Maritim Indonesia — PT Energi Pelabuhan Indonesia (PT EPI) memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan energi yang andal dan berkelanjutan bagi pengguna jasa Pelabuhan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan layanan Onshore Power Supply (OPS) di Pelabuhan Tanjung Priok, salah satunya melalui penerapan Service Level Agreement (SLA) dan Service Level Guarantee (SLG).
Penetapan dan penandatanganan SLA-SLG dilakukan oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Cabang Tanjung Priok bersama Kantor Kesyahbandaran dan Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Priok. Dalam implementasinya, PT EPI berperan sebagai operator dan pengelola layanan OPS yang memastikan standar pelayanan tersebut dapat diterapkan secara konsisten dalam operasional.
Bagi EPI, SLA-SLG bukan sekadar dokumen kesepakatan mengenai tingkat pelayanan, melainkan bentuk komitmen untuk memberikan kepastian layanan kepada pelanggan. Standar tersebut menjadi acuan dalam memastikan layanan OPS mampu menjawab kebutuhan pengguna jasa, mulai dari kesiapan fasilitas, kontinuitas pasokan listrik, kualitas pelayanan, hingga kecepatan penanganan apabila terjadi gangguan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur Utama PT EPI, Andriyuda Siahaan, mengatakan bahwa layanan OPS merupakan bagian dari transformasi EPI dalam menghadirkan layanan utilitas energi yang berorientasi pada kebutuhan pelanggan sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan pelabuhan.
“Bagi EPI, penetapan SLA dan SLG menjadi momentum untuk memperkuat keandalan layanan OPS. Sebagai operator dan pengelola, kami memastikan standar yang telah ditetapkan dapat diterjemahkan ke dalam operasional melalui kesiapan fasilitas, keandalan pasokan, pemeliharaan peralatan, serta respons layanan. Kami ingin memastikan bahwa layanan OPS benar-benar memberikan kepastian dan manfaat bagi pengguna jasa,” ujar Andriyuda.
Menurutnya, keandalan layanan menjadi aspek penting dalam mendorong pemanfaatan OPS secara lebih optimal. Dengan adanya standar pelayanan yang jelas, pengguna jasa memiliki kepastian mengenai kualitas dan kontinuitas layanan ketika menggunakan OPS untuk kebutuhan kelistrikan kapal selama berada di pelabuhan.
Sebagai operator dan pengelola layanan, PT EPI menjalankan sejumlah aspek operasional untuk mendukung penerapan SLA-SLG, antara lain memastikan kesiapan fasilitas OPS, menjaga kontinuitas pasokan listrik, melakukan pemeliharaan peralatan, melakukan pemantauan layanan, serta menyediakan respons terhadap potensi gangguan dan kebutuhan pengguna jasa.
Penguatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya EPI dalam membangun layanan utilitas energi yang tidak hanya berorientasi pada availability, tetapi juga pada reliability, service quality, dan customer assurance.
OPS sebagai Bagian dari Transformasi Green Port
Penguatan layanan OPS di Tanjung Priok juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendorong transformasi pelabuhan menuju konsep green port. Executive General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Cabang Tanjung Priok, Yandri Trisaputra, mengatakan bahwa penyediaan OPS merupakan salah satu langkah Pelindo dalam mendukung operasional pelabuhan yang lebih ramah lingkungan sekaligus mendorong pengurangan emisi karbon.
“Pelindo menyediakan fasilitas Onshore Power Supply sebagai bagian dari upaya mendukung penerapan green port dan menekan emisi karbon di pelabuhan. Kami berharap perusahaan pelayaran dan pengguna jasa dapat memberikan dukungan dengan semakin mengoptimalkan pemanfaatan OPS sebagai bagian dari komitmen bersama terhadap pelabuhan yang lebih ramah lingkungan,” ujar Yandri.
Hal senada disampaikan Ketua DPC INSA Jaya, Ir. H. Andi Saparang Patonangi, yang mengapresiasi penerapan SLA-SLG sebagai langkah untuk memberikan standar pelayanan yang lebih jelas bagi perusahaan pelayaran sebagai pengguna jasa.
“Kami mengapresiasi penetapan SLA dan SLG sebagai bentuk sinergi untuk memastikan layanan OPS berjalan dengan standar yang jelas dan mendukung kebutuhan perusahaan pelayaran. Dengan adanya standar yang terukur, kami berharap keandalan layanan OPS dapat semakin baik dan pemanfaatannya terus berkembang,” kata Andi.
Sementara itu, Kepala KSOP Utama Tanjung Priok, Capt. Heru Susanto, M.M., menilai penerapan OPS di Tanjung Priok sejak 2020 hingga pengembangannya saat ini merupakan langkah nyata dalam mendukung pelabuhan yang lebih ramah lingkungan.
“Penerapan OPS di Tanjung Priok sejak 2020 hingga pengembangannya saat ini merupakan langkah nyata menuju pelabuhan yang lebih ramah lingkungan. Penetapan SLA dan SLG semakin memperkuat kepastian layanan dan sinergi antar pihak. Kami berharap kolaborasi ini terus berjalan secara bersih, tertib, aman, dan lancar untuk mewujudkan green port,” ujar Heru.
Memperluas Akses Layanan OPS di Tanjung Priok
OPS memungkinkan kapal yang sedang bersandar menggunakan pasokan listrik dari darat untuk memenuhi kebutuhan kelistrikan kapal sebagai alternatif penggunaan mesin bantu kapal. Pemanfaatan OPS dapat mengurangi penggunaan bahan bakar kapal selama berada di pelabuhan dan berkontribusi terhadap upaya pengurangan emisi serta kebisingan di lingkungan pelabuhan.
Penerapan OPS juga menjadi bagian dari pengembangan ekosistem pelabuhan yang lebih berkelanjutan dan sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam mendorong ekonomi hijau, pembangunan rendah karbon, serta penguatan sektor maritim sebagaimana tercermin dalam Asta Cita dan RPJMN 2025–2029.
Bagi EPI, keberlanjutan tidak dapat dipisahkan dari kualitas layanan. Pelabuhan yang lebih hijau membutuhkan infrastruktur energi yang tidak hanya tersedia, tetapi juga andal dan mampu mendukung aktivitas operasional secara konsisten.
Sebagai bagian dari komitmen untuk memperluas akses terhadap layanan energi yang lebih bersih dan andal di kawasan pelabuhan, PT EPI melalui mitra kerja samanya akan menghadirkan hingga 24 unit Onshore Power Supply (OPS) di Pelabuhan Tanjung Priok. Pengembangan tersebut dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan operasional pelabuhan dan kebutuhan pengguna jasa.
Kehadiran 24 unit OPS tersebut diharapkan dapat memperluas cakupan layanan dan memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi kapal yang membutuhkan pasokan listrik dari darat selama berada di pelabuhan. Dengan kapasitas layanan yang semakin luas, EPI berupaya memastikan OPS dapat menjadi bagian yang terintegrasi dalam ekosistem pelayanan pelabuhan Tanjung Priok.
Pengembangan tersebut juga menunjukkan komitmen EPI untuk tidak berhenti pada penyediaan infrastruktur, tetapi membangun layanan OPS yang reliable dan customer-oriented. Setiap pengembangan akan diikuti dengan kesiapan operasional, dukungan teknis 24/7, pemeliharaan fasilitas, serta penguatan keandalan jaringan listrik untuk memastikan layanan dapat memenuhi standar SLA dan SLG yang telah ditetapkan.
Dengan dukungan Pelindo, KSOP, perusahaan pelayaran, mitra kerja, dan seluruh pemangku kepentingan, EPI akan terus memperluas dan meningkatkan kualitas layanan OPS agar mampu memberikan manfaat nyata bagi operasional pelabuhan sekaligus mendukung transformasi green port di Tanjung Priok. (ire djafar)







