Upaya Berlanjut, SPJM Pasang Fasilitas Safety Baru di Jembatan Mahakam Samarinda

- Pewarta

Thursday, 5 March 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maritim Indonesia – PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) kembali menunjukkan keseriusan dan kepeduliannya dalam meningkatkan keselamatan dan keamanan layanan operasional di wilayah perairan sungai Mahakam. Kali ini SPJM memasang 2 (dua) alat yaitu : Port Entry Light (PEL) dan pemasangan alat sensor monitoring kondisi perairan di sekitar Jembatan Mahakam.

PEL telah mulai dipasang pada bulan September 2024, alat ini berupa lampu sistem suar navigasi berintensitas tinggi yang digunakan untuk memandu kapal masuk ke pelabuhan atau alur pelayaran dalam hal ini kolong jembatan, menandai jalur aman, atau menyoroti bahaya, terutama di malam hari atau pada jarak pandang yang terbatas. Sehingga dengan adanya alat ini diharapkan dapat mencegah dan meminimalisir insiden, menunjukkan jalur pelayaran, menentukan posisi dan arah, dan identifikasi sisi alur.

“Kami telah melakukan beberapa riset dan Port Entry Lights (PEL) memang sudah sangat banyak digunakan di pelabuhan-pelabuhan internasional yang sibuk, memiliki alur pelayaran sempit, atau memiliki lalu lintas padat. Lampu ini menjadi standar keamanan krusial untuk memandu kapal memasuki pelabuhan dengan aman, baik siang maupun malam. Karakteristik pelayanan pemanduan kolong jembatan di Perairan Sungai Mahakam memang cukup menantang, sehingga kami berinisiatif memasang PEL sebagai salah satu upaya mempermudah nahkoda kapal dan perwira pandu mengenai posisi mereka di jalur yang benar sehingga dalam melintas dengan aman”, terang Edward DN Napitupulu, Direktur Operasi dan Teknik SPJM.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

SPJM juga telah memasang alat sensor monitoring perairan sekitar jembatan Mahakam dan Mahulu pada bulan Januari 2026, alat ini berfungsi memberikan informasi kondisi kecepatan arus sungai dan jarak antara permukaan air ke struktur Jembatan Mahakam (cleraence Jembatan) dan terhubung dengan monitor display yang terpasang di railing Jembatan Mahakam. Selain itu di Stasiun pandu dekat jembatan Mahulu telah dipasang sensor ketinggian muatan berupa laser range finder. Seluruh sensor tersebut dapat dipantau melalui dashboard monitoring sensor Jembatan (Web Based) yang dapat meberikan informasi aktual (setiap 1 Menit) terkait kecepatan arus sekitar Jembatan Mahakam, clearence Jembatan (Jarak Konstruksi Jembatan ke Permukaan Air Sungai) serta memberikan Notifikasi “alert” jika terdapat muatan kapal melebihi batas yang ditentukan oleh regulasi.

Edward menerangkan, “Sensor ini akan sangat membantu dalam memberikan informasi bagi perwira pandu dan nahkoda saat melakukan pemanduan kapal dengan akurat, aman, dan efisien, terutama saat proses olah gerak. Dengan adanya alat sensor dan monitoring ini juga akan memberikan kesadaran situasional (situational awareness) yang tinggi bagi nahkoda kapal dan perwira pandu, memastikan navigasi pelayaran di perairan terbatas yaitu ruang bawah jembatan Mahakam, sehingga dapat dilaksanakan dengan selamat, tertib, dan lancar.”

Keselamatan berlayar adalah tujuan utama dan akhir, sehingga SPJM terus berkomitmen melakukan  improvement atau perbaikan berkelanjutan. (ire djafar)

Berita Terkait

Mahasiswa Poltrada Bali Dalami Industri Logistik Otomotif Lewat Kunjungan ke IPCC
Program Diskon Transportasi PELNI Disambut Antusias, Kuota Terserap 96 Persen
Kejati Bangka Belitung dan Pelindo Regional 2 Perkuat Sinergi Penanganan Hukum
PELNI Perluas Jangkauan Layanan Keagenan Kapal hingga Malaysia
Jaga Konektivitas di Wilayah 3TP, Kemenhub Pastikan Angkutan Perintis Tetap Berjalan
Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Gelar Program Pelindo Sehat 2026, Berikan Pemeriksaan TBC Gratis dan Santunan Anak Yatim di Kalibaru
Dari Ruang Kelas ke Pelabuhan, GIBEI FEB UNJ Selami Bisnis Logistik Otomotif Lewat Kunjungan Industri ke IPCC
Pelindo Regional 2 Banten Peduli Lingkungan Laut: Gelar Program TJSL, Konservasi Terumbu Karang di Pulau Merak Besar

Berita Terkait

Tuesday, 21 July 2026 - 12:38 WIB

Mahasiswa Poltrada Bali Dalami Industri Logistik Otomotif Lewat Kunjungan ke IPCC

Tuesday, 21 July 2026 - 08:04 WIB

Program Diskon Transportasi PELNI Disambut Antusias, Kuota Terserap 96 Persen

Monday, 20 July 2026 - 23:17 WIB

Kejati Bangka Belitung dan Pelindo Regional 2 Perkuat Sinergi Penanganan Hukum

Monday, 20 July 2026 - 16:46 WIB

PELNI Perluas Jangkauan Layanan Keagenan Kapal hingga Malaysia

Sunday, 19 July 2026 - 23:24 WIB

Jaga Konektivitas di Wilayah 3TP, Kemenhub Pastikan Angkutan Perintis Tetap Berjalan

Berita Terbaru