Erupsi Gunung Api Berpotensi Menunda Arus Ekspor-Impor Melalui Soekarno-Hatta Hingga USD168 Juta

- Pewarta

Monday, 7 September 2026 - 13:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maritim Indonesia — Menyikapi aktivitas erupsi gunung api yang terjadi beberapa hari ini, Founder & CEO Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi menyatakan kebutuhan antisipasi atas risiko keselamatan penerbangan sekaligus kelancaran logistik nasional. Sebaran abu vulkanik dapat memicu penutupan ruang udara, pembatalan atau pengalihan penerbangan, perubahan jadwal, dan penumpukan kargo.

Dampaknya dapat menjalar ke kegiatan produksi dan perdagangan, terutama jika mengenai jaringan yang terhubung dengan Bandara Soekarno–Hatta sebagai pintu utama pengiriman barang bernilai tinggi dan sensitif terhadap waktu.

Pada 2025, nilai ekspor nonmigas melalui Soekarno–Hatta mencapai USD9,90 miliar dan impor USD20,77 miliar. Nilai indikatif arus perdagangan bruto tersebut mencapai USD30,67 miliar setahun atau rata-rata USD84,03 juta per hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Volume impor mencapai 174,9 ribu ton setahun atau rata-rata 479 ton per hari. Angka tersebut mengacu pada data BPS dan Satu Data Perdagangan Kementerian Perdagangan, dengan data ekspor 2025 berstatus revisi.

Setijadi menjelaskan gangguan penerbangan selama delapan jam berpotensi menunda arus ekspor-impor sekitar USD28 juta, terdiri atas ekspor USD9,04 juta dan impor USD18,97 juta, termasuk hampir 160 ton barang impor.

Jika gangguan berlangsung selama 48 jam, nilai indikatif barang yang berpotensi tertunda meningkat menjadi sekitar USD168 juta, terdiri atas ekspor USD54,23 juta dan impor USD113,83 juta, termasuk sekitar 960 ton barang impor.

Perhitungan tersebut hanya mencakup perdagangan internasional melalui Soekarno–Hatta, belum termasuk pengiriman domestik, dan bukan estimasi kerugian langsung. Ekspor menggunakan nilai FOB, sedangkan impor menggunakan nilai CIF; kerugian aktual bergantung pada pembatalan penerbangan, pengalihan kargo, karakteristik komoditas, dan waktu pemulihan operasi.

Rekomendasi Solusi

SCI merekomendasikan solusi dalam jangka pendek, yaitu pengelola bandara, maskapai, freight forwarder, Bea dan Cukai, karantina, serta pemilik barang perlu mengaktifkan koordinasi tanggap darurat. Prioritasnya meliputi pemantauan sebaran abu secara real-time, penjadwalan ulang penerbangan, penyediaan kapasitas tambahan, percepatan penanganan dokumen, dan pengalihan kargo melalui bandara alternatif.

Barang mudah rusak, farmasi, komponen produksi kritis, elektronik bernilai tinggi, dan kiriman ekspres perlu mendapatkan prioritas. Pengiriman domestik dapat dialihkan ke moda darat, kereta api, laut, atau jaringan multimoda.

Dalam jangka panjang, perusahaan perlu membangun rencana kontinuitas bisnis berdasarkan beberapa skenario durasi gangguan, menetapkan bandara dan moda alternatif, serta memiliki kontrak kapasitas cadangan dengan penyedia jasa logistik. Importir perlu menyesuaikan persediaan pengaman untuk bahan baku kritis, sedangkan eksportir perlu menyiapkan gudang dan fasilitas rantai dingin alternatif.

Pemerintah perlu menyusun protokol logistik kebencanaan lintas-instansi agar gangguan penerbangan akibat erupsi tidak berkembang menjadi gangguan rantai pasok dan produksi yang lebih luas. (ire djafar)

Berita Terkait

KPLP Tanjung Priok Kerahkan Tiga Kapal Patroli Tangani Kebakaran KMP Batu Mandi di Selat Sunda
KM Dorolonda Mulai Layani Pelabuhan Donggala pada 31 Oktober 2026
Strategi Integrated Auto Solutions Perkuat Pertumbuhan IPCC, Trafik Kargo Naik 19,57% hingga Kuartal III 2026
PELNI Raih Penghargaan ESG NOW Leadership Forum & Awards 2026 melalui Inovasi Daur Ulang Life Jacket
Pelindo Regional 4 Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Makassar
Arus Petikemas TTL Tumbuh 12,54 Persen, Tembus 2,29 Juta TEUs hingga September 2026
IPCC dukung Honda Racing Indonesia di Mandalika Festival of Speed 2026
Transformasi green dan smart terminal, TTL raih dua penghargaan internasional

Berita Terkait

Tuesday, 20 October 2026 - 23:31 WIB

KPLP Tanjung Priok Kerahkan Tiga Kapal Patroli Tangani Kebakaran KMP Batu Mandi di Selat Sunda

Tuesday, 20 October 2026 - 12:54 WIB

KM Dorolonda Mulai Layani Pelabuhan Donggala pada 31 Oktober 2026

Tuesday, 20 October 2026 - 12:19 WIB

Strategi Integrated Auto Solutions Perkuat Pertumbuhan IPCC, Trafik Kargo Naik 19,57% hingga Kuartal III 2026

Monday, 19 October 2026 - 18:10 WIB

PELNI Raih Penghargaan ESG NOW Leadership Forum & Awards 2026 melalui Inovasi Daur Ulang Life Jacket

Monday, 19 October 2026 - 14:12 WIB

Pelindo Regional 4 Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Makassar

Berita Terbaru