
Maritim Indonesia – Produktivitas pelabuhan nasional saat ini terus menunjukkan tren peningkatan. Berdasarkan sejumlah laporan kinerja, throughput di berbagai terminal petikemas mencatat pertumbuhan yang signifikan, Terminal Peti Kemas Tanjung Priok misalnya mencatat throughput 1,817 juta TEUs pada semester I 2026, naik 7,9 persen dari tahun sebelumnya. Managing Partner Masykur Isnan & Partners Law Firm, H. Masykur Isnan, S.H., M.H. sangat mengapresiasi capaian positif tersebut
“Kenaikan produktivitas pelabuhan adalah kabar baik bagi ekosistem logistik nasional. Namun, Kami menegaskan bahwa pertumbuhan kinerja ini tidak boleh berhenti pada angka-angka statistik semata. Momentum ini harus diarahkan untuk mendorong peningkatan kesejahteraan pekerja pelabuhan, terutama Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) yang menjadi garda terdepan dalam operasional bongkar muat,” kata Masykur Isnan, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (10/9).
Dalam konteks hubungan industrial, Masykur Isnan menekankan pentingnya penguatan kolaborasi antara manajemen pelabuhan dengan serikat pekerja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kolaborasi yang erat dengan serikat pekerja adalah kunci untuk menjaga kondusivitas hubungan industrial. Ketika manajemen dan pekerja berada pada satu visi menjaga daya saing dan produktivitas Pelabuhan maka tren positif ini akan terus berlanjut. Kami mendorong agar ruang dialog konstruktif melalui LKS Bipartit dan forum lainnya sehingga setiap kebijakan operasional selalu mempertimbangkan aspek kesejahteraan dan hak-hak pekerja,” jelasnya.
Lebih lanjut, Masykur Isnan mengidentifikasi bahwa persoalan kedepan pelabuhan ke depan adalah pengelolaan tenaga kerja bongkar muat yang menyeluruh mulai dari aspek kesejahteraan, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), hingga kepastian hubungan kerja. Ia menyoroti bahwa produktivitas yang meningkat harus berdampak langsung pada peningkatan upah, jaminan sosial, dan kondisi kerja yang lebih layak bagi para pekerja.
“Ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Peningkatan produktivitas harus diikuti dengan perluasan perlindungan sosial dan jaminan keselamatan kerja yang memadai, serta kepastian hubungan kerja,” tegasnya.
Tantangan dan peluang ke depan bagi seluruj stakeholder pelabuhan adalah memastikan terciptanya kemajuan usaha dan elaborasi kesjahteraan,terlebih dinamika regulasi ketenagakerjaan dan pengembangan usaha yang dinamis. (ire djafar)







