Golden Visa Digenjot, UMKM Juga Harus Didukung Penuh

- Pewarta

Tuesday, 27 August 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maritim Indonesia – Pemerintah meluncurkan Program Golden Visa pada 25 Juli 2024 kemarin dengan bertujuan menarik para investor asing yang akan menginvestasikan keuangannya di Indonesia.

Ali Law, Direktur Low Office kantor konsultan hukum dan analisis Kebijakan Publik, juga sebagai sekretaris jenderal Ikatan Keluarga Besar Papua menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dengan diluncurkan Golden Visa.

“Sehubungan dengan peluncuran Golden Visa, saya berikan apresiasi kepada pemerintah Indonesia atas perhatiannya terhadap perkembangan dan pertumbuhan ekonomi di Negera kita, menjawab kenapa harus adanya golden Visa ini, kita harus tahu bahwa perkembangan ekonomi global saat ini sangat menghawatirkan walaupun Indonesia termasuk dalam 27 Negara terbaik untuk pertumbuhan ekonomi tapi kondisi ekonomi mutlak dan tidak bisa di prediksi,” tuturnya, di kantor sekretariat IKBP, Jakarta Pusat (26/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Sekjen IKBP yang bergelar S2 Ekonomi dari Universitas Madya Mandira, Kupang NTT ini juga menjelaskan kebijakan pemerintah pusat terbitkan Golden Visa sangat di butuhkan untuk perkembangan Ekonomi.

“Kebijakan pemerintah pusat untuk menerbitkan golden Visa ini suatu yang lumrah dan sangat di butuhkan, bahwa ketika di berikan kemudahan kepada WNA untuk bertempat tinggal di Indonesia dalam kurun waktu tertentu untuk berinvestasi ada suatu hal yang luar biasa karena sekarang pertumbuhan ekonomi dan sektor industrial ini mengalami kemunduran yang luar biasa dan berlaku secara global,” jelasnya.

“Lalu bila pemerintah menggenjot Golden Visa harus juga menggenjot UMKM yang memang pelakunya adalah warga negara kita sendiri, karena UMKM -UMKM ini sangat vital yang bisa memberikan pertumbuhan ekonomi yang sangat tinggi,” tambahnya.

Dia juga menyebutkan titik inflasi dan indeks harga ekonomi saat ini. Menurutnya, dasar mengapa diluncurkan golden Visa karena inflasi ini di titik 2,13 % dan indeks harga ekonomi pada tingkat 119,17 poin dan ini belum aman. Karenanya, dengan rencana pemerintah untuk meluncurkan golden Visa adalah suatu yang luar biasa.

“Tentunya harus di dukung oleh seluruh insan pekerja bisnis dan seluruh masyarakat agar program ini dapat mempertahankan pertumbuhan ekonomi dan dapat meningkatkan ekonomi, yang terpenting hal ini harus menjadi perhatian kita semua,” sebutnya.

Dikatakan juga, peran Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Perdagangan untuk berkampanye kepada Negara-negara lain sangat penting untuk mengajak para warga negara asing datang untuk menjalankan program Golden Visa.

“Sosialisasi golden Visa ini menjadi tugas Kementerian Perdagangan dan Kementerian Luar Negeri yang harus gencar melakukan kampanye di luar negeri, kalau untuk masyarakat bawah hanya sekedar mengetahuinya karena ini berhubungan langsung dengan warga negara asing, kampanye yang masif sangatlah penting untuk menarik investor dan tawarkan program Golden Visa ini,” ungkapnya.

Ali juga menambahkan kebijakan Golden Visa ini menjadi salah satu upaya mendatangkan investor.

“Ya, golden visa dapat menjadi alat yang sangat menarik bagi orang asing yang ingin menciptakan stabilitas finansial dan pilihan hidup yang lebih luas, tentu saja golden Visa ini ketika di terapkan nantinya mendapatkan investor yang banyak pasti akan berdampak positif untuk pertumbuhan ekonomi, selain ekonomi tentunya kemajuan pembangunan infrastruktur di Indonesia, tapi harus ada penggenjotan kolaborasi dengan UMKM, ketika hanya golden Visa yang berjalan sendirian tanpa melibatkan UMKM, maka yang terjadi adalah pelaku UMKM tidak dapat mendongkrak perekonomian di masyarakat kecil, “pungkasnya. (red)

 

idj / idj

Berita Terkait

PT Sarana Bandar Logistik Resmi Lepas dari PELNI Group, Masuk Babak Baru Konsolidasi BUMN Logistik
PELNI Lakukan Penyesuaian Tarif Angkutan Muatan Mulai 1 Juli 2026
Ekspor Perdana dari Terminal Kijing Resmi Dimulai, Pelindo Dorong Efisiensi Logistik dan Daya Saing Ekspor Kalimantan Barat
Berthing Window dan Berthing Priority, Strategi Layanan TTL Hadapi Peningkatan Trafik Kapal di TPK Berlian
IPCC Perkuat Sinergi Pendidikan dan Logistik Otomotif
Terminal Kijing Layani Ekspor Perdana dengan Petikemas, Tingkatkan Konektivitas Logistik Nasional
Tumbuh 14,6% di Tengah Dinamika Pasar, IPCC Tegaskan Peran Strategi dalam Ekosistem Logistik Nasional
Perkuat Layanan Keagenan Kapal, PELNI Gandeng Petani Lokal Dukung Pasok Pangan Maritim
Tag :

Berita Terkait

Tuesday, 30 June 2026 - 14:21 WIB

PT Sarana Bandar Logistik Resmi Lepas dari PELNI Group, Masuk Babak Baru Konsolidasi BUMN Logistik

Tuesday, 30 June 2026 - 11:32 WIB

PELNI Lakukan Penyesuaian Tarif Angkutan Muatan Mulai 1 Juli 2026

Tuesday, 30 June 2026 - 11:20 WIB

Ekspor Perdana dari Terminal Kijing Resmi Dimulai, Pelindo Dorong Efisiensi Logistik dan Daya Saing Ekspor Kalimantan Barat

Tuesday, 30 June 2026 - 10:24 WIB

Berthing Window dan Berthing Priority, Strategi Layanan TTL Hadapi Peningkatan Trafik Kapal di TPK Berlian

Tuesday, 30 June 2026 - 10:07 WIB

IPCC Perkuat Sinergi Pendidikan dan Logistik Otomotif

Berita Terbaru

Kunjungan akademik mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman menjadi wadah pembelajaran langsung mengenai operasional terminal kendaraan sekaligus memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri logistik maritim

Berita

IPCC Perkuat Sinergi Pendidikan dan Logistik Otomotif

Tuesday, 30 Jun 2026 - 10:07 WIB