Dirjen Hubla Resmikan Pembangunan Sarana dan Prasarana Kenavigasian Melalui Skema Pembiayaan SBSN

- Pewarta

Thursday, 21 March 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maritim Indonesia — Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut meresmikan Pembangunan Sarana dan Prasarana Kenavigasian dengan sumber dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Tahun Anggaran 2023 di Dermaga Kenavigasian Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Benoa, Kamis (21/3).

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Capt. Antoni Arif Priadi menyampaikan bahwa 3 (tiga) prioritas utama yang digarap dalam kegiatan ini adalah Pembangunan Dermaga Kenavigasian dan Pembangunan Sisi Darat Dermaga Kenavigasian Benoa, pembangunan Gedung Stasiun Radio Pantai (SROP) dan fasilitas penunjang lainnya di Sinabang dan Susoh, serta penggantian Menara Suar Tanjung Ligeta, Rambu Pelabuhan Raijua, dan Pembangunan Rambu Pelabuhan di Pulau Padar dan Pulau Rinca.

Sebagai informasi, Distrik Navigasi Kelas II Benoa adalah satu-satunya Distrik Navigasi yang belum memiliki Dermaga Kapal Negara Kenavigasian, sehingga 2 (dua) kapal negara kelas I yang dimiliki yakni KN Nusa Penida dan KN Mizan harus melakukan lego jangkar di area alur dan kolam pelabuhan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini memiliki resiko kecelakaan terutama pada saat kondisi cuaca buruk serta mempengaruhi kecepatan dalam melaksanakan kegiatan operasional kenavigasian.

“Pembangunan Dermaga Kenavigasian Benoa diharapkan dapat meningkatkan efisiensi waktu kegiatan kenavigasian yang dilakukan oleh Kapal Negara dan mewujudkan efisiensi anggaran melalui penurunan konsumsi BBM dan suku cadang kapal,” ungkap Capt. Antoni.

Sementara itu, pembangunan Stasiun Radio Pantai (SROP) di lokasi Sinabang dan Susoh, lanjutnya, penting untuk mengoptimalkan layanan telekomunikasi pelayaran bagi para pengguna jasa transportasi laut di sekitar wilayah perairan Sinabang dan Susoh.

Adapun pembangunan dan penggantian Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) di Nusa Tenggara Timur menjadi krusial setelah ditetapkannya Taman Nasional Komodo sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

“Kegiatan Kenavigasian ini tidak hanya dimanfaatkan untuk kepentingan Distrik Navigasi semata, akan tetapi dapat dimanfaatkan oleh instansi pemerintah lainnya. Dengan kerja sama yang solid dan kesadaran akan pentingnya sinergi, kita dapat mengatasi setiap tantangan dan mencapai keberhasilan yang lebih besar dalam upaya mencapai tujuan bersama” tutur Capt. Antoni.

Lebih lanjut, Ia mengajak seluruh pihak untuk menciptakan kolaborasi antar instansi agar dapat meningkatkan efisiensi pelayanan, memaksimalkan pemanfaatan sumber daya, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Dengan team work yang baik, kita dapat mencapai hasil yang lebih baik dan memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan transportasi laut yang aman dan selamat,” tutupnya.

Turut hadir dalam acara peresmian ini Staf Ahli Gubernur Bali Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Direktur Kenavigasian Ditjen Perhubungan Laut, dan perwakilan dari Kementerian PPN/Bappenas dan Kementerian/Lembaga terkait, serta para Kepala Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Benoa, Sabang dan Kupang. (fauzan)

 

idj / idj

 

 

 

Berita Terkait

Erupsi Gunung Api Berpotensi Menunda Arus Ekspor-Impor Melalui Soekarno-Hatta Hingga USD168 Juta
Antisipasi Erupsi Gunung Anak Krakatau, Pangkalan PLP Tanjung Priok Siagakan Tiga Kapal Patroli
TPK Koja Apresiasi Kesabaran Pengemudi Truk, Optimistis Layanan Segera Normal
Dari Mangrove hingga Kopi Liberika, IWTL Perkuat Pemberdayaan dan Menumbuhkan Harapan Masyarakat Pesisir Cilacap
Pelindo Marine Latih 73 Nakhoda Kapal Tunda untuk Perkuat Budaya Keselamatan
Perkuat Rantai Pasok di Tanjung Priok, PT Lestari Wijaya Abadi Resmi Kantongi Izin PDPLB
Gelombang Kedua, KM Tidar Turunkan Barang Bantuan di Pelabuhan Lorens Say Maumere
Bersama PELITA 2026, IPCC Rawat Tumbuh Kembang Generasi Bangsa

Berita Terkait

Monday, 7 September 2026 - 13:30 WIB

Erupsi Gunung Api Berpotensi Menunda Arus Ekspor-Impor Melalui Soekarno-Hatta Hingga USD168 Juta

Sunday, 6 September 2026 - 14:40 WIB

Antisipasi Erupsi Gunung Anak Krakatau, Pangkalan PLP Tanjung Priok Siagakan Tiga Kapal Patroli

Friday, 4 September 2026 - 13:54 WIB

TPK Koja Apresiasi Kesabaran Pengemudi Truk, Optimistis Layanan Segera Normal

Friday, 4 September 2026 - 13:29 WIB

Dari Mangrove hingga Kopi Liberika, IWTL Perkuat Pemberdayaan dan Menumbuhkan Harapan Masyarakat Pesisir Cilacap

Thursday, 3 September 2026 - 13:38 WIB

Pelindo Marine Latih 73 Nakhoda Kapal Tunda untuk Perkuat Budaya Keselamatan

Berita Terbaru