Maritim Indonesia – PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX: IPCC) kembali menunjukkan kapasitas dan keandalannya sebagai terminal kendaraan terbesar di Indonesia. Memasuki awal kuartal IV tahun 2025, IPCC sukses menangani dua kapal internasional berskala besar secara bersamaan, MV. BYD Explorer 1 dari Taicang Port, China, dan MV. Canopus Leader dari Singapura, yang sandar di Dermaga IPCC Branch Jakarta.
Momen ini menjadi bukti nyata kemampuan IPCC dalam melakukan unlocking berth capacity, yakni kemampuan dermaga untuk melayani dua kapal internasional sekaligus secara efisien, aman, dan terkendali. Keberhasilan tersebut tak lepas dari sinergi erat IPCC bersama Bea Cukai dan KSOP Tanjung Priok, serta dukungan sistem operasi digital yang terintegrasi.
“Penyandaran dua kapal internasional bersamaan ini adalah bentuk nyata peningkatan kapasitas dan layanan IPCC. Kami terus berinovasi melalui digitalisasi, transformasi pola operasi, hingga inovasi produk dan model bisnis, demi memberikan nilai tambah dan kepuasan bagi pengguna jasa,” ujar Sugeng Mulyadi, Direktur Utama IPCC.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapal MV. BYD Explorer 1 memiliki panjang sekitar 200 meter dan lebar 38 meter, dengan kapasitas angkut mencapai 7.000 unit kendaraan. Di sisi lain, MV. Canopus Leader sepanjang 180 meter dengan lebar 32 meter mampu membawa sekitar 5.100 unit kendaraan.
Keduanya berhasil ditangani secara bersamaan, menjadikan total aktivitas bongkar muat di dermaga IPCC mencapai 10.300 unit kendaraan dalam satu waktu. Seluruh kegiatan berjalan lancar berkat dukungan tim operasional yang solid serta penerapan sistem Port Terminal Operating System Consolidation (PTOS-C) yang memudahkan monitoring arus kendaraan di terminal.
Menariknya, MV. BYD Explorer 1 merupakan kapal berbahan bakar Liquefied Natural Gas (LNG), yang efisien dan ramah lingkungan. Kapal ini menjadi simbol komitmen IPCC terhadap pengembangan pelabuhan hijau.
“Penggunaan LNG mampu menekan emisi karbon sekaligus meningkatkan efisiensi logistik. Ini sejalan dengan upaya IPCC mendorong implementasi green and smart port melalui berbagai langkah seperti pemanfaatan air hujan, penggunaan solar cell, pengurangan plastik sekali pakai, dan penghijauan terminal,” tambah Sugeng.
Hingga akhir kuartal III 2025, IPCC mencatat aktivitas ekspor-impor kendaraan utuh (Completely Built Up / CBU) mencapai 380.296 unit, tumbuh 21% year-on-year (YoY).
— Ekspor tercatat 284.492 unit atau naik 10% YoY,
— Sedangkan impor melonjak hingga 95.804 unit atau tumbuh 70% YoY,
— Dengan 57.035 unit di antaranya merupakan mobil listrik berbasis baterai (BEV).
Angka tersebut memperkuat posisi IPCC sebagai gateway utama kendaraan listrik di Indonesia dan bagian penting dalam mendukung transformasi menuju ekonomi hijau nasional.
“Melalui kolaborasi dengan para pengguna jasa dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, IPCC berkomitmen membangun ekosistem logistik kendaraan yang efisien, berdaya saing, dan berkelanjutan. Kami ingin Indonesia tampil sebagai pemain utama dalam industri kendaraan listrik dunia,” pungkas Sugeng. (ire djafar)







