Dukung Pertumbuhan Ekonomi Kalbar, PTP Nonpetikemas Optimalkan Terminal Kijing lewat Relokasi Aset Strategis

- Pewarta

Tuesday, 29 July 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PTP Nonpetikemas Tambah Peralatan Bongkar Muat di Terminal Kijing lewat Realokasi dari beberapa Pelabuhan SPMT Group. PTP Nonpetikemas terus berupaya menjaga kelancaran layanan dengan mengoptimalkan proses bongkar muat dan pengelolaan waktu sandar kapal secara efisien.

PTP Nonpetikemas Tambah Peralatan Bongkar Muat di Terminal Kijing lewat Realokasi dari beberapa Pelabuhan SPMT Group. PTP Nonpetikemas terus berupaya menjaga kelancaran layanan dengan mengoptimalkan proses bongkar muat dan pengelolaan waktu sandar kapal secara efisien.

“PTP Nonpetikemas Tambah Peralatan Bongkar Muat di Terminal Kijing lewat Realokasi dari beberapa Pelabuhan SPMT Group”

Maritim Indonesia — Terminal Kijing merupakan bagian dari jaringan pelabuhan strategis nasional. PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) Cabang Pontianak, yang juga beroperasi di Terminal Kijing, terus menunjukkan performa yang kian impresif sejak dikelola mulai 1 Agustus 2022. Terminal ini kini menjadi tulang punggung pelayanan kargo nonpetikemas di Kalimantan Barat, dengan kontribusi signifikan terhadap efisiensi logistik dan kelancaran arus barang nasional.

Hal ini terlihat dari kenaikan throughput yang kian meningkat dari tahun ke tahun. Kenaikan throughput terlihat konsisten dari tahun ke tahun, dengan capaian 2,27 juta ton pada 2023, meningkat menjadi 3,09 juta ton pada 2024, dan target 2025 diproyeksikan mencapai 3,3 juta ton.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai langkah konkret dalam meningkatkan performa operasional, PTP Nonpetikemas Cabang Pontianak telah melakukan optimalisasi aset melalui relokasi peralatan dari beberapa pelabuhan lain di bawah naungan Subholding Pelindo Multi Terminal (SPMT Group). Aset yang direalokasi dari beberapa terminal SPMT Group ke Terminal Kijing meliputi 4 unit harbour mobile crane, 3 unit grab, 9 unit hopper, 4 unit bucket, dan 1 unit jembatan timbang. Proses realokasi dimulai sejak September 2023 dengan pengiriman satu unit hopper berkapasitas 32 m³ dari PTP Nonpetikemas Cabang Banten, dan masih berlangsung hingga 2025 dengan pengiriman terakhir berupa satu unit Harbour Mobile Crane (HMC) berkapasitas 100 ton dari SPMT Cabang Dumai.

Optimalisasi ini secara langsung meningkatkan kapasitas layanan bongkar muat dan memperkuat kesiapan Terminal Kijing dalam menghadapi pertumbuhan volume kargo, khususnya komoditas curah cair, curah kering, dan general cargo.

Throughput menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Pada 2023, total throughput mencapai 2,27 juta ton, didominasi oleh curah cair sebesar 1,8 juta ton. Angka ini naik menjadi 3,09 juta ton pada 2024, dengan kontribusi terbesar tetap berasal dari curah cair (1,9 juta ton), diikuti curah kering 761 ribu ton dan general cargo 456 ribu ton. Hingga Juni 2025, total throughput tercatat 2 juta ton, dengan curah kering sebagai penyumbang terbesar sebesar 965 ribu ton, disusul curah cair 759 ribu ton, dan general cargo 328 ribu ton. Sepanjang 2025, throughput diproyeksikan menembus 3,3 juta ton.

Hingga semester I 2025, kinerja pengoperasian PTP Nonpetikemas Cabang Pontianak Terminal Kijing untuk komoditas curah kering mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 225% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Rata-rata throughput mencapai 2.716 ton per ship per day (T/S/D), melonjak tajam dari 836 T/S/D pada semester I 2024.

“Kami melihat pertumbuhan volume kargo di Terminal Kijing sebagai sinyal positif dari meningkatnya kepercayaan pengguna jasa. Dari sisi operasional, kami terus berupaya menjaga kelancaran layanan dengan mengoptimalkan proses bongkar muat, penataan alur logistik, dan pengelolaan waktu sandar kapal secara efisien,” ujar Dwi Rahmad Toto S., Direktur Komersial dan
Pengembangan Usaha yang juga sebagai Plt. Direktur Operasi PTP Nonpetikemas.

PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) Cabang Pontianak beroperasi di Kalimantan Barat dengan mengelola empat area terminal nonpetikemas, yaitu Kawasan Dwikora, Pelabuhan Perintis Sintete, Ketapang, dan Kawasan Kijing. Pelabuhan ini menangani berbagai komoditas general cargo seperti karet, bungkil, dan kayu lapis. Terminal Kijing sendiri melayani aneka kargo nonpetikemas, antara lain CPO dan turunannya, batubara, pupuk, palm kernel, karung beras, serta produk perkayuan. Didukung oleh Kalimantan Barat sebagai salah satu sentra produksi CPO nasional, wilayah ini memiliki hinterland yang kuat bagi pertumbuhan volume kargo.

“Realokasi aset dari pelabuhan lain dalam jaringan SPMT bukan hanya menjadi langkah strategis pemanfaatan aset idle, tetapi juga mencerminkan sinergi antar unit dalam menciptakan keunggulan operasional yang berdampak nyata pada kinerja dan pelayanan pengguna jasa,” tegas Toto.

Dengan semakin meningkatnya aktivitas, PTP Nonpetikemas Cabang Pontianak menginisiasi langkah pengembangan seperti pembangunan terminal khusus curah cair (dedicated liquid bulk terminal), penambahan pipe rack, perluasan dermaga di Jetty 1 dan Jetty 2, serta penataan zona logistik untuk tenant baru, guna memperluas jejaring dan mendorong integrasi logistik.

Langkah-langkah pengembangan ini selaras dengan penguatan infrastruktur dan peningkatan layanan operasional, yang mendorong kinerja Terminal Kijing mencatat tren positif sejak awal operasional.

Didukung oleh infrastruktur dan pengelolaan operasional, kinerja layanan terus mencatat tren positif. Terminal ini telah menangani berbagai proyek strategis, di antaranya handling project cargo untuk pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) oleh PT Borneo Alumina Indonesia (PT BAI), serta bongkar muat Caustic Soda Liquid bersama mitra PT Pertamina Patra Niaga, PT Pertamina International Shipping, dan PT Samudera Banten Logistik.

Sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), Terminal Kijing diposisikan sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat. Dengan pengembangan infrastruktur terkini, terminal ini siap mendukung kelancaran logistik dari proyek-proyek besar seperti SGAR 2 dan Smelter Mempawah.

Ke depan, Terminal Kijing juga disiapkan untuk berperan dalam pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Kawasan Terintegrasi Khusus Aluminium, memperkuat kontribusi PTP Nonpetikemas terhadap agenda hilirisasi nasional. (ire djafar)

 

Berita Terkait

Mahasiswa Poltrada Bali Dalami Industri Logistik Otomotif Lewat Kunjungan ke IPCC
Program Diskon Transportasi PELNI Disambut Antusias, Kuota Terserap 96 Persen
Kejati Bangka Belitung dan Pelindo Regional 2 Perkuat Sinergi Penanganan Hukum
PELNI Perluas Jangkauan Layanan Keagenan Kapal hingga Malaysia
Jaga Konektivitas di Wilayah 3TP, Kemenhub Pastikan Angkutan Perintis Tetap Berjalan
Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Gelar Program Pelindo Sehat 2026, Berikan Pemeriksaan TBC Gratis dan Santunan Anak Yatim di Kalibaru
Dari Ruang Kelas ke Pelabuhan, GIBEI FEB UNJ Selami Bisnis Logistik Otomotif Lewat Kunjungan Industri ke IPCC
Pelindo Regional 2 Banten Peduli Lingkungan Laut: Gelar Program TJSL, Konservasi Terumbu Karang di Pulau Merak Besar

Berita Terkait

Tuesday, 21 July 2026 - 12:38 WIB

Mahasiswa Poltrada Bali Dalami Industri Logistik Otomotif Lewat Kunjungan ke IPCC

Tuesday, 21 July 2026 - 08:04 WIB

Program Diskon Transportasi PELNI Disambut Antusias, Kuota Terserap 96 Persen

Monday, 20 July 2026 - 23:17 WIB

Kejati Bangka Belitung dan Pelindo Regional 2 Perkuat Sinergi Penanganan Hukum

Monday, 20 July 2026 - 16:46 WIB

PELNI Perluas Jangkauan Layanan Keagenan Kapal hingga Malaysia

Sunday, 19 July 2026 - 23:24 WIB

Jaga Konektivitas di Wilayah 3TP, Kemenhub Pastikan Angkutan Perintis Tetap Berjalan

Berita Terbaru