa, layanan EAZI diprediksi dapat memberikan dampak signifikan. Waktu transisi kapal dari posisi lepas sandar hingga kembali sandar yang sebelumnya mencapai 4–6 jam, kini ditargetkan pangkas menjadi maksimal 2 jam tanpa mengesampingkan aspek keselamatan.

Harmin, perwakilan dari PT SPIL, menyatakan dukungannya terhadap inovasi peningkatan layanan kapal ini.

“EAZI merupakan solusi konkret untuk mengurangi waktu proses ship to ship dan port stay. Kami siap menjadi bagian dalam pelaksanaan optimalisasi ini guna memperlancar arus barang,” ujarnya.

Optimalisasi layanan melalui EAZI ini diharapkan menjadi katalisator positif bagi kesinambungan tren pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. Dengan arus logistik yang semakin lancar dan efisien, PT Terminal Teluk Lamong optimis dapat terus berkontribusi dalam menjaga momentum penguatan ekonomi daerah melalui peningkatan throughput petikemas dan efektivitas rantai pasok. (ire djafar)

Berita Terkait

Penegakan Hukum Pelayaran Makin Kompleks, PPNS Dituntut Lebih Profesional
Kuota Diskon Transportasi Habis Terjual, PELNI Sukses Layani 467 Ribu Penumpa
Industri Maritim Dituntut Adaptif, SDM dan Digitalisasi Jadi Penentu
Kenaikan Harga BBM Berdampak pada Layanan Pemanduan dan Penundaan di Pelabuhan
Pelindo dan Asosiasi Pelabuhan Perkuat Sinergi Layanan Logistik
Pelindo dan Tiran Nusantara Group Jajaki Peluang Kerja Sama
Kinerja Kuartal I 2026 Tumbuh 4,5%, Terminal Teluk Lamong Perkuat Peran di Logistik Nasional
Tarif Disesuaikan, ASDP Perkuat Layanan dan Konektivitas Tarakan–Sebawang

Berita Terkait

Friday, 17 April 2026 - 14:26 WIB

Penegakan Hukum Pelayaran Makin Kompleks, PPNS Dituntut Lebih Profesional

Friday, 17 April 2026 - 13:56 WIB

Kuota Diskon Transportasi Habis Terjual, PELNI Sukses Layani 467 Ribu Penumpa

Friday, 17 April 2026 - 13:09 WIB

Kolaborasi Terminal Teluk Lamong dengan KSOP Utama Tanjung Perak, Hadirkan Eazi dalam Transformasi Layanan Operasional Pelabuhan

Friday, 17 April 2026 - 06:39 WIB

Industri Maritim Dituntut Adaptif, SDM dan Digitalisasi Jadi Penentu

Thursday, 16 April 2026 - 03:49 WIB

Kenaikan Harga BBM Berdampak pada Layanan Pemanduan dan Penundaan di Pelabuhan

Berita Terbaru